<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913</id><updated>2011-07-07T22:48:09.816-07:00</updated><title type='text'>Home Education Spirit</title><subtitle type='html'>Ini adalah catatan dari sedikit pengetahuan dan pemikiran pribadi  mengenai home education yang ingin dibagi kepada keluarga lain yang membutuhkan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>93</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-912205934499431816</id><published>2008-11-10T18:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T03:22:47.440-08:00</updated><title type='text'>HS Asyik 18: Kunci Jawaban</title><content type='html'>Salah satu pertanyaan dalam ujian semester IPA kelas 3 SD adalah:&lt;br /&gt;"Tanaman berkembang biak dengan...... ......"&lt;br /&gt;Kunci jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah "biji"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kebanyakan sekolah, kalau anak masih belum cukup umur maka mereka hanya boleh berpikir bahwa satu-satunya cara tanaman berkembang biak adalah dengan bijinya. Jawaban selain biji adalah salah. Dalam homeschool, kunci jawaban bukanlah segala-galanya. Dan apabila anak 'kecil', menjawab bahwa ada tumbuhan yang berkembang biak dengan daunnya,&lt;br /&gt;http://primary4homelearning.blogspot.com/2008/11/plant-11.html&lt;br /&gt;kenapa tidak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-912205934499431816?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/912205934499431816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=912205934499431816' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/912205934499431816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/912205934499431816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/11/hs-asyik-18-kunci-jawaban.html' title='HS Asyik 18: Kunci Jawaban'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-5040936698944548527</id><published>2008-10-10T07:47:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T08:28:10.880-07:00</updated><title type='text'>Realita 12: Biar Tuhan yang Menilai</title><content type='html'>Namanya David (nama sengaja dibuat mirip), usia 8 tahun. Orangtuanya adalah kenalan saya, seorang pemimpin agama di sebuah lingkungan. David adalah anak yang baik, sopan dan berperilaku sangat positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya bertemu dengan ibu David setelah lama tidak berjumpa. Ketika membicarakan mengenai David, ibu tersebut memberitahukan bahwa David telah pindah sekolah karena tidak naik kelas. Dia tidak naik kelas karena nilai agamanya 2. Karena marah dengan guru agamanya orangtua David terpaksa memindahkannya ke lain sekolah. Menurut ibu David, guru agama tersebut sengaja memberi nilai jelek kepada anaknya karena meskipun menganut agama yang sama, mereka berbeda aliran dan pernah terlibat sebuah debat mengenai keyakinan aliran masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang pentingkan David tetap anak yang baik, tidak masalah dia hanya dihargai dengan nilai dua." Saya berusaha bersimpati.&lt;br /&gt;"Saya tidak bisa terima, nilai rapor kan dibawa seumur hidup,"  sahut Ibu David. Karena beliau berpendapat seperti itu maka saya memilih untuk mengganti topik pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak habis pikir, setelah sekian tahun berlalu ternyata nilai agama yang dibawah standar yang ditentukan masih bisa menyebabkan murid tidak naik kelas. Apakah kedalaman agama seseorang hanya bisa dilihat dari kemampuannya menjawab, paling-paling 40 soal saja? Apa hak manusia untuk mengadili manusia lain dengan angka-angka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah salah apabila ada keluarga yang memilih Tuhan sendiri sebagai pemberi nilai atas keyakinan mereka dan tidak melihat nilai agama di sekolah sebagai hal yang berarti? Agama.....Biarlah Tuhan yang menilai, manusia tidak usah ikut-ikut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-5040936698944548527?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/5040936698944548527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=5040936698944548527' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5040936698944548527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5040936698944548527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/10/realita-12-biar-tuhan-yang-menilai.html' title='Realita 12: Biar Tuhan yang Menilai'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1191390783874860544</id><published>2008-10-10T07:05:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T07:43:20.615-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 12</title><content type='html'>Kemarin secara tidak sengaja saya melihat liputan TV swasta tentang murid-murid sekolah 'Internasional' (sengaja dalam tanda kutip) di Semarang yang diterbangkan ke Jakarta untuk mengunjungi Rumah Coklat. Tujuannya adalah supaya anak-anak ini bisa belajar membuat coklat.  Dari liputannya sudah jelas bahwa kegiatan 'membuat coklat' ini sebenarnya hanyalah kegiatan menuangkan coklat yang sudah dilelehkan ke dalam cetakan yang telah disediakan sesuai kreativitas masing-masing dan menunggunya mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anak-anak ini membutuhkan biaya per anak paling tidak satu juta rupiah untuk bisa melakukan ini (uang pesawat pulang pergi, akomodasi dan tentu saja biaya kegiatan), HSer hanya memerlukan tidak lebih dari Rp. 20.000 (Rp. 15.000 untuk 250 gram coklat kue dan Rp. 5.000 untuk cetakan). Pengerjaannya cukup mudah, tim coklat dengan api kecil sampai meleleh dan tuangkan dalam cetakan. Masukkan cetakan yang berisi coklat ke dalam lemari es supaya coklat bisa lepas dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi kan kalau melakukan kegiatan sendiri di rumah kita tidak bisa tahu proses pembuatan coklat karena tidak ada yang memberi tahu?" Tidak lagi, bahkan anak-anak bisa belajar sendiri dengan senang hati tentang:&lt;br /&gt;sejarah coklat:&lt;br /&gt;http://www.fieldmuseum.org/Chocolate/challenge_interactive/challenge-MX-OSX.html&lt;br /&gt;bagaimana coklat di buat:&lt;br /&gt;http://www.fieldmuseum.org/Chocolate/manufacture_interactive/manufacture.html&lt;br /&gt;dan bahkan berkunjung ke kebun kakao virtual:&lt;br /&gt;http://www.fieldmuseum.org/Chocolate/rainforest_interactive/rainforest.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita harus membayar mahal untuk suatu tujuan tetapi tanpa dibekali dengan pengetahuan yang cukup, kita akan lebih sering terperosok ke dalam kegiatan tidak efisien yang menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi. Dampaknya tentu saja sangat buruk untuk perekonomian secara makro.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1191390783874860544?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1191390783874860544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1191390783874860544' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1191390783874860544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1191390783874860544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/10/tip-budget-hs-12.html' title='Tip: Budget HS 12'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-7051544934752182762</id><published>2008-10-10T03:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T08:34:33.193-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 11</title><content type='html'>Beritanya berjudul:&lt;br /&gt;Depdiknas Harus Akui Gagal Sediakan Buku Pelajaran&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/26/08000997/depdiknas.harus.akui.gagal.sediakan.buku.pelajaran"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/26/08000997/depdiknas.harus.akui.gagal.se\&lt;br /&gt;diakan.buku.pelajaran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kenyataan mengerikan di lapangan mengenai pengadaan bahan belajar di sekolah-sekolah yang tidak semua orang awam tahu. Kalaupun ada segelintir kenyataan pahit yang bocor, biasanya ujungnya hanya saling menyalahkan, saling berdebat dan pada akhirnya kebutuhan belajar anak-anak semakin tidak terlayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam HS tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan karena kendali ada di tangan kita. Kalau di sekolah biasa uang ratusan ribu rupiah hanya bisa dipakai untuk mendapatkan bahan ajar yang sangat minim untuk kebutuhan satu tahun, dalam HS uang puluhan ribu rupiah bisa dipakai untuk mendapatkan bahan ajar mutakhir untuk kebutuhan bertahun-tahun. Kalau di sekolah aliran bahan ajar ini  mengalir tertatih-tatih sehingga sering kali daerah-daerah yang tidak strategis tidak terjamah dengan bahan-bahan ajar yang baik, dalam HS bahan ajar terbaru yang mungkin baru diluncurkan di negara-negara maju bisa dinikmati oleh keluarga-keluarga dimanapun mereka dalam hitungan hari atau bahkan detik. Kalau di sekolah biasanya masing-masing sekolah terbiasa saling merahasiakan bahan ajar yang mereka pakai, bagaimana memperolehnya dan tidak bersedia meminjamkan atau bahkan sekedar memperlihatkan bahan-bahan ajar yang mereka miliki, dalam HS kita tidak harus berperilaku demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana cara untuk mendapatkan bahan ajar yang baik dengan biaya yang terjangkau bagi semua dan yang bisa dipergunakan dan di-update dengan cepat? Kuncilah adalah kerja sama entah itu dalam bentuk saling meminjamkan bahan, tukar menukar, menghibahkan, patungan, dll antar keluarga. Bukankah dengan begini 'gotong-royong' tidak hanya dipakai untuk menjawab soal ujian dengan benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS. Khusus untuk keluarga/komunitas yang kesulitan mendapatkan bahan-bahan ajar,&lt;br /&gt;berbagai buku bacaan dari berbagai disiplin ilmu, referensi, ensiklopedia, dll&lt;br /&gt;untuk berbagai umur karena kendala tidak adanya/sulitnya mendapatkan bahan ajar&lt;br /&gt;di daerah masing-masing atau karena sambungan internet yang lambat/mahal&lt;br /&gt;silahkan hubungi saya lewat email pribadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-7051544934752182762?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/7051544934752182762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=7051544934752182762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/7051544934752182762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/7051544934752182762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/10/tip-budget-hs-11.html' title='Tip: Budget HS 11'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1422191202462092921</id><published>2008-10-10T02:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T08:31:47.503-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 10</title><content type='html'>Sering kali keluarga dengan anggaran homeschool terbatas yang memiliki anak yang artistik merasa sedih karena tidak bisa memenuhi dorongan anak untuk terus berkarya. Harga cat air murahan memang terjangkau tetapi kendalanya cat air seperti ini mudah kering dan isinya sangat sedikit sehingga cepat habis dipakai. Cat air/cat untuk finger painting/cat-cat lain yang aman untuk dipakai anak-anak untuk membuat karya-karya seni ukuran besar sangat tidak terjangkau apalagi kalau anak sering berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya? pakai pewarna makanan/kue. Selain harganya murah,(1 botol=Rp. 2.000), pewarna makanan sifatnya sangat pekat sehingga beberapa tetes saja bisa dipakai untuk mewarnai bidang yang sangat besar apabila dicampur dengan air. Terlebih lagi, pewarna makanan/kue memiliki jenis warna yang sangat banyak dan relatif aman untuk anak-anak. Cat berbentuk pasta juga bisa dibuat dari pewarna ini dengan mencampurkan sedikit maizena dan air panas. Apabila tidak terkena cahaya matahari secara langsung, warnanya tetap bagus dan tidak berubah selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam homeschool selalu saja ada jalan untuk melakukan sesuatu yang besar dan biaya bukan lagi menjadi kendala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1422191202462092921?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1422191202462092921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1422191202462092921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1422191202462092921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1422191202462092921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/10/tip-budget-hs-10.html' title='Tip: Budget HS 10'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-3455965356689130310</id><published>2008-09-20T08:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T19:46:37.905-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Shakespeare BOTAK</title><content type='html'>Dalam menjalani homeschool, saya selalu mengingatkan diri saya sendiri bahwa setiap biji yang saya tanam tidak selalu tumbuh dalam waktu cepat. Kadang ada biji yang membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh, kadang ada yang mati, tidak pernah tumbuh, sehingga harus diganti dengan biji yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi,  Da Hye baru saja bangun dari tidurnya (ketika itu usianya 6.5 tahun dan baru lancar membaca). Dengan mata yang masih terpejam dia bertanya dengan suara kencang "mama, mama tahu Shakespeare tidak?" Saya tersentak kaget sekaligus senang dengan pertanyaannya yang menurut saya sangat 'berbobot'. Karena begitu semangatnya saya buru-buru menyuruh Da Hye bangun karena saya ingin menunjukkan buku karya Shakespeare koleksi kami yang selama ini tersimpan di lemari. Berbunga-bunga sekali hati saya pagi hari itu sehingga tak henti-hentinya saya mengajak Da Hye berbicara mengenai Shakespeare. Ketika saya menyodorkan buku Shakespeare kepada Da Hye, mukanya tiba-tiba berubah suram. Dia berujar, "Mama, aku minta maaf, tetapi sebenarnya aku cuma ingin tahu apakah Shakespeare itu BOTAK atau tidak. Aku cari di google image ya." Seluruh dunia mengagung-agungkan karya Shakespeare dan anakku hanya tertarik untuk tahu apakah Shakespeare berkepala BOTAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun berselang, beberapa hari lalu sepulang dari pasar, tiba-tiba Da Hye menghampiri saya dan berkata "Aku sudah menyelesaikan 3 tragedi karya Shakespeare, Machbth, Romeo and Juliet, dan King Lear ketika mama pergi ke pasar. Aku juga menggambarkan adegan favoritku dari setiap cerita di kertas, oh tidak.. tidak.. kecuali King Lear..tidak ada adegan yang menarik di sana, semua mengerikan. Aku tidak mengerti kenapa Shakespeare begitu terkenal, aku tidak begitu menyukainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji 'Shakespeare' butuh waktu tiga tahun untuk sekedar bertunas dan nyatanya tidak bertumbuh. Biji-biji yang lain entah membutuhkan waktu berapa lama lagi untuk bertunas dan tidak tahu apakah nantinya bisa tumbuh dan menghasilkan. Paling tidak, selama kita terus menanam selama itu pula biji memiliki kesempatan untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat..semangat..semangat....terus menanam, meskipun nanti masih akan banyak hasil berupa 'Shakespeare botak' yang lain, tidak apa-apa. Life is so good and it's so worth it.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-3455965356689130310?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/3455965356689130310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=3455965356689130310' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3455965356689130310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3455965356689130310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/09/refleksi-homeschool-shakespeare-botak.html' title='Refleksi Homeschool: Shakespeare BOTAK'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-3353631484488598430</id><published>2008-09-16T19:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T19:41:15.462-07:00</updated><title type='text'>HS Asyik 17: Waktunya untuk Bekerja</title><content type='html'>Tujuan belajar bukanlah semata-mata untuk mendapatkan pekerjaan dan uang tetapi menjadi mandiri secara finansial adalah hal yang baik. Dalam homeschool, belajar kadang juga berarti bekerja dan tidak ada yang pernah melarang HSer untuk bekerja dan menjadi produktif meskipun&lt;br /&gt;dia belum 'lulus'. Tidak pernah ada kata terlalu dini untuk berada di dunia nyata dan menghadapi kerasnya dunia kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HSer bisa bekerja? Pasti karena jenius" begitu yang kita pikirkan. Asyiknya dalam homeschool, anak tidak perlu menjadi jenius untuk bisa menjadi produktif karena mereka boleh melakukan apa yang mereka cintai dan mampu meraka lakukan, mereka bekerja keras dan punya segudang waktu luang. Homeschool memang asyik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pekerjaan yang dilakukan HSer kami:&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.lulu.com/browse/search.php?search_forum=-1&amp;amp;search_cat=2&amp;amp;show_results=topics&amp;amp;return_chars=200&amp;amp;search_keywords=&amp;amp;keys=&amp;amp;header_search=true&amp;amp;sitesearch=lulu.com&amp;amp;q=&amp;amp;fSearch=Choi+Da+Hye&amp;amp;fSearchFamily=2&amp;amp;fSubmitSearch.x=319&amp;amp;fSubmitSearch.y=18"&gt;http://www.lulu. com/browse/ search.php? search_forum= -1&amp;amp;search_ cat=2&amp;amp;show_ results=topics&amp;amp; return_chars= 200&amp;amp;search_ keywords= &amp;amp;keys=&amp;amp;header_ search=true&amp;amp; sitesearch= lulu.com&amp;amp; q=&amp;amp;fSearch= Choi+Da+Hye&amp;amp; fSearchFamily= 2&amp;amp;fSubmitSearch. x=319&amp;amp;fSubmitSea rch.y=18&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-3353631484488598430?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/3353631484488598430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=3353631484488598430' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3353631484488598430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3353631484488598430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/09/hs-asyik-17-waktunya-untuk-bekerja.html' title='HS Asyik 17: Waktunya untuk Bekerja'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-2743686563465334678</id><published>2008-09-07T02:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T07:51:26.062-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 9</title><content type='html'>Berapa biaya belajar tentang 'art movements' dengan instruktur yang ahli di bidangnya sambil berjalan-jalan di museum yang penuh dengar karya-karya besar seniman di seluruh dunia dan berinteraksi dengan mereka yang memiliki ketertarikan sama? Kedengaran seperti pendidikan super mahal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian, karena dalam homeschool semua itu gratis. Paling tidak biaya yang dikeluarkan tidak lebih dari biaya rental internet. Platform di second life bisa dijadikan pilihan untuk memperkaya khasanah belajar anak-anak. http://primary4homeschool.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan lain sangat tidak terbatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-2743686563465334678?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/2743686563465334678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=2743686563465334678' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2743686563465334678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2743686563465334678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/09/budget-hs-9.html' title='Tip: Budget HS 9'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-4343164862232373277</id><published>2008-09-02T03:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T03:59:03.099-07:00</updated><title type='text'>HS Asyik 16: Suken</title><content type='html'>Dalam HS ujian bisa kapan saja. Itu berarti anak bisa ikut ujian lebih cepat atau lebih lambat. Ujian juga tidak terbatas macamnya dari ujian memasak sampai ujian sertifikasi. Setiap anak betapapun kemampuannya berhak dan boleh mengikuti ujian yang sama karena ujian adalah untuk menguji kemampuan bukan tujuan akhir belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian SUKEN misalnya. SUKEN adalah sertifikasi matematika global yang didirikan di Jepang tahun 1988. ( Keterangan lebih lanjut:  http://www.suken.net/ atau http://www.suken.net/usa-suken/) HSer Indonesia yang berminat mengikutinya bisa mendaftar dan melaksanakan ujian yang diadakan 2 kali dalam 1 tahun di Indonesia. HSer bisa mengajukan permohonan ujian tahun 2009 dalam bahasa Indonesia, Jepang atau Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak ujian-ujian berstandar international lain yang terbuka untuk HSer. Asyik kan? Ujian boleh, tidak pun tidak menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ines Setiawan&lt;br /&gt;P.S. Biaya ujian SUKEN adalah Rp. 60.000 (enam puluh ribu rupiah SAJA) tanpa biaya lain-lain.&lt;br /&gt;Keterangan lebih lanjut hubungi Mrs. Nice di 08129944576&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-4343164862232373277?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/4343164862232373277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=4343164862232373277' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4343164862232373277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4343164862232373277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/09/hs-asyik-16-suken.html' title='HS Asyik 16: Suken'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-790683465511045825</id><published>2008-08-29T06:07:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T06:36:38.109-07:00</updated><title type='text'>Realita 11: Ada Harga Ada Rupa</title><content type='html'>"Ada harga ada rupa" Begitulah ujar salah satu host di televisi saat menutup suatu ulasan mengenai sekolah di musim tahun ajaran baru beberapa bulan yang lalu. Salah seorang teman yang sangat mengamini kalimat tersebut tanpa ragu-ragu memasukkan anaknya ke sekolah dengan uang sekolah Rp. 3 juta per bulan. "Aku ingin memberikan yang terbaik untuk anakku dan kualitas yang baik itu tidak pernah murah." Sangat dimengerti sekali, begini perhitungan teman tersebut: Dengan membayar Rp. 3 juta perbulan sebenarnya anaknya memperoleh pendidikan sebasar Rp. 60 juta per bulan (Rp. 3 juta x 20 anak dalam satu kelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dua bulan berjalan satu demi satu kekecewaan didapat. Kegiatan-kegiatan yang sering dipamerkan dalam brosur dan booklet jarang sekali dilakukan. Anak-anak hampir setiap hari hanya belajar dari textbook saja dan yang lebih menyakitkan hati adalah ketika dia mengetahui bahwa guru yang harus bergumul setiap hari menangani ke 20 anak dalam kelas tersebut, yang merupakan ujung tombak penentu kualitas pendidikan anak-anak tersebut hanya digaji sebesar Rp. 2.2 juta per bulan. "Aku pikir anakku mendapatkan pendidikan senilai 60 juta per bulan tetapi kenyataannya hanya  110 ribu per bulan." (Do the math: gaji guru Rp. 2.2 juta dibagi 20 anak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada harga belum tentu ada rupa. Bukan berarti bahwa guru yang dibayar Rp. 2.2 juta per bulan tidak memiliki nilai yang tidak terhingga tetapi pertanyaannya adalah: Apa yang terjadi dengan uang yang telah dibayarkan oleh para orangtua?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-790683465511045825?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/790683465511045825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=790683465511045825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/790683465511045825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/790683465511045825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/08/realita-11-ada-harga-ada-rupa.html' title='Realita 11: Ada Harga Ada Rupa'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-815444002790356133</id><published>2008-08-22T21:16:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T21:20:33.124-07:00</updated><title type='text'>Homeschool Stress 2</title><content type='html'>sambungan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt; Quote Mbak melly: "Saya merasa kalau anak selalu berada dilingkungan yang hampir semua sesuai dengan harapan dia"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kok mbak, banyak keluarga yang memilih untuk menghadapkan anak kepada lingkungan sebagaimana adanya. Menghadapi lingkungan yang tidak sesuai dengan harapan anak juga bagian dari pembelajaran berharga jadi dalam konteks ini homeschooling bukanlah momok seperti sekolah juga bukan momok. Kami hidup dan menjadi bagian dalam dunia nyata maka dari itu lingkungan yang kami hadapi termasuk anak kami juga dinamis, tidak selamanya sesuai dengan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt; Quote Mbak Melly: "Jujur saya apalagi pelaku HS adalah orangtua sendiri , dan lingkungan sendiri yang otomatis pasti lebih mencintai dan mencoba memberikan apa yang diharapkan anak."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti orangtua lain (non HS) yang ingin mencurahkan cintanya kepada anak-anaknya ada kalanya kita berkata 'tidak' atau memberikan batasan yang mungkin belum dimengerti anak sehingga terasa tidak enak bagi anak-anak. It's a tough love. Anak-anak juga perlu belajar merasakan cinta meskipun mereka tidak mendapatkan apa yang mereka mau. Hanya saja dalam hal belajar, pengalaman kami seperti ini: Karena anak kami belum cukup dewasa untuk memenuhi kebutuhan belajarnya 100% seorang diri dan mengambil tindakan yang 100% bisa dia pertanggung jawabkannya secara rasional/moral maka kami membuat sebuah lingkaran besar dimana dia bisa dengan bebas memilih apa yang ingin dia pelajari di dalamnya. kami tidak pernah khawatir memberikan kebebasan ini karena pilihan-pilihan yang ada bagi anak kami semuanya baik menurut keluarga kami (malam memilih membaca buku tentang Nazi, pagi bingung ingin membuat sambal tempe seorang diri). Kami berharap dengan adanya kebebasan ini anak kami belajar untuk tidak membohongi diri sendiri dalam belajar, supaya belajar bukan demi papa-mama, bukan untuk 'lip service', bukan demi nilai atau takut akan sesuatu tetapi belajar karena dia bisa merasakan kebutuhan akan itu dari dalam dirinya dan bisa menghargai kemampuan kita untuk belajar sebagai "a precious gift".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt; Quote mbak Melly:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt; Saya bangga sekali kalau pelakuku homecshool merasa yakin sekali bahwa anak anaknya jauh lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam hal ini tidak selalu berarti bahwa HSer lebih baik dari non HSer tetapi kami percaya keterlibatan kami sebagai orangtua memberikan fondasi yang penting bagi mereka dan itu jauh lebih baik daripada kita memilih menjadi orangtua yang sama sekali tidak perduli. Lebih baik ukurannya sangat relatif tetapi saya 100% yakin tidak hanya anak saya tetapi kami sekeluarga merasa lebih baik, better-off, karena homeschool dibandingkan dengan pilihan-pilihan lain yang tersedia bagi keluarga kami. It's getting much better every day.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-815444002790356133?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/815444002790356133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=815444002790356133' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/815444002790356133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/815444002790356133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/08/homeschool-stress-2.html' title='Homeschool Stress 2'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-2953838891535439925</id><published>2008-08-22T20:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T21:15:35.483-07:00</updated><title type='text'>Homeschool Stress</title><content type='html'>Berikut kutipan dari diskusi mengenai homeschool dan stress di forum sekolahrumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; Dear Mbak Ines,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; Setelah beberapa lama ini ikut pembahasan home shcooling, rasanya cukup asyik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; juga. Tetapi kog ada sedikit kekhawatiran kalau anak yang sama sekali tidak  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;mengalami stress harus ulangan, perlu buat PR yang yang sebenarnya cukup&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; mengajarkan betapa hidup yah begitu , ada hal yang tidakbisa dihindari,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; tapimereka perlu mental yang siap. Maksud saya tidak terlalurapuh gitulho.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; Menurut mbak kekhawatiran saya beralasan nggak sih ? seperti yang saya ketahui,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; hidup saya dilapangan benar benar membutuhkan mental juang yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; Maaf yah cuma bertanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; Thanks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt; Melly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; Mbak Melly, berikut adalah pendapat pribadi saya dalam konteks homeschool kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak betul, stress itu perlu. Kemampuan untuk bisa menangani stress dengan baik adalah bekal yang vital dalam kehidupan anak-anak kita. Baik HSer dan kami (orangtuanya) mengalami stress silih berganti sepanjang perjalanan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja kami melihatnya demikian, ada 2 macam stress, stress yang positif (membangun dan memacu kinerja) dan stress yang negatif (melumpuhkan dan membuat kita tidak berdaya/bahkan tumpul). Dalam homeschool kami memiliki lebih banyak keleluasaan untuk memilih lebih banyak stress positif daripada stress negatif. Stress negatif tetap ada dan tidak terhindarkan meskipun bentuknya bukan PR atau ulangan tetapi kami merasa bahwa energi lebih baik dialokasikan untuk menangani stress-stress positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, pandangan seperti itu masih sering dianggap tidak realistis oleh sebagian banyak orang yang berpendapat bahwa 'kita tidak bisa memiliki kendali atas stress negatif, kita tidak bisa mencegahnya, inilah jalan yang harus kita lalui' tetapi apabila kita belajar dari pengalaman banyak orang lain ternyata sebenarnya kita bisa mengendalikan hidup kita untuk tidak selalu berkubang dalam stress-stress negatif, paling tidak bisa diminimalisir karena tidak semua stress negatif harus ditangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, tadi malam anak tetangga dan orangtuanya terpaksa datang ke ke rumah-rumah tetangga (termasuk rumah saya) untuk menanyakan nama ketua RT, RW, lurah, camat, dan pejabat pemerintahan lain di domisili kami dan tidak ada yang tahu. Data ini sulit kita dapatkan mengingat kami tinggal di perumahan, karena capai bekerja dan hari sudah larut ibu anak tersebut stress. Ibu tersebut marah kepada anaknya dan juga kepada gurunya yang dianggap memberi PR yang 'nggak penting banget sih'. Ibu tersebut menganjurkan anaknya untuk mengungkapkan kesulitannya kepada gurunya tetapi sang anak ketakutan. 'Kalau aku tidak mengerjakan PR aku dihukum dan dapat nilai nol'. Ibu yang tadinya berusaha sabar akhirnya histeris juga...entah apa yang terjadi kemudian. Di waktu yang bersamaan (bahkan sampai sekarang) putri saya juga sedang stress berat. Dia sedang membuat claymation (animasi menggunakan clay) karena claymation buatannya tidak halus gerakannya dan terlebih lagi&lt;br /&gt;suara yang dimasukkannya tidak sinkron dengan gerakan claymationnya. Dia stress karena harus mencari-cari kesalahannya dan sepertinya harus melakukan pekerjaan tersebut dari awal lagi. Stress menimbang-nimbang apakah dia lanjutkan project claymation 'gadis kecil dengan binatang-binatang peliharaannya' atau membuat 'pinguin yang berkejaran'. Dia dan salah seorang temannya ingin ikut kompetisi BAFTA di Inggris dan deadline sudah semakin dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti claymation lebih bagus/penting dari nama-nama ketua RT, RW, lurah, camat, dst tetapi contoh ini hanya sebagai gambaran bahwa kenyataan yang sering kita alami adalah demikian. Kita perlu tahu nama ketua RT, RW, dst pada waktu kita membutuhkannya dalam konteks yang tepat tetapi tidak harus malam itu dan tidak harus dalam suasana stress dan saling menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress ada dimana-mana, tidak harus ke sekolah untuk mendapatkan stress karena kehidupan ini sudah penuh dengan stress yang bisa kita alami dengan GRATIS. Dengan homeschool kita tidak bebas stress tetapi lebih memiliki kendali untuk mengalokasi lebih banyak waktu menangani stress-stress yang positif dahulu dan meninggalkan stress-stress yang tidak membangun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-2953838891535439925?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/2953838891535439925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=2953838891535439925' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2953838891535439925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2953838891535439925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/08/homeschool-stress.html' title='Homeschool Stress'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-2328436830827939722</id><published>2008-08-05T02:49:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T03:33:09.622-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Pergi ke Sekolah</title><content type='html'>Bagi kita, orangtua, sekolah berukuran raksasa dengan ribuan siswa, fasilitas lengkap, sistem keamanan super canggih, 300an guru yang berasal lebih dari 60 negara dan sederet kehebatan lainnya adalah sebuah jaminan. Tetapi bagi anak itu bisa jadi hanya berarti air minum yang dingin dan teman-teman bermain yang mengasyikkan. Kenapa? because &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;there's nothing I cannot study at home.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari pertama dalam hidupnya Da Hye menginjakkan kaki di sekolah super besar dengan ribuan siswa untuk mengikuti program summer school di Jakarta International School. Setelah hari pertama berlalu inilah cuplikan percakapan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mom: "How was it?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 153);"&gt;Da Hye: "Great"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mom: "What was great?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Da Hye: "I drank from the water fountains, they were everywhere in the school and best of all they were refregirated"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mom: "I don't talk about the facility. I mean how was the class?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Da Hye: "Oh ...that! Well, it was kind of okay."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mom: "What do you mean okay?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Da Hye:" We learnt stuffs I already know."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mom: "What stuffs?&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Da Hye: "You know, we disscussed about Larry and Sergei...you know them right? the google guys...Then we talked about the life of Bill Gates, Mitall and of course your guru Buffett."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mom: "Correction! Buffett is not my guru, why do you think he's my guru? is that all? You learnt nothing else"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Da Hye: "Oh! We set up a business plan, guess what? my friends picked me as the CEO."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mom: (GR sekali karena dalam kelas yang diikuti Da Hye kebanyakan anak berusia 10/11 tahun) "Really? That means they think that you have the quality of becoming a CEO. They think you are good."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Da Hye: "Oh ...mom, that's not quite like it. They are just bored of school. They go to school everyday and they still have to go to school in summer holiday too. They are just tired of everything so they picked me instead because they could not think anymore."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mom: "Oh well...I see. So how do you think about a school life?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Da Hye: "It's not bad, I like recess, I love my friends but I think &lt;span style="font-size:180%;"&gt;there's nothing I cannot study at home&lt;/span&gt;. I don't mind going there every once in a while but going there everyday is a bad idea. Everyone told me 'school is suck' and I said 'come on...you guys are going to the most expensive school in this country' and they told me 'so what? you are lucky to stay at home'...geee...I am not that at home right mom...I am kind of everywhere."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-2328436830827939722?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/2328436830827939722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=2328436830827939722' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2328436830827939722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2328436830827939722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/08/hs-intermezzo-9-pergi-ke-sekolah.html' title='Refleksi Homeschool: Pergi ke Sekolah'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1417127700539986681</id><published>2008-08-05T02:47:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T02:49:09.181-07:00</updated><title type='text'>HS Intermezzo 8: Nim's Island</title><content type='html'>Film Nim's Island berkisah tentang pertualangan seorang gadis berusia&lt;br /&gt;11 tahun (Nim) dan ayahnya (seorang ilmuwan yang sedang meneliti&lt;br /&gt;plankton) yang tinggal di pulau terpencil di samudra pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian awal narasinya, salah satu kalimat yang dinarasikan oleh&lt;br /&gt;Nim adalah " I don't have to go to school. I homeschool." menarik bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1417127700539986681?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1417127700539986681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1417127700539986681' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1417127700539986681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1417127700539986681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/08/hs-intermezzo-8-nims-island.html' title='HS Intermezzo 8: Nim&apos;s Island'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-3557889820042171748</id><published>2008-07-03T10:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T10:26:16.397-07:00</updated><title type='text'>Realita 10: Otot dan Otak</title><content type='html'>(Semoga cerita berikut tidak dimaknai sebagai sebuah arogansi tetapi sebagai suara yang bisa mengingatkan kita bahwa anak-anak layak dan lebih dari siap untuk dididik dengan pola pikir yang lebih baik. Dan semoga kita sebagai orangtua HS tidak hanya mencurahkan seluruh tenaga untuk ujian semata tetapi melupakan esensi lain dari pendidikan, terlebih lagi memaknai HS hanya sebagai ajang membayar tutor supaya anak-anak lulus ujian dengan nilai baik.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, setiap 6 bulan sekali kami mendapatkan sisa-sisa soal ujian semester yang telah dilaksanakan di sekolah-sekolah dari Diknas di wilayah tempat tinggal kami. Meskipun kami menggunakan soal-soal ujian tersebut hanya untuk memantau sejauh mana perkembangan yang terjadi di dunia sekolah, setiap 6 bulan sekali selalu saja banyak soal-soal ujian tersebut yang membuat hati ini sedih sekali mulai dari kesalahan cetak/ejaan, ketidaksesuaian gambar dengan pertanyaan, pertanyaan-pertanya an konyol dengan kunci jawaban yang tidak kalah konyolnya sampai dengan soal-soal yang benar-benar menyedihkan. Hal tersedih yang kami temui kali ini ada pada mata pelajaran IPS untuk kelas 3 SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;-Petani adalah sejenis pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kunci: kasar&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;-Pekerjaan petani menggunakan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kunci: otot&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;-Nelayan mencari ikan di laut menggunakan otot, sedangkan guru mengajar menggunakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kunci: otak&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;- Untuk memenuhi kebutuhan hidup, penduduk kota sebagian besar bekerja sebagai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kunci: Pegawai Negeri&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;- Sebutkan jenis pekerjaan yang menggunakan pikiran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kunci: dokter, guru, pengacara&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;- dan pekerjaan yang menggunakan otot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kunci: petani, nelayan, tukang, sopir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah salah apabila ada keluarga yang memutuskan HS hanya karena mereka ingin anak-anak mereka memiliki pola pikir yang lebih baik, kesempatan untuk mengembangkan wawasan, benar-benar berpikir dan tidak sekedar menjawab pertanyaan yang diinginkan sesuai dengan kunci jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah salah apabila keluarga memilih untuk menghormati anak yang marah atas kunci jawaban dari pertanyaan "Sebutkan jenis pekerjaan yang menggunakan pikiran dan pekerjaan yang menggunakan otot" karena anak berpendapat "Aku pikir setiap pekerjaan pasti menggunakan otot dan otak. Kalau tidak punya otak atau kalau otak kita tidak berfungsi maka kita tidak bisa melakukan pekerjaan apapun. Dokter juga kalau tidak punya otot bagaimana bisa mengangkat stetoskopnya atau bergerak. Kalaupun ada pekerjaan yang tidak membutuhkan gerak sama sekali kita tetap menggunakan otot karena otot jantung bekerja sendiri tidak peduli kita mau atau tidak. Jadi karena setiap pekerjaan menggunakan otak dan otot maka seharusnya pekerjaan apapun adalah jawaban yang benar."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-3557889820042171748?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/3557889820042171748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=3557889820042171748' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3557889820042171748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3557889820042171748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/07/realita-10-otot-dan-otak.html' title='Realita 10: Otot dan Otak'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-3259122566235734403</id><published>2008-07-01T06:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T07:49:54.136-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 8</title><content type='html'>Di sekolah, untuk melakukan kegiatan mewarnai patung yang terbuat dari 'plaster of paris' biasanya anak-anak dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 10.000 - Rp. 20.000 rupiah tetapi dalam homeschool semua biaya itu bisa ditekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Plaster of Paris' dengan nama kimia calsium sulfate hemihydrate  bisa di beli di toko-toko pembuatan hiasan gipsum. Harganya  kurang lebih Rp. 2.000 per kilogram (Rp. 1.500 apabila membeli dalam jumlah banyak). Cetakan apapun bisa dipakai untuk membuat patung jenis ini. caranya mudah, 'plaster of paris' hanya perlu diaduk dengan air sampai adonan kental menyerupai adonan pisang goreng. Tuangkan dalam cetakan dan tunggu sekitar 1 jam/panaskan dibawah sinar matahari. 'Plaster of Paris' akan mengalami reaksi pelepasan panas dan patung yang keras akan lepas dengan sendirinya dari cetakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung siap diwarnai, tidak harus dengan cat acrylic, cat air, pensil warna, crayon dan spidol pun bisa dipakai untuk mewarnai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jadi,    Rp. 10.000 = &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mewarnai patung 'Plaster of Paris'&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tidak, Rp. 10.000 = &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;belajar membeli bahan&lt;br /&gt;                                  belajar reaksi kimia dan nama kimia&lt;br /&gt;                                  belajar seni (tentu saja)&lt;br /&gt;                                  belajar sejarah ( coba research di internet)&lt;br /&gt;                                  belajar mengenai fosil (Plaster of Paris juga digunakan untuk 'casting' fosil)&lt;br /&gt;                                  community service dan kerja sama (undang teman-teman sekampung&lt;br /&gt;                                                             untuk menikmati kegiatan bersama)&lt;br /&gt;                                  imaginasi (setelah tahu sifat-sifat 'Plaster of Paris', kembangkan ide-ide yang tidak terbatas)&lt;br /&gt;                                  dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja bisa homeschool dan dana terbatas tidak pernah menghalangi setiap keluarga untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-3259122566235734403?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/3259122566235734403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=3259122566235734403' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3259122566235734403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3259122566235734403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/07/budget-hs-8.html' title='Tip: Budget HS 8'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-4659714611447529396</id><published>2008-07-01T02:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T02:51:30.382-07:00</updated><title type='text'>Bagian 2 : Homeschool VS Ujian Persamaan</title><content type='html'>Homeschooler bisa ikut ujian persamaan apabila membutuhkan tetapi bukan berarti mereka yang ikut ujian persamaan bisa disebut homeschooler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeschooler boleh menggunakan jasa bimbingan belajar apabila memerlukan tetapi bukan berarti lembaga penyedia bimbingan belajar itu disebut homeschooling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeschooler yang memilih ikut ujian persamaan harus mendaftarkan dirinya ke diknas melalui PKBM tetapi bukan berarti bahwa PKBM itu bisa disebut homeschooling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeschooling hanyalah bagian kecil dari mekanisme pendidikan kesetaraan yang selama ini dimarginalkan karena dianggap sebagai jalur masyarakat tidak mampu tetapi tidak berarti kehadirannya boleh mengganggu/merusak tatanan yang sudah ada, apalagi mereka yang merasa berada, menyebut dirinya homeschooler, melakukan praktik-praktik tidak lazim demi sebuah ijasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga homeschooling sering menyemangati diri sendiri dengan istilah homeschool = home is cool. But it's not that cool, paling tidak 'cool'nya bersifat subyektif bagi keluarga itu sendiri jadi istilah homeschool tidak perlu dipakai untuk gembar gembor ini itu. it's not that cool really or is it?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang ujian paket A:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/01/14221657/ujian.nasional.paket.a.diminati.siswa.sd"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/01/14221657/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/01/14221657/ujian.nasional.paket.a.diminati.siswa.sd"&gt;ujian.nasional.paket.a.dimina\&lt;br /&gt;ti.siswa.sd&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-4659714611447529396?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/4659714611447529396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=4659714611447529396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4659714611447529396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4659714611447529396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/07/bagian-2-homeschool-vs-ujian-persamaan.html' title='Bagian 2 : Homeschool VS Ujian Persamaan'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-2778358671085147778</id><published>2008-06-29T01:27:00.000-07:00</published><updated>2008-06-29T01:36:00.314-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Si Induk Ayam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Salah satu pertanyaan pada kuesioner yang diberikan kepada saya oleh seorang mahasiswa yang sedang mengadakan penelitian mengenai homeschooling adalah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;“Apakah tantangan terberat dalam homeschooling?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Pilihan jawabannya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;legalitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;sosialisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;mengajar mata pelajaran yang sulit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;memperoleh bahan-bahan ajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 38pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;mengatur jadwal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;Berhari-hari bagian pertanyaan tersebut tidak saya jawab karena ada yang tidak tepat dengan pilihan jawaban yang tersedia sampai suatu hari ................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pagi itu salah satu acara yang saya tunggu-tunggu di National Geographic Channel mengudara. Acara yang berjudul ‘Brain Child’ tersebut membahas mengenai pro kontra teori mengenai kejeniusan anak. Selain karena selalu tertarik dengan teori-teori perkembangan otak, acara ‘Brain Child’ kali ini sungguh menarik minat saya karena secara spesifik membahas seorang anak prodigy bernama Marc Yu yang adalah seorang homeschooler. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Da Hye yang sedang asyik bermain dengan anak ayamnya sengaja saya ajak ikut menonton, sekedar untuk menambah wawasan bahwa banyak homeschooler lain di dunia ini. Degan muka malas dia duduk di depan TV dan berujar “Aku tidak mengerti kenapa mama tertarik dengan hal-hal seperti ini dan kenapa aku harus menontonnya.” Saya tidak menyahutnya karena saya tahu dia sedang kesal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Acara terus berjalan, menit demi menit semakin tampak jelas betapa hebatnya Marc Yu kecil ini. Tidak hanya seorang &lt;i style=""&gt;music prodigy&lt;/i&gt;, Marc Yu juga sangat hebat di bidang akademis. Pada usia 7 tahun dia sudah bisa menyelesaikan soal-soal matematika rumit tingkat &lt;i style=""&gt;high school &lt;/i&gt;dan memiliki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segudang kehebatan lainnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sepanjang acara, beberapa kali Da Hye berujar “wow”...”wow”..”jadi ini yang disebut prodigy” akhirnya serius juga dia mengikuti acara tersebut. Pada saat setelah adegan Marc Yu belajar bersama ibunya, tiba-tiba Da Hye nyeletuk “Mama menyesal tidak aku tidak lahir prodigy?” Tentu saja buru-buru saya menjawab, “sudah pasti tidak menyesal.” Tetapi saya tahu dalam hati saya berpikiran sangat jahat ‘Hm...sebenarnya enak juga kalau punya anak prodigy. Bayangkan, segala sesuatu sudah langsung bisa dan hebat. Ibu Marc Yu pasti tidak pernah merasakan betapa tersayatnya hati ini melihat darah daging kita sendiri mebuat kesalahan-kesalahan bodoh.‘&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Belum juga acara selesai, Da hye sudah beranjak dari tempat duduknya. “Aku sudah tahu inti acaranya. Sekarang aku mau main dengan anak ayamku lagi.” Saya menyaksikan sisa acara seorang diri dengan perasaan kosong. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah acara selesai, saya menghampiri Da Hye yang asyik terkekeh-kekeh bersama dua anak ayam yang membuntutinya kemanapun dia pergi. “Mama..mama..aku punya penemuan baru. Mama tahu tidak, anak ayam yang masih kecil kan selalu membuntuti mamanya. Karena sekarang mamanya tidak ada dan aku selalu membelai mereka maka mereka kira aku ini mamanya, kemanapun aku pergi mereka ikut...uha...ha..ha....” Ujar Da Hye riang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="PT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saat itu saya sadar, betapa kontrasnya sosok Marc Yu yang menghabiskan berjam-jam sehari dengan piano dan cellonya dengan Da Hye yang hanya berlatih biola beberapa menit per minggu, itupun kalau ingat. Marc Yu yang dengan cepat dan lahap mempelajari aljabar dan kalkulus kelas 12 dengan Da Hye yang masih tidak kunjung menyelesaikan bahan matematika kelas 3nya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;Marc Yu yang disebut-sebut sebagai &lt;i style=""&gt;child prodigy&lt;/i&gt; dengan Da Hye yang menyebut dirinya induk ayam. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bergegas saya mengambil lembaran kuesioner yang entah sudah berapa lama saya tumpuk di rak buku. Pada bagian pilihan jawaban atas pertanyaan “Apakah tantangan terberat dalam homeschool?” saya sisipkan pilihan jawaban versi saya sendiri dan saya lingkari&lt;b style=""&gt;: f. menerima anak yang menganggap dirinya induk ayam dan tidak mengharapkannya menjadi &lt;i style=""&gt;child prodigy&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tidak penting apakah nantinya jawaban itu dianggap aneh. Yang penting saya sudah jujur terhadap diri sendiri……..ini benar-benar salah satu tantangan terberat dalam homeschool.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-2778358671085147778?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/2778358671085147778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=2778358671085147778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2778358671085147778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2778358671085147778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/06/refleksi-homeschool-si-induk-ayam.html' title='Refleksi Homeschool: Si Induk Ayam'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-7893526480286627432</id><published>2008-06-28T22:42:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:51:57.182-07:00</updated><title type='text'>Homeschool VS Ujian Persamaan</title><content type='html'>Belakangan ini media semakin rancu mengulas mengenai homeschool. Sangat bisa dimaklumi karena kebanyakan nasa sumber yang dimintai keterangan mengenai homeschool memberikan informasi yang rancu. Salah satu yang menarik adalah mengenai homeschool dan ujian persamaan. Salah satu surat kabar memberitakan jumlah homeschooler di Indonesia pada bulan Mei 2008 adalah 3000 orang, sebuah angka yang fantastis tetapi patut dipertanyakan. Apakah mereka yang homeschool adalah mereka yang mengambil ujian persamaan? Dan apakah mereka yang mengambil ujian persamaan bisa disebut homeschooler? Kalau tidak kenapa istilah homeschool dipakai sedangkan kita tahu mekanisme ujian persamaan itu ada JAUH sebelum istilah homeschool mulai digembar-gemborkan. Tanpa ada istilah homeschoolpun sebagai warga negara kita berhak mengikuti ujian persamaan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeschool dipandang sebagai angin segar, disambut dengan eforia. Apakah sekolah sedemikian dibencinya sehingga tidak ada satu mediapun yang berani mengritisi pihak-pihak yang memberikan pemaknaan-pemaknaan ngawur mengenai homeschool dengan tujuan bisnis semata? Apakah para penulis sedang dikejar deadline sehingga tidak sempat lagi melakukan penelitian mengani homeschool? Apakah para penulis dengan berbagai tuntutan dan himpitan hidup sudah tidak memiliki tenanga lagi untuk melakukan investigasi-investigasi di lapangan tentang praktik-praktik 'ajaib' dari homeschooling? Atau, apakah selama ini pemberitaan-pemberitaan mengenai homeschool sebenarnya murni iklan terselubung tanpa niat tulus untuk menggugah semangat keluarga Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka secara mandiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi mengenai masalah ujian persamaan, ujian persamaan adalah mekanisme yang disediakan pemerintah (dalam hal ini diknas) untuk memperoleh persamaan status secara hukum (legal) bagi siapa saja yang tidak sekolah sehingga mereka memiliki kedudukan yang sama dengan mereka yang bersekolah. Beribu-ribu PKBM tersebar di seluruh nusantara dan merekalah yang selama ini menangani anak-anak/orang dewasa yang tidak sekolah untuk mendapatkan ujian persamaan selama BERTAHUN-TAHUN, jauh sebelum istilah homeschool bahkan pernah terdengar di bumi Indonesia. Setiap kantor diknas kecamatan memiliki data PKBM yang terdaftar di otoritas wilayahnya masing-masing yang menerima siapa saja yang ingin mengikuti ujian persamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kenapa sepertinya kita takut bukan kepalang kalau tidak bergabung dengan komunitas atau apapun wujudnya yang mengatasnamakan homeschool padahal sebenarnya pekerjaannya hanyalah penyalur ujian persamaan? Apakah sebenarnya kita hanya perduli dengan ijasah, takut tidak mendapat ijasah kalau-kalau tidak lulus dan berharap ada 'kesaktian' dari lembaga-lembaga tertentu? Kalau 'kesaktian' ujian pasti lulus yang dicari, tidak harus lembaga, banyak pihak yang bisa mengusahakan tetapi kenapa harus menggunakan nama homeschool? Apakah sebenarnya kita sudah pusing dengan urusan anak-anak kita yang dicap gagal di sekolah dan tidak mau tahu yang penting anak kita lulus dan karena malu tidak sekolah sebagai gantinya kita mencari sebuah nama hanya sekedar gengsi? takut dianggap miskin/tidak bonafid? Atau, apakah sebenarnya kita ini buta mengenai pendidikan sama sekali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur pendidikan formal sudah banyak dirusak oleh mereka yang tidak berpikiran panjang memikirkan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. Sekarang jalur pendidikan non-formal/informalpun sudah mulai dirusak dengan menggunakan pendifinisian homeschool yang sarat bias untuk melegitimasi pendirian bisnis-bisnis yang tidak sehat dan tidak profesional. Seandainya setiap jalur legalitas pendidikan yang ada morat-marit, kacau balau, atau bahkan hancur lebur sekalipun. Keluarga yang benar-benar menjalankan homeschool akan terus berdiri dan terus belajar bersama dalam situasi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ines Setiawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-7893526480286627432?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/7893526480286627432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=7893526480286627432' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/7893526480286627432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/7893526480286627432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/06/homeschool-vs-ujian-persamaan.html' title='Homeschool VS Ujian Persamaan'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-206436631720126190</id><published>2008-06-24T06:26:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T06:29:04.262-07:00</updated><title type='text'>HS Intermezzo 7: Barack Obama dan Homeschooling</title><content type='html'>Pada waktu nama Barack Obama mulai ramai diperbincangkan sebagai kandidat presiden Amerika Serikat, media Indonesia juga ramai membahas mengenai sosok Obama karena yang bersangkutan pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Paling tidak 2 sekolah yang pernah disinggahi Obama kecil pada waktu tinggal di Indonesia sama-sama merasa memiliki ANDIL dalam keberhasilan Barack Obama sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak banyak yang tahu, karena tidak mampu mengirim Obama ke sekolah internasional elit, ibu Obama tidak pantang menyerah. Merasa bahwa anaknya tidak cukup tertantang dengan pendidikan yang didapat di sekolahnya, setiap pagi beliau bangun jam 4 subuh untuk mengajar Obama dengan bahan korespondensi dari Amerika Serikat. &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.time.com/time/nation/article/0,8599,1729524-4,00.html"&gt;http://www.time. com/time/ nation/article/ 0,8599,1729524- 4,00.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Partly homeschooling?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak penting apakah Obama harus dikategorikan sebagai partial homescholer atau tidak karena 'claim' keunggulan homeschooling tidak ada gunanya untuk dibesar-besarkan. Yang lebih penting adalah semangat dan kerja keras ibunya yang patut dicontoh. Berani bangun jam 4 pagi dan homeschooling besok?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-206436631720126190?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/206436631720126190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=206436631720126190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/206436631720126190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/206436631720126190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/06/hs-intermezzo-7-barack-obama-dan.html' title='HS Intermezzo 7: Barack Obama dan Homeschooling'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-5840568772802502066</id><published>2008-06-21T04:03:00.000-07:00</published><updated>2008-06-21T05:12:15.401-07:00</updated><title type='text'>Realita 10: Legal, International dan Bangkrut</title><content type='html'>Awalnya saya tidak percaya ketika seorang teman menelepon setengah menjerit dengan nada yang histeris "Sekolah anakku bangkrut, aku tidak terima, pokoknya aku tidak terima.....". Saya ingat ketika 2 tahun yang lalu menemaninya pergi ke open house John Calvin School di kawasan Kelapa Gading. Seperti sekolah-sekolah dengan klaim Internasional lainnya, sekolah tersebut dilengkapi dengan brosur-brosur super dasyat, visi dan misi yang menggetarkan jiwa. Benar-benar seperti sekolah impian apalagi jelas-jelas disebut bahwa salah satu pendiri sekolah tersebut adalah mantan menteri pendidikan kita, yang tentu saja bergelad Doktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitasnya sudah pasti dijaminlah, yang mendirikan saja mantan menteri pendidikan." Begitu ujar teman saya yang histeris tersebut pada waktu itu. Beberapa kali saya membahas mengenai 'aura' guru-gurunya yang sepertinya 'underpaid' dan tertekan. "Bagaimana guru-guru tersebut bisa menghasilkan 'visionary leader' seperti yang dijanjikan sekolah sementara kelihatannya mereka sendiri apatis terhadap hidup mereka? Sepertinya ada yang salah dengan sekolah ini,&lt;br /&gt;over promise-under deliver" ujar saya pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebetulan sekolah tersebut juga menawarkan Cambridge Assessment kepada murid-muridnya maka saya sangat bersemangat ingin menanyakan berbagai hal mengenai penerapan kurikulum tersebut. Setelah dilempar dari guru satu ke guru lain dengan jawaban yang mengambang maka akhirnya saya dipertemukan kepada seorang guru asing muda yang menurut hemat saya juga tidak banyak tahu mengenai seluk beluk Cambridge Assessment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejutkan sekali bahwa sekolah tersebut akhirnya bangkrut, (lihat beritanya di:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/31/08173711/sekolah.mantan.menteri.bangkrut..."&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/31/08173711/sekolah.mantan.menteri.bangkr\&lt;br /&gt;ut...&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau presiden, menteri, pejabat, selebriti, pengusaha dan sederetan orang besar lain bisa berbuat salah dan membawa mala petaka dan mimpi buruk bagi banyak orang, apakah kita yang orang biasa harus takut hanya karena kita ingin memenuhi hak pendidikan anak-anak kita secara mandiri?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-5840568772802502066?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/5840568772802502066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=5840568772802502066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5840568772802502066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5840568772802502066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/06/realita-10-legal-international-dan.html' title='Realita 10: Legal, International dan Bangkrut'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8665698901993199520</id><published>2008-06-21T03:51:00.000-07:00</published><updated>2008-06-21T04:01:51.855-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Tukang Ayam</title><content type='html'>Ketika kita belajar mengenai bintang-bintang maka bintang-bintanglah yang akan kita pelajari. Ketika kita belajar mengenai ikan maka ikanlah yang akan kita pelajari. Tetapi seandainya kita mau membuka mata dan hati sebenarnya ada banyak pelajaran berharga yang tersembunyi dari setiap hal yang kita pelajari, yang terkadang luput dari kesadaran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Da Hye bergumam sendiri "Isn't it a miracle? I mean, can you imagine how a chicken lay an egg? Where does the shell come from?" (Tidakkah itu sebuah keajaiban? Maksudku, mama bisa membayangkan bagaimana ayam bertelur? Dari mana asalnya cangkang?) Karena dia begitu terheran-heran maka saya pikir inilah saat yang tepat untuk membawanya ke tukang ayam di pasar untuk melihat sendiri organ ayam yang menghasilkan telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya kami pergi ke pasar. Kami mengunjungi beberapa tukang ayam hidup tetapi tidak begitu beruntung karena ayam-ayam yang tersedia adalah ayam-ayam yang belum bertelur. Salah satu tukang ayam merekomendasikan satu-satunya tukang ayam di pasar yang menjual ayam-ayam yang sudah pernah bertelur, kami pun pergi ke los yang ditunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di los yang dimaksud, maka saya langsung mengemukakan maksud saya untuk menunjukkan kepada Da Hye organ ayam yang memproduksi telur. Tukang ayam&lt;br /&gt;bermuka garang dengan tato di tubuhnya dan anting-anting di telinganya tersebut&lt;br /&gt;mendengarkan celotehan saya dengan seksama. Kemudian tiba-tiba tanpa berbicara&lt;br /&gt;dia mengambil seekor ayam dan berucap doa untuk menyembelih ayam tersebut. Tidak lama kemudian ayam telah dibelahnya dan dari dalam tubuh ayam tersebut diambilnya segumpal organ yang saya maksud dan ditunjukkan kepada saya dan DaHye.&lt;br /&gt;"Ini dek yang menghasilkan telur. Lihat telur-telur yang sedang antri keluar, belum ada cangkangnya" sahutnya enteng. Karena kaget tukang ayam tersebut tiba-tiba menyembelih ayam maka saya berujar "Sebenarnya saya hanya bermaksud membeli telurnya saja, barangkali ada, tetapi karena sudah terlanjur, tidak apa-apa deh saya beli ayamnya sekalian."&lt;br /&gt;"Tidak usah bu, nanti juga laku, ini telurnya buat adik" katanya sembari memasukan organ tersebut dalam plastik. Ketika saya hendak membayar Rp.5.000 rupiah untuk organ tersebut, tukang ayam tersebut mati-matian menolak. Maka kamipun pergi dengan sangat berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, saya langsung meminta da hye untuk membaca beberapa referensi tentang telur ayam. Pagi itu saya begitu bersemangat untuk mendampingi da hye belajar mengenai reproduksi ayam tetapi da hye tidak sesemangat saya, tidak sesemangat waktu sebelum pergi ke pasar. Tiba-tiba dia berkata pelan "Mommy, that chicken man in the market...well, he looks like a gangster but he is so kind, don't you think? He doesn't seem to have much but he gives this to me for free. He even sacrificed his chicken." (mama, tukang ayam di pasar itu, dia kelihatan seperti gangster tetapi dia sangat baik, iya kan? Dia kelihatannya tidak punya banyak tetapi dia memberi ini kepadaku cuma-cuma. Dia bahkan mengorbankan ayamnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba hati saya merasa kecut. Sepanjang pagi yang saya perdulikan hanyalah organ penghasil telur tersebut dan bagaimana Da Hye bisa mengerti mengenai konsep-konsep tentang keajaiban telur ayam (dan bukankah ini adalah salah satu poin yang seharusnya dipelajari dalam kurikulum homeschool kami) tetapi keajaiban lain, tentang kebaikan hati seseorang yang kelihatannya jahat, kebaikan hati seseorang yang tidak punya banyak, tidak saya perdulikan. Saya berpikir bahwa pagi itu Da Hye telah belajar tentang proses ayam bertelur, tetapi sesungguhnya yang lebih membekas di hatinya adalah pelajaran untuk tidak menghakimi seseorang hanya berdasarkan tampak luarnya, pelajaran mengenai kemurahan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata hati anak terbuka setiap saat, mereka mampu melihat apa yang tidak atau lupa kita lihat. Saya masih harus banyak belajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8665698901993199520?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8665698901993199520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8665698901993199520' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8665698901993199520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8665698901993199520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/06/refleksi-homeschool-tukang-ayam.html' title='Refleksi Homeschool: Tukang Ayam'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1731796588043799355</id><published>2008-04-04T08:08:00.000-07:00</published><updated>2008-04-04T08:12:58.437-07:00</updated><title type='text'>Classical Homeschooling dan Daftar Great Books</title><content type='html'>Kalau rekan-rekan terinspirasi HS karena buku seperti "Well TrainedMind" atau&lt;br /&gt;"The Lost Tools of Learning", menerapkan trivium danquardivium dan mengenalkan&lt;br /&gt;anak-anak kepada "Great Books", ada beberapaalternatif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena classical homeschooling tidak secara langsung dikemas dalam 'view' agama&lt;br /&gt;tertentu, apabila kita memerlukan bahan untuk menunjang classical homeschooling&lt;br /&gt;berdasarkan 'view' dari keyakinan yang kita anut, beberapa yang bisa dikunjungi:&lt;br /&gt;islam classical homeschooling: &lt;a href="http://kinzaacademy.com/index.php"&gt;http://kinzaacademy.com/index.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;christian classical homeschooling: &lt;a href="http://www.triviumpursuit.com/index.php"&gt;http://www.triviumpursuit.com/index.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalayak sering beranggapan bahwa classical homeschooling adalah&lt;br /&gt;metode homeschooling termahal (ready made curriculumnya jarang ada yang&lt;br /&gt;terjangkau untuk ukuran masyarakat Indonesia secara umum). Kalau kita tidak&lt;br /&gt;terikat pada 'view' agama tertentu, sebenarnya metode classical homeschooling&lt;br /&gt;adalah metode termurah karena semua yang masuk dalam daftar "Great Books" bisa&lt;br /&gt;kita peroleh gratis di www.gutenberg.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam daftar "Great Books" (satu penulis kemungkinan menulis lebih&lt;br /&gt;dari satu buku):&lt;br /&gt;Aeschylus. Apollonius. Aquinas. Archimedes. Aristophanes. Aristotle. Augustine.&lt;br /&gt;Marcus Aurelius. Austen. Francis Bacon. Balzac. Bergson. Berkeley. The Bible.&lt;br /&gt;Bohr. Boswell. Calvin. Cather. Cervantes. Chaucer. Chekhov. Conrad. Copernicus.&lt;br /&gt;Dante. Darwin. Descartes. Dewey. Dickens. Diderot. Dostoevsky. Eddington.&lt;br /&gt;Einstein. George Eliot. T.S. Eliot. Emerson. Engels. Epictetus. Erasmus. Euclid.&lt;br /&gt;Euripides. Faraday. Faulkner. Fielding. Fitzgerald. Fourier. Freud. Galen.&lt;br /&gt;Galileo. Gibbon. Gilbert. Goethe. Hamilton. Hardy. Harvey. Hegel. Heidegger.&lt;br /&gt;Heisenberg. Herodotus. Hippocrates. Hobbes. Homer. Hume. Huygens. Ibsen. Henry&lt;br /&gt;James. William James. Jay. Joyce. Kafka. Kant. Kepler. Keynes. Kierkegaard.&lt;br /&gt;Lawrence. Leibnitz. Locke. Lucretius. Machiavelli. Madison. Mann. Marx.&lt;br /&gt;Melville. Mill. Milton. Moliere. Montaigne. Montesquieu. Nietzsche. Newton.&lt;br /&gt;Nicomachus. O'Neill. Orwell. Paine. Pascal. Planck. Plato. Plotinus. Plutarch.&lt;br /&gt;Poincare. Proust. Ptolemy. The Quran&lt;br /&gt;(Koran). Rabelais. Racine. Rousseau. Russell. Schroedinger. Shaw. Shakespeare.&lt;br /&gt;Adam Smith. Sophocles. Spinoza. Sterne. Swift. Tacitus. Thoreau. Thucydides.&lt;br /&gt;Tolstoy. Tocqueville. Twain. Veblen. Virgil. Voltaire. Whitehead. Wittgenstein.&lt;br /&gt;Woolf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat tidak perlu diperdebatkan, apapun keyakinan agama kita, Bible dan Quran&lt;br /&gt;tetap masuk dalam daftar Great Books yang perlu dipelajari HSer apabila berniat&lt;br /&gt;mengadopsi metode classical, dan itu berarti pula buku-buku Charles Darwin dan&lt;br /&gt;Karl Marx dianggap sama pentingnya untuk dipelajari. Jadi, keterbatasan&lt;br /&gt;financial tidak lagi menghalangi keluarga yang ingin mengadopsi classical&lt;br /&gt;homeschooling.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1731796588043799355?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1731796588043799355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1731796588043799355' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1731796588043799355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1731796588043799355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/04/classical-homeschooling-dan-daftar.html' title='Classical Homeschooling dan Daftar Great Books'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-2516250916796540934</id><published>2008-03-15T07:32:00.000-07:00</published><updated>2008-03-15T08:50:35.174-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Sparta dan Athens</title><content type='html'>Minggu lalu Da Hye memilih untuk belajar mengenai sejarah Yunani kuno. Karena sudah cukup besar untuk bisa menentukan buku-buku apa saja yang dibutuhkan dan website apa saja yang bisa menunjang belajarnya, maka saya membiarkannya melakukan segala sesuatunya sendiri. Pekerjaan luar biasa banyak minggu itu sehingga hampir tidak ada satu topik mengenai sejarah Yunani kuno yang sedang dipelajari Da Hye sempat saya baca dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu pagi-pagi sekali Da Hye berujar "Hari ini aku akan belajar mengenai 'city-state' di Yunani, tetapi hanya beberapa yang paling kuat saja. Mungkin nanti aku akan menulis perbandingan 2 'city-state' yang menarik. Mama mau baca?" karena pekerjaan sedang menunggu maka saya langsung mengiyakan. Ah...bahagianya, jerit saya dalam hati. Kebetulan sekali saya sedang sangat sibuk dan Da Hye sangat tidak merepotkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari masih pagi, Da Hye bilang bahwa pelajarannya sudah selesai dan ingin main lompat tali di luar. Sambil stress karena kurang tidur dan memikirkan pekerjaan, dalam hati saya bertanya-tanya 'cepat sekali belajarnya...apa yang sudah dipelajarinya? tadi pagi nadanya begitu serius, seharusnya paling tidak dia sekarang masih berkutat dengan buku-bukunya bukan bermain lompat tali.' Saya pergi melihat hasil tulisannya, di atas meja hanya ada selembar peta yunani (yang telah diprintnya tadi malam) dengan beberapa tambahan keterangan tulisan tangan mengenai 5 'city-state' terkuat di Yunani kuno dan satu lembar kertas yang hampir kosong berjudul "Sparta Vs Athens". Di bawah judul kertas kedua hanya ada sedikit tulisan Da Hye yang tidak rapi berbunyi "Sparta = My father"dan "Athens = My mother".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sekali rasanya pingsan pagi itu. Sedih sekali melihat ulasan komparatif mengenai topik yang begitu besar hanya berupa 6 kata, benar-benar 6 kata yang tidak 'nyambung'. Saya beranjak menemui Da Hye yang sedang riang memamerkan 'jurus-jurus' baru lompat talinya. Saya berusaha sabar dan bertanya,&lt;br /&gt;"Kamu akan menyelesaikan ini setelah lompat tali? Sudah tidak sabar lompat tali ya, makanya belajarnya buru-buru?"&lt;br /&gt;"Tidak ma, itu sudah selesai." sahutnya santai tanpa merasa bersalah.&lt;br /&gt;"Tetapi di sini hampir tidak ada tulisannya kecuali ini." Kata saya dengan oktaf sedikit lebih tinggi.&lt;br /&gt;" Sulit menjelaskannya kalau mama tidak membaca. Mama harus membaca dulu baru mengerti kenapa aku menulis seperti itu. Pokoknya ceritanya panjang. Tapi nanti malam kalau mama punya waktu aku tidak keberatan cerita alasannya, tetapi sekarang aku lagi seru lompat tali....tambah sedikit lagi ya waktu lompat talinya, plezzzzzzzzz"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masih kesal saya kembali mengurus pekerjaan. Dalam hati saya masih tidak terima. Saya bertekad untuk meluangkan waktu membaca mengenai Sparta dan Athens hari itu juga. Malam itu saya membaca mengenai Sparta dan Athens lebih teliti dari biasanya. Tidak lama setelah larut dalam bacaan, entah kenapa saya mulai tersenyum sendiri. Saat itu saya tahu kenapa Da Hye menuliskan apa yang dia tuliskan. Meskipun kesimpulan Da Hye bahwa papanya mirip dengan karakter Sparta dan saya dengan karakter Athens terdengar sangat konyol dan dangkal. Sebenarnya kesimpulan itu tidak akan bisa dia buat kalau dia tidak telah terbenam dalam buku tersebut. Kalau dipikir-pikir, kesimpulan Da Hye yang pendek dan sedikit menyebalkan itu sebenarnya sangat orisinil, dia menarik kesimpulan atas hal yang dia mengerti dengan percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian hari itu membuat saya malu pada saya sendiri, setelah sekian tahun homeschooling, sebenarnya apakah saya benar-benar ingin memenuhi kebutuhan pendidikan Da Hye atau saya hanya mengaharapkan dia untuk memenuhi kebutuhan saya. Kebutuhan saya untuk melihat hasil yang bagus-bagus darinya, hasil yang cemerlang? Malam itu juga saya  bergegas menyimpan  lembaran hampir kosong tersebut dalam  folder portofolio Da  Hye supaya tidak terselip dan hilang. Biarlah orang  berpikir  "Tulisan seperti itu kenapa disimpan? Apa istimewanya? Apa bagusnya?"......tidak apa-apa, hanya saya yang tahu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-2516250916796540934?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/2516250916796540934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=2516250916796540934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2516250916796540934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2516250916796540934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/03/refleksi-homeschool-sparta-dan-athens.html' title='Refleksi Homeschool: Sparta dan Athens'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8006496530036668921</id><published>2008-03-07T23:54:00.000-08:00</published><updated>2008-06-24T06:47:51.485-07:00</updated><title type='text'>Realita 9 : Harga Sebuah Legalitas</title><content type='html'>Seberapa banyak dari kita yang tahu bagaimana caranya mendirikan&lt;br /&gt;sebuah sekolah dan mendapat status 'legal' dari diknas? Sayang sekali&lt;br /&gt;kisah-kisah menarik yang terjadi di balik layar tertutup tidak pernah&lt;br /&gt;membuat kita penasaran dan bertanya-tanya. tidak perduli, naif atau takut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tangerang setidaknya, sekolah legal berarti yayasan yang telah&lt;br /&gt;membayar calo sebesar Rp. 2 juta untuk memperoleh ijin dari diknas&lt;br /&gt;setempat. Kita pasti berujar "TIDAK MUNGKIN.....TIDAK&lt;br /&gt;MUNGKIN......pemerintah memiliki peraturan sangat ketat. Pemerintah&lt;br /&gt;meregulasi dunia pendidikan kita dengan ketat. Itu tidak mungkin&lt;br /&gt;terjadi." Tidak hanya itu saja, kontrol yang biasa dilakukan berkala&lt;br /&gt;biasanya hanya bersifat basa-basi, bertumpuk-tumpuk berkas yang&lt;br /&gt;harusnya dipakai untuk mengevaluasi kinerja sekolah bisa 'diborongkan'&lt;br /&gt;seperti yang terjadi di kantor pajak. Seperti apa kinerja guru atau&lt;br /&gt;murid tidak ada yang memperdulikan. Pengusaha mini market bisa&lt;br /&gt;melebarkan bisnisnya dengan mendirikan sekolah. 'BEPnya cepat,&lt;br /&gt;investasi hanya satu kali penghasilan yang didapat seumur hidup'&lt;br /&gt;begitulah logika singkatnya. Tetapi pada akhirnya, praktik-praktik&lt;br /&gt;yang seperti itu tetap menikmati status LEGAL, sekolah LEGAL, ujian&lt;br /&gt;LEGAL, rapor LEGAL, ijasah LEGAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya demi sebuah legalitas terkadang karena kendala geografis, banyak&lt;br /&gt;keluarga terpaksa memasukkan anak-anak ke sekolah seperti itu. Masih&lt;br /&gt;perlukan kita merasa takut karena sebuah LEGALITAS?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8006496530036668921?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8006496530036668921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8006496530036668921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8006496530036668921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8006496530036668921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/03/realita-9-harga-sebuah-legalitas.html' title='Realita 9 : Harga Sebuah Legalitas'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-5764183763532917029</id><published>2008-03-07T23:53:00.000-08:00</published><updated>2008-03-08T00:47:55.181-08:00</updated><title type='text'>Realita 8</title><content type='html'>Tahun ajaran baru masih beberapa bulan ke depan tetapi sekolah-sekolah telah gencar melakukan 'open house' untuk menarik para pelanggan baru. Salah satu teman bermain Da Hye, anak Korea tetangga kami sebut saja HY, mengundang  kami untuk menghadiri 'open house' di sekolahnya. Wajahnya begitu memelas memohon-mohon kami untuk datang karena setiap murid ditugaskan untuk membawa tamu di acara tersebut. Demi menyenangkan hatinya dan memberikan pengalaman kepada Da Hye, maka kamipun setuju untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah HY di bilangan Kebon Jeruk sangatlah besar dan megah. Berbagai fasilitas ada di sana. Meskipun fasilitas yang ada hampir semua rata-rata, perpustakaannya sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;"Kamu sungguh beruntung punya perpustakaan sebagus ini" komentar saya kepada HY&lt;br /&gt;"Iya, tapi aku jarang bisa membaca." jawab HY&lt;br /&gt;"Kenapa?" tanya saya penasaran&lt;br /&gt;"Setiap hari aku sibuk, di sekolah tidak ada waktu untuk membaca. Bukunya juga tidak bisa dipinjam tetapi bisa pinjam juga tidak ada gunanya karena setiap hari kami ada tugas macam-macam, tidak ada waktu." sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang meskipun mau dan mampu membayar sangat mahal, tidak semua anak/keluarga beruntung bisa menemukan sekolah yang memberikan kesempatan buat anak-anak untuk membaca. Kalau sebuah kelurga menemukan jalan lain bagi anak-anaknya untuk bisa membaca buku-buku yang memperkaya tanpa harus mengeluarkan berpuluh-puluh juta setiap tahunnya, apakah membayar mahal untuk hanya bisa/sempat membaca teksbook  menjadi sebuah keharusan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-5764183763532917029?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/5764183763532917029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=5764183763532917029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5764183763532917029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5764183763532917029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/03/realita-8.html' title='Realita 8'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-6756008542762079813</id><published>2008-03-01T03:04:00.000-08:00</published><updated>2008-10-10T07:50:15.094-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 7</title><content type='html'>Bisa belajar dengan bahan-bahan belajar yang dipakai sekolah-sekolah unggulan di luar negeri pasti mahal. Pasti harus mengeluarkan uang ratusan juta per tahun dengan jalan masuk ke sekolah internasional. Atau paling tidak mengeluarkan ratusan sampai ribuan dollar per tahun untuk bisa membeli bahan HS siap pakai dari luar negeri.  TIDAK LAGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya? Beli bahan-bahan belajar yang diinginkan di 'second-hand' market. Beberapa hari yang lalu, 7 literatur sebagai bahan belajar HSer kami di grade 4 sampai tanpa cacat, 1 hari lebih cepat dari yang dijanjikan penjual.  Meskipun buku-buku tersebut adalah buku bekas, kondisinya hampir seperti baru.  Saya seharusnya mengeluarkan US$480 apabila membelinya dari HS curriculum provider. Tetapi di 'second hand' market, saya hanya mengeluarkan TOTAL US$7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan hanya sekedar tip mengatur anggaran HS, tetapi HS memang benar-benar asyik!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-6756008542762079813?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/6756008542762079813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=6756008542762079813' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6756008542762079813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6756008542762079813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/03/budget-hs-7.html' title='Tip: Budget HS 7'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-6698648241408243419</id><published>2008-02-27T19:54:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T19:58:15.703-08:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Ujian untuk siapa?</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; konfirmasi ujian dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:placetype&gt; of &lt;st1:placename st="on"&gt;Cambridge&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; itu datang juga. Itu berarti resmi, 100%, Da Hye akan menjadi kandidat ujian tanggal 6 Maret ini. Setelah perjuangan yang cukup lama dan mendebarkan, seharusnya saya senang tetapi tiba-tiba entah kenapa saya justru merasa stress. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;Ini adalah untuk yang pertama kalinya Da Hye ujian di sepanjang hidupnya. Dia akan berhadapan dengan orang-orang yang tidak dia kenal, berhadapan dengan ‘oral examiner’ pada bagian ujian lisan. Tidak hanya itu, Da Hye memaksa langsung mengambil ujian tingkat terakhir yang umumnya baru diambil anak pada usia 12 tahun dan dia baru saja ulang tahun yang ke 9. Argghhh……belum lagi semua ujian ini dilakukan dalam frame ‘British English’ sedangkah Da Hye mengklaim dirinya bisa ‘British English’ karena dia belajar dari Mr. Bean. Gubrak! Tidak adakah pilihan yang lebih baik selain Mr.Bean? Lengkap sudah penderitaan saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;Pagi ini karena tidak tahan saya ungkapkan unek unek saya kepada Da Hye. Terutama karena meskipun tahu akan ujian, Da Hye belajar yang lain-lain kecuali bahan ujiannya. Bahkan setelah mendapatkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; konfirmasi ujiannya, hal pertama yang dilakukan adalah bermain keluar rumah dan pulang dengan celana sobek karena tersangkut pohon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;Saya bercerita bagaimana saya dulu menghadapi ujian sebagai pembuka pembicaraan. Tidur tengah malam, bangun subuh, belajar terus menerus bahkan di bis, angkutan sampai detik-detik terakhir sebelum memasuki ruang ujian. Rupanya Da Hye tidak mengerti karena komentarnya singkat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;Poor mom, I am sorry for you&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt; Ditengah-tengah kegundahan, saya akhirnya tidak tahan bilang juga ke Da Hye: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;“Harusnya mungkin kamu tidak mengambil ujian level terakhir.” (dalam pikiran: nak, kamu tidak jenius dan itu tidak apa-apa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;“Kenapa? Aku sudah lihat semua bahannya dan aku bisa. Mama bilang aku boleh ujian kalau aku sudah siap dan bisa. Sekarang ini aku sudah siap dan bisa.” Sahutnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;“Iya, tetapi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; kamu belum pernah pengalaman ujian sama sekali. Kalau gagal bagaimana?” tidak tahu kenapa saya punya mentalitas lemah seperti ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;“Mama menghina sekali. Aku akan bawa pulang 15 &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;ambridge &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;rests nanti he..he..atau kalau gagal tidak apa-apa &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Aku akan ambil ujian lagi.” &lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US"  style="font-size:100%;color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada gunanya lagi berdebat. Saya terdiam. Stress ini adalah milik saya kenapa saya justru berusaha menularkannya ke Da Hye. Tiba-tiba Da Hye nyeletuk lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;“Kenapa mama tidak percaya kepada aku? Mama selalu bilang bahwa belajarku adalah keputusanku. Sekarang aku mengambil keputusan untuk ujian di level terakhir. Aku bisa tanggung jawab atas keputusanku. Mama harus percaya.” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;Saya seperti disambar geledek. Selama ini saya selalu menanamkan nilai-nilai HS kami kepada Da Hye dan saat ini justru saya sendiri yang melanggarnya, saya sendiri yang meragukannya. Da Hye siap menhadapi ujian yang akan diberikan pada dirinya tidak perduli apa hasilnya nanti tetapi ternyata saya tidak siap menghadapi ujian sebagai ibu HSer. Saya perlu belajar lebih banyak lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;(catatan: dalam ujian tahap ini hasil diberi nilai berupa ‘&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;ambridge &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:100%;"&gt;rests’ sejumlah 3 sampai dengan maksimum 15)&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="color:black;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-6698648241408243419?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/6698648241408243419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=6698648241408243419' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6698648241408243419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6698648241408243419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/02/refleksi-homeschool-ujian-untuk-siapa.html' title='Refleksi Homeschool: Ujian untuk siapa?'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-4151497021327896914</id><published>2008-02-23T08:35:00.000-08:00</published><updated>2008-06-24T06:37:42.301-07:00</updated><title type='text'>HS Intermezzo 6: Untuk para ibu yang merasa tidak punya nilai</title><content type='html'>Ibu yang memilih menjadi 'stay at home mom' saja memiliki nilai&lt;br /&gt;sebesar ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reuters.com/article/lifestyleMolt/idUSN0950920220080509"&gt;http://www.reuters.com/article/lifestyleMolt/idUSN0950920220080509&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;apalagi kalau ditambah anak-anaknya HS. Dalam standar ukuran negara&lt;br /&gt;manapun, nilainya tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ibu-ibu yang pada saat ini sedang terkena badai minder karena&lt;br /&gt;memilih tinggal di rumah....cheer up!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-4151497021327896914?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/4151497021327896914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=4151497021327896914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4151497021327896914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4151497021327896914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/02/hs-intermezzo-6-untuk-para-ibu-yang.html' title='HS Intermezzo 6: Untuk para ibu yang merasa tidak punya nilai'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1571450128742443126</id><published>2008-02-23T08:33:00.000-08:00</published><updated>2008-06-24T06:33:39.768-07:00</updated><title type='text'>HS Intermezzo 5: Apa kata Alfin Toffler dan Bill Gates?</title><content type='html'>Kita semua tahu, tujuan pendidikan seharusnya tidak hanya diukur dari aspek&lt;br /&gt;sosial-ekonomi, tidak hanya diukur dari bagaimana nantinya para lulusan bisa&lt;br /&gt;bekerja dan memberi nilai tambah pada perekonomian. Tetapi apabila setelah&lt;br /&gt;sekian tahun mengenyam pendidikan dan hasilnya adalah menganggur atau bekerja&lt;br /&gt;dengan penghasilan yang memprihatinkan, seharusnya kita mempertanyakan lagi apa&lt;br /&gt;benar kita sudah mendapat pendidikan yang seharusnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali apa yang diucapkan Alfin Toffler dalam link berikut:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.edutopia.org/future-school"&gt;http://www.edutopia.org/future-school&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-"The public school system is designed to produce a workforce for an economy&lt;br /&gt;that will not be there."&lt;br /&gt;-"Schools are supposed to be preparing kids for the business world oftomorrow,&lt;br /&gt;to take jobs, to make our economy functional. The schools arechanging, if&lt;br /&gt;anything, at 10 miles per hour. So, how do you match aneconomy that requires 100&lt;br /&gt;miles per hour with an institution likepublic education? A system that changes,&lt;br /&gt;if at all, at 10 miles perhour?"&lt;br /&gt;-"Maybe it's important for teachers to quit for three or four years and godo&lt;br /&gt;something else and come back. They'll come back with better ideas.They'll come&lt;br /&gt;back with ideas about how the outside world works, in waysthat would not have&lt;br /&gt;been available to them if they were in theclassroom the whole time."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih saja berpendirian bahwa "Sekolah adalah cara/model terbaik yang bisa&lt;br /&gt;mempersiapakan anak-anak untuk memasuki dunia kerja/dunia nyata" padahal&lt;br /&gt;sebagian besar sekolah bahkan tidak pernah memberi tahu atau mempersiapkan&lt;br /&gt;anak-anak didiknya untuk mengetahui tantangan apa saja yang mereka harus hadapi&lt;br /&gt;di dunia kerja. Murid tidak tahu karena guru juga tidak tahu. Maka dari itu&lt;br /&gt;tidak heran kita semua pasti familiar dengan istilah "Sekolah dan pekerjaan&lt;br /&gt;tidak nyambung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Semoga tulisan ini tidak menyinggung kalangan sekolah/guru, karena kritik ini&lt;br /&gt;juga berlaku bagi kita keluarga HS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1571450128742443126?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1571450128742443126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1571450128742443126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1571450128742443126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1571450128742443126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/02/hs-intermezzo-5-apa-kata-alfin-toffler.html' title='HS Intermezzo 5: Apa kata Alfin Toffler dan Bill Gates?'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1224400809895337713</id><published>2008-02-23T08:32:00.000-08:00</published><updated>2008-02-23T08:45:56.090-08:00</updated><title type='text'>HS Intermezzo 4: Bingung Sendiri</title><content type='html'>Kalau dipikir-pikir, HS di Indonesia ternyata memiliki tantangan yang lebih banyak daripada di luar Indonesia. Dan meskipun tantangan ini hanya berupa pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang sekitar, kadang-kadang pertanyaannya begitu 'ajaib' sehingga entah harus dijawab bagaimana. Kalau keluarga HS di luar Indonesia paling-paling hanya dihadapkan pada pertanyaan 'bagaimana sosialisasinya?', 'bagaimana legalisasinya?', bandingkan dengan apa yang kami alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu orang tahu kami HS, berikut adalah pertanyaan-pertanyaan ajaib yang sering kami dapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "HS di mana?" DI RUMAH "Iya tapi di mana?" YA DI RUMAH ATAU DIMANA SAJA. "Lho kan HS ada sekolahnya. HS situ tidak ada sekolahnya?" (%##$%@ BINGUNG SENDIRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Kenapa HS? Anaknya punya bakat khusus ya? Artis, model atau penyanyi." TIDAK SEMUA, ANAK SAYA BIASA-BIASA SAJA. "Lho terus kenapa HS?" (%##$%@ BINGUNG SENDIRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Maaf ya, sepertinya anaknya normal-normal saja, tidak ada kelainan. Kenapa tidak masuk sekolah biasa saja?" &lt;kemudian&gt; "hayo, malas sekolah ya?" (%##$%@ BINGUNG SENDIRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "HS tentu saja hasilnya lebih baik dari sekolah, lha gurunya privat semua tetapi kan itu tidak bisa untuk semua orang. coba ibu keluar berapa juta sebulan? Tidak semua orang mampu bayar segitu." BAPAK TAHU HS DARI MANA? (%##$%@ BINGUNG SENDIRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Murid di HS anaknya banyak ya?" MAKSUDNYA? "Iya, di kelasnya ada berapa?" MAAF KAMI HS BUKAN SEKOLAH "Lho tapi di dekat rumah saya ada sekolah HS." (%##$%@ BINGUNG SENDIRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Uang pangkal sama SPPnya HS kan tidak murah juga, kenapa masih memutuskan HS?" SAYA TIDAK MENGERTI MAKSUD IBU KARENA KAMI HS TANPA UANG PANGKAL DAN SPP (%##$%@ BINGUNG SENDIRI) dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah tahun pertanyaan yang kami dapat sebagai keluarga HS semakin aneh-aneh. Ternyata itu semua terjadi karena kami banyak ketinggalan berita. Hari ini seorang sahabat mengirim email yang berisi pesan singkat. "Sepertinya kamu harus membaca berita terbitan hari ini: &lt;a href="http://www.majalahtrust.com/bisnis/peluang/"&gt;http://www.majalahtrust.com/bisnis/peluang/&lt;/a&gt; ....well, rupanya HS juga tidak beda dengan sekolah-sekolah yang sedang trend saat ini." Ah.....rupanya saya memang benar-benar ketinggalan jaman. Pantas saja saya bingung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini kami berdua keluar menonton pertandingan basket di universitas di dekat rumah, seorang bapak menyapa "Mumpung besok libur, jadi keluar bersama ya?" lalu bapak tersebut bertanya, "anaknya sekolah di mana?" Kalau biasanya saya menjawab 'anak saya HSer', untuk pertama kalinya dalam kehidupan HS kami, saya menjawab "Anak saya tidak sekolah." Entah kenapa jawaban tersebut keluar....mungkin karena kami ingin menikmati pertandingan dan tidak ingin menjadi BINGUNG SENDIRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/kemudian&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1224400809895337713?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1224400809895337713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1224400809895337713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1224400809895337713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1224400809895337713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/02/hs-intermezzo-4-bingung-sendiri.html' title='HS Intermezzo 4: Bingung Sendiri'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-4290673541768195915</id><published>2008-02-23T08:30:00.000-08:00</published><updated>2008-02-23T08:42:22.545-08:00</updated><title type='text'>HS Intermezzo 3: Sekolah XXX</title><content type='html'>Sering tidak mendengar orang bertanya, "Sekolah anakmu nasional plus atau tidak?". Belum reda demam sekolah nasional plus, sekarang ada lagi istilah sekolah nasional plus X. Sekolah tersebut menyebut dirinya plus X karena memasukkan kurikulum ICT di dalamnya.(salah satu contohnya:&lt;a href="http://kompas.com/kompas-cetak/0704/26/jateng/52153.htm"&gt; http://kompas.com/kompas-cetak/0704/26/jateng/52153.htm&lt;/a&gt;) Mungkin tidak lama lagi akan muncul sekolah-sekolah nasional plus XXX di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak orang yang tahu, meskipun pada prakteknya sekolah-sekolah tersebut mungkin tidak melanggar UU, istilah sekolah nasional plus apalagi sekolah nasional plus X tidak pernah disebut dalam UU Sisdiknas No.20 tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang rekan pernah berkomentar 'Namanya juga orang jualan, bungkus menentukan juga. Lagipula jualannya laku laris manis, masyarakat memang suka yang begitu-begitu. Biar akal-akalan, kalau yang beli mau, bisa apa?' Ada benarnya juga....hm inilah sebagian potret pendidikan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-4290673541768195915?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/4290673541768195915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=4290673541768195915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4290673541768195915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4290673541768195915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/02/hs-intermezzo-3-sekolah-xxx.html' title='HS Intermezzo 3: Sekolah XXX'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-676003435114563463</id><published>2008-02-14T17:54:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T17:57:30.386-08:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Mama kan Orang Indonesia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Mama &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt; orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, kenapa tidak tahu nama binatang-binatang ini?” begitu protes Da Hye karena saya tidak tahu bahasa Indonesia dari beberapa binatang tidak bertulang belakang yang berhasil dia kumpulkan dari kolam pasang surut sedangkan dia tahu bahasa Inggris dan bahasa Koreanya.. Dari sekian banyak binatang yang dia kumpulkan ada ‘nudibranch’, ‘cowrie’, ‘barnacle’, ‘chiton’, dan ‘limpet’ yang saya tidak tahu bahasa Indonesianya., &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ingin sekali membalas protesnya saat itu ‘Mama memang tidak tahu tetapi mama bukan satu-satunya orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang tidak tahu bahasa Indonesia binatang-binatang itu. Presiden kita juga belum tentu tahu. Grrrr….’ Ah, kekanak-kananan sekali saya kalau seperti itu. Kalau dipikir-pikir, malu sendiri sebenarnya hati ini. Sepanjang sejarah persekolahan, saya selalu mendapatkan nilai di atas rata-rata dalam semua mata pelajaran yang berhubungan dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tetapi hal sederhana seperti itu saya tidak tahu atau mungkin tidak pernah dididik untuk mau tahu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Mungkin kalimat ‘poverty in a land of such plenty’ (kemelaratan di tanah yang berkelimpahan) dengan berat hati harus kita terima untuk menggambarkan apa yang terjadi di tanah air ini. Kita bisa menghabiskan berjam-jam tanpa henti menyalahkan setiap kambing hitam atas kondisi ini tetapi kita juga bisa menggunakan satu menit saja untuk sadar bahwa kita semua butuh ‘pendidikan’. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Setelah bertanya pada banyak orang, mencari referensi di berbagai toko buku dan internet, saya masih tidak tahu nama binatang-binatang itu. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-676003435114563463?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/676003435114563463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=676003435114563463' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/676003435114563463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/676003435114563463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/02/refleksi-homeschool-mama-kan-orang.html' title='Refleksi Homeschool: Mama kan Orang Indonesia'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-3948665392713978845</id><published>2008-02-12T18:01:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T18:04:55.594-08:00</updated><title type='text'>Disiplin</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;“Kalau tidak dengan hukuman, bagaimana anak bisa disiplin?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;“Kalau tidak dengan kekerasan, bagaimana anak mau mendengarkan orangtua?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;“Kalau tidak ditakut-takuti, bagaimana anak mau mengerjakan sesuatu?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;“Kalau tidak dengan aturan yang ketat, bagaimana anak mau belajar, bisa belajar dan berhasil?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;Begitulah kira-kira beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan kalangan yang tidak percaya bahwa anak bisa disiplin tanpa hukuman, pemaksaan, ancaman, kekerasan atau aturan ketat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt; cuplikan menarik yang ditulis E.B. White dalam bukunya yang berjudul “Stuart Little” mengenai disiplin:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;"Do you think you can maintain discipline?" asked the Superintendent. "Of course I can," replied Stuart. "I'll make the work interesting and the discipline will take care of itself." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;(“Apakah kamu bisa memelihara kedisiplinan?” tanya superintenden. “tentu aku bisa” jawab Stuart “Aku akan membuat pekerjaan menjadi menyenangkan dan disiplin akan terjadi dengan sendirinya.” )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;Sebagian dari kita mungkin per&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;aya bahwa disiplin berarti melakukan sesuatu yang tidak enak dengan terpaksa. Tetapi disiplin yang berbuah adalah disiplin yang dilakukan dengan suka &lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Arial;"&gt;cita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-3948665392713978845?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/3948665392713978845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=3948665392713978845' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3948665392713978845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3948665392713978845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/02/disiplin.html' title='Disiplin'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-5826875348752187997</id><published>2008-01-29T04:22:00.000-08:00</published><updated>2008-06-24T06:45:41.715-07:00</updated><title type='text'>Realita 8</title><content type='html'>Tahun ajaran baru masih beberapa bulan ke depan tetapi sekolah-sekolah telah&lt;br /&gt;gencar melakukan 'open house' untuk menarik para pelanggan baru.Salah satu teman&lt;br /&gt;bermain Da Hye, anak Korea tetangga kami sebut sajaHY, mengundang kami untuk&lt;br /&gt;menghadiri 'open house' di sekolahnya.Wajahnya begitu memelas memohon-mohon kami&lt;br /&gt;untuk datang karena setiapmurid ditugaskan untuk membawa tamu di acara tersebut.&lt;br /&gt;Demimenyenangkan hatinya dan memberikan pengalaman kepada Da Hye, makakamipun&lt;br /&gt;setuju untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah HY di bilangan Kebon Jeruksangatlah besar dan megah. Berbagai fasilitas&lt;br /&gt;ada di sana. Meskipunfasilitas yang ada hampir semua rata-rata, perpustakaannya&lt;br /&gt;sungguh luarbiasa.&lt;br /&gt;"Kamu sungguh beruntung punya perpustakaan sebagus ini" komentar saya kepada HY&lt;br /&gt;"Iya, tapi aku jarang bisa membaca." jawab HY&lt;br /&gt;"Kenapa?" tanya saya penasaran&lt;br /&gt;"Setiaphari aku sibuk, di sekolah tidak ada waktu untuk membaca. Bukunya&lt;br /&gt;jugatidak bisa dipinjam tetapi bisa pinjam juga tidak ada gunanya karenasetiap&lt;br /&gt;hari kami ada tugas macam-macam, tidak ada waktu." sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadangmeskipun mau dan mampu membayar sangat mahal, tidak semua&lt;br /&gt;anak/keluargaberuntung bisa menemukan sekolah yang memberikan kesempatan&lt;br /&gt;buatanak-anak untuk membaca. Kalau sebuah kelurga menemukan jalan lain&lt;br /&gt;bagianak-anaknya untuk bisa membaca buku-buku yang memperkaya tanpa&lt;br /&gt;harusmengeluarkan berpuluh-puluh juta setiap tahunnya, apakah membayar&lt;br /&gt;mahaluntuk hanya bisa/sempat membaca teksbook menjadi sebuah keharusan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-5826875348752187997?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/5826875348752187997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=5826875348752187997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5826875348752187997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5826875348752187997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/01/realita-8.html' title='Realita 8'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-334098207355948699</id><published>2008-01-29T04:21:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T04:24:50.921-08:00</updated><title type='text'>Realita 7</title><content type='html'>Suatu kali, salah seorang teman, guru yang berdedikasi tinggi di salah satu&lt;br /&gt;sekolah dengan fasilitas lengkap berujar "Pada akhirnya memang hanya anak-anak&lt;br /&gt;yang mendapatkan pendampingan dari orangtuanyalah yang biasanya bisa 'survive'&lt;br /&gt;di kelas, yang lain seperti penggembira saja. Meskipun mengajar di kelas dengan&lt;br /&gt;populasi kecil, saya tidak pernah bisa merasa maksimal memberikan yang terbaik.&lt;br /&gt;Halangannya terlalu banyak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau menghela nafas dan melanjutkan, "Yang lebih menyedihkan, setiap&lt;br /&gt;hari saya berusaha keras dan tidak pernah mendapatkan hasil yang maksimum di&lt;br /&gt;kelas sedangkan saya membiarkan anak-anak saya dididik alakadarnya di sekolah&lt;br /&gt;lain karena saya tidak mampu menyekolahkan di tempat saya bekerja. Seperti&lt;br /&gt;lingkaran setan saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sebuah keluarga memiliki pilihan untuk keluar dari lingkaran setan dan&lt;br /&gt;mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, apakah ini salah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-334098207355948699?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/334098207355948699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=334098207355948699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/334098207355948699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/334098207355948699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/01/realita-7.html' title='Realita 7'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8472891198530075805</id><published>2008-01-24T04:25:00.000-08:00</published><updated>2008-01-24T04:32:48.621-08:00</updated><title type='text'>HS intermezzo 2 : Legalitas Versi Jahil</title><content type='html'>Paling menyedihkan dan mengiris-ngiris hati HS di Indonesia adalah tatkala kita&lt;br /&gt;berdiskusi mengenai masalah hukum (law and order) kepada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Negara kita negara hukum nak" padahal koruptor besar maupun kecil bertebaran di&lt;br /&gt;mana-mana, semuanya kebal hukum dan bisa DIMAAFKAN sedangkan maling kambing&lt;br /&gt;sudah pasti akan dihukum dan tidak pernah dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh juga rasanya, setiap kali kita berbicara mengenai HS, selalu saja LEGALITAS&lt;br /&gt;menjadi isu pertama padahal entah kapan hukum pernah ditegakkan di negeri ini.&lt;br /&gt;Ah, mungkin karena hukum hanya berlaku bagi mereka yang miskin, bodoh dan&lt;br /&gt;tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau koruptor bisa dimaafkan, berarti HSer yang tidak memiliki ijazah atau&lt;br /&gt;tidak mengurus legalitas juga bisa DIMAAFKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mana ijasahnya?" tanya bagian penerimaan universitas kepada HSer.&lt;br /&gt;"Mana ijasahnya?" tanya bagian penerimaan perusahaan kepada HSer.&lt;br /&gt;Seharusnya HSer juga bisa bilang "Dimaafkan saja lah pak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebuah pikiran jahil............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8472891198530075805?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8472891198530075805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8472891198530075805' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8472891198530075805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8472891198530075805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/01/hs-intermezzo-2-legalitas-versi-jahil.html' title='HS intermezzo 2 : Legalitas Versi Jahil'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-3853836737878962320</id><published>2008-01-24T04:23:00.000-08:00</published><updated>2008-10-10T07:52:21.940-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 6</title><content type='html'>Beberapa waktu belakangan, tempe dan tahu yang dijual menyusut volumenya.&lt;br /&gt;Langkahnya kedelai menyebabkan produsen memperkecil ukuran tahu dan tempenya&lt;br /&gt;daripada menaikkan harga jual. Menyedihkan sekali, tempe dan tahu yang makanan&lt;br /&gt;rakyat sudah tidak mampu dibeli oleh sebagian besar rakyat. Kurang luas apa&lt;br /&gt;tanah air kita sehingga bisa kekurangan kedelai? Khalayak meributkan ijazah dan&lt;br /&gt;ujian padahal ada yang lebih pantas diributkan seperti semakin banyaknya&lt;br /&gt;generasi muda kita yang tidak tahu seperti apa tanaman padi, jagung, kedelai,&lt;br /&gt;kacang, tomat, kentang, wortel, bawang, kopi, coklat, teh, kelapa, dan daftarnya&lt;br /&gt;terus memanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum pernah memberi tantangan pada anak untuk mencatat tanaman apa saja yang&lt;br /&gt;pernah mereka tahu secara langsung? Mungkin inilah saatnya. Kalau pergi ke tanah&lt;br /&gt;pertanian atau perkebunan membutuhkan anggaran yang memberatkan, kenapa tidak&lt;br /&gt;menanam sendiri? yang kita perlukan hanyalah sebutir BIJI dan sekantung penuh&lt;br /&gt;KESABARAN. Murah bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-3853836737878962320?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/3853836737878962320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=3853836737878962320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3853836737878962320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3853836737878962320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2008/01/budget-hs-6.html' title='Tip: Budget HS 6'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1892102728431610864</id><published>2007-12-26T17:33:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T17:50:27.957-08:00</updated><title type='text'>HS intermezzo 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Harry Potter Vs Homeschool&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak semua dari kita mengijinkan anak-anak membaca/menonton Harry Potter dengan berbagai alasan, tetapi ada hal menarik diucapkan oleh J. K. Rowling, pengarang Harry Potter, sewaktu menjawab pertanyaan majalah TIME setelah dia terpilih sebagai orang kedua, setelah Vladimir Putin, sebagai "Person of the Year 2007' versi majalah TIME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuplikan:&lt;br /&gt;Pertanyaan ke enam:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Where do wizard children go to school before Hogwarts?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Most are homeschooled, because they aren't really able to control their powers so it would be too dangerous to let them out and about.&lt;br /&gt;(selengkapnya: http://www.time.com/time/specials/2007/personoftheyear/article/1,28804,1690753_1695388_1695569,00.html )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm....???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1892102728431610864?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1892102728431610864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1892102728431610864' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1892102728431610864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1892102728431610864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/hs-intermezzo-1.html' title='HS intermezzo 1'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-4005061137381403634</id><published>2007-12-26T04:23:00.000-08:00</published><updated>2008-10-10T07:52:32.665-07:00</updated><title type='text'>Budget HS 5</title><content type='html'>"Seberapa sering HSer bisa melakukan field trip?" Bisa jadi setiap hari.&lt;br /&gt;"Seberapa sering HSer belajar dengan pendekatan project/hands-on/real-life?" Bisa jadi setiap hari juga.&lt;br /&gt;"Berapa biaya khusus yang dianggarkan untuk kebutuhan tersebut? pasti mahal?" Tidak lebih dari biaya hidup masing-masing keluarga yang dianggarkan setiap bulan.&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin?" Karena dalam HS kita memiliki pilihan untuk mengintegrasikan kurikulum dalam kehidupan kita bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari kita hidup dalam suka maupun duka, dalam budget berlebih atau budget ketat, ada saja kesempatan belajar yang diberikan hidup kepada kita dan anak-anak kita. Kita hanya perlu melatih diri kita dan anak-anak kita untuk melihat setiap kesempatan ini, melihat segala sesuatu dengan cara berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu bagaimana dengan kurikulum?" Apabila hari ini ada kesempatan belajar sesuatu yang seharusnya ada di kurikulum kelas 5 (atau tidak ada di kurikulum sama sekali) sedangkan anak masih di kelas 3, kenapa tidak? Ini homeschool.&lt;br /&gt;"Jadi berarti HS murah/mahal?" Kita punya pilihan untuk menjalankan HS secara murah/mahal dalam hitungan nominal dan punya pilihan juga untuk menilai apa yang kita anggap murah/mahal tanpa tekanan dari siapapun.&lt;br /&gt;"Jadi HS murah?" Yang jelas, Pencipta, melalui setiap hal yang berhubungan dengan kehidupan kita, sebenarnya telah memberikan banyak kemurahan-kemurahan. Keputusan ada di tangan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-4005061137381403634?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/4005061137381403634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=4005061137381403634' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4005061137381403634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4005061137381403634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/budget-hs-5.html' title='Budget HS 5'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-114813571737130411</id><published>2007-12-24T19:52:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T19:56:37.320-08:00</updated><title type='text'>Realita 6</title><content type='html'>Kita sering berpikir bahwa dengan mengirim anak ke sekolah 'bagus' semuanya akan beres. Jarang sekali kita berpikir bahwa pada prakteknya yang memegang kunci terlaksananya pendidikan yang 'bagus' versi sekolah tersebut ada di tangan guru dan sekolah yang 'bagus' sekalipun memiliki guru yang beraneka ragam yang menyebabkan kualitas sekolah tidak merata kelas per kelas, tahun per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu yang anaknya berada di kelas 2 SD bercerita bahwa waktu si anak (sebut saja Andi) masih duduk di kelas 1 SD segalanya berjalan mulus. Si anak mendapatkan guru yang baik hati, pintar, kreatif dan bijaksana tetapi sewaktu Andi naik di kelas 2, guru yang baru, selain tidak kreatif dan sering salah mengajar juga kerap berkata-kata kasar di kelas dan berlaku tidak sopan. "Mau diapakan lagi, itu namanya nasib. Beberapa orangtua sudah berusaha mengkomunikasikan ini kepada sekolah tetapi tidak ada tanggapan. Moga-moga tahun depan tidak dapat guru yang seperti itu lagi." ujar Ibu Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang banyak hal di dunia ini yang menghalangi kita untuk maju, sebagian orang memilih untuk pasrah, sebagian lagi memilih untuk marah tetapi ada juga yang memilih untuk terus maju tidak perduli rintangan datang silih berganti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-114813571737130411?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/114813571737130411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=114813571737130411' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/114813571737130411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/114813571737130411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/realita-7.html' title='Realita 6'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8846817455594820744</id><published>2007-12-19T06:03:00.000-08:00</published><updated>2007-12-19T20:54:11.565-08:00</updated><title type='text'>Kehidupan Homeschooler: Second Life</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pagi itu Da Hye sarapan dengan terburu-buru. Nenek yang sudah beberapa hari ini berkunjung dari kampung (dan sepertinya resah mengenai homeschool) bertanya kenapa dia makan tergesa-gesa padahal hari masih pagi sekali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Da Hye ada kelas hari ini, nanti terlambat. Kelasnya seru sekali, kalau terlambat rugi.” Jawabnya. “lagian Da Hye sudah janji dengan teman . Kita mau duduk sama-sama.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Da Hye bergegas menuju ke kamar dan menyalakan komputer. Saya tahu kelas yang dimaksud dia adalah kelas-kelas virtual di Second Life yang berapa bulan belakangan sangat menarik hatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Nenek yang penasaran dan ‘on again off again’ mendukung homeschool membuntuti Da Hye ke kamar. Beberapa menit berselang, saya yang sedang sibuk di dapur dikejutkan oleh suara nenek. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Anakmu itu lagi main game lho, nggak belajar. Coba lihat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Oh iya, saya tahu, itu Second Life, bukan game tapi seperti dunia virtual.” Jawab saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Lha ngapain main begituan, katanya ada kelas.” Rupanya nenek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semakin bingung saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Karena pekerjaan sudah selesai saya ajak beliau ke kamar Da Hye .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“ Hari ini kita belajar ‘hurricane’, professornya yang itu (sambil menunjuk avatar di layar komputer). Dia dari NOAA (maksudnya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;National Oceanic &amp;amp; Atmospheric Administration&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebentar lagi kita naik research aircraft. “ sahut Da Hye riang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“ Itu teman Da Hye dari Swiss (sambil menujuk avatar di layar Komputer lagi)”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Nenek terdiam, hanya sedikit menggumam “belajarnya kok kaya mainan gitu, terus nanti ada ujiannya tidak?” Saya terdiam senyum-senyum sendiri.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Setelah kelas virtual selesai Da Hye dan beberapa teman virtualnya memutuskan bermain sebentar menjelajah kesana kemari sambil ngobrol (menggunakan voice chat) sambil sesekali lomba naik ‘scooter’. Sebelum berpisah mereka berjanji untuk bertemu di Van Gogh exhibit kapan kapan, rupanya ada satu anak yang bilang kalau di sana 'cool'.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Malam setelah kejadian itu, nenek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih saja terlihat penuh pikiran. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebersit sindiran, mengingatkan bahwa tidak ada gunanya melakukan sesuatu yang tidak lazim. Ah, paham benar saya atas kekhawatiran beliau. Tetapi entah kenapa malam itu saya justru merasa damai. Selangkah demi selangkah Da Hye mulai menapakkan kakinya di dunia yang tidak sempurna ini seorang diri, berusaha belajar atas dorongan pribadi, dan ketika malam tiba, ibu hanyalah seorang ibu bukan maha guru. Mungkin tidak banyak orang yang tahu perasaan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang ingin tahu tentang Second Life:&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://edition.cnn.com/2006/TECH/11/13/second.life.university/index.html&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://www.businessweek.com/technology/content/apr2007/tc20070416_129266.htm&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://www.usatoday.com/tech/gaming/2006-10-05-second-life-class_x.htm&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://thephoenix.com/article_ektid20561.aspx&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://cyber.law.harvard.edu/home/&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://education.guardian.co.uk/elearning/story/0,,2051195,00.html&lt;/p&gt;http://www.usatoday.com/news/education/2007-08-01-second-life_N.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.edutopia.org/school-second-life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://student.bmj.com/issues/07/12/news/431.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.iddblog.org/?p=32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.holymeatballs.org/&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8846817455594820744?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8846817455594820744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8846817455594820744' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8846817455594820744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8846817455594820744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/kehidupan-homeschooler-second-life.html' title='Kehidupan Homeschooler: Second Life'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-6992353794705742129</id><published>2007-12-14T09:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T09:31:34.610-08:00</updated><title type='text'>Lebih dari Sekedar Angka dan Medali</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Matematika, fisika atau mata pelajaran apapun memiliki makna dan seharusnya kita tahu bahwa penentu keberhasilan di masing-masing bidang tersebut adalah lebih dari sekedar angka bagus dan medali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Tahun 1869, seorang insinyur bernama John Roebling terinspirasi dengan ide untuk membuat jembatan yang menghubungkan &lt;st1:state st="on"&gt;New York&lt;/st1:State&gt; dan &lt;st1:place st="on"&gt;Long Island&lt;/st1:place&gt;. Meskipun demikian para ahli pembuat jembatan di seluruh dunia berpikir itu adalah ide gila yang tidak akan mungkin bisa dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Meskipun mendapat banyak tentangan, Roebling tidak menyerah. Ia berhasil meyakinkan putranya untuk mencapai mimpi tersebut bersama-sama. Bekerja bersama-sama untuk pertama kalinya, ayah dan anak membangun konsep bagaimana jembatan tersebut dibangun dan bagaimana mengatasi kendala yang ada. Mereka mempekerjakan kru pilihan mereka dan mulai membangun jembatan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Proyek tersebut bermula baik tetapi baru beberapa bulan berjalan, kecelakaan tragis di proyek merengut nyawa John Roebling. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Beberapa waktu kemudian&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Washington&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; terluka dan mengalami kerusakan otak sehingga dia tidak bisa berjalan, berbicara atau bahkan bergerak kecuali menggerakkan satu jarinya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Setiap orang menghujat proyek tersebut dan menuntut untuk dihentikan. Meskipun menjadi cacat, sang putra &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Washington&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak patah semangat. Dengan hanya menggerakkan satu jarinya dia berusaha berkomunikasi dengan istrinya. Ia membuat kode komunikasi dengan sang istri hanya menggunakan satu jarinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Melalui komunikasi ini dia mengistruksikan sang istri untuk memanggil para insinyurnya. Dengan metode yang sama pula ia berkomunikasi dengan para insinyur ini sehingga proyek berjalan kembali. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Selama 13 tahun &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Washington&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; hanya menggunakan satu jari ini untuk berkomunikasi dengan istrinya yang kemudian diteruskan kepada mereka yang bekerja pada proyek tersebut sampai akhirnya jembatan selesai dibangun. Sampai hari ini jembatan Brooklyn yang spektakuler berdiri gagah sebagai penghormatan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;tidak semata-mata terhadap kejeniusan pemikiran seseorang tetapi juga &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;terhadap semangat seseorang yang tidak tergoyahkan, kegigihan melawan keterbatasan, kesetiaan para pekerja pada seseorang yang telah dianggap gila oleh dunia, kerja keras dan juga sebagai penghormatan terhadap cinta dan pengabdian seorang istri yang selama 13 tahun yang panjang dengan penuh kesabaran berusaha keras menterjemahkan setiap pemikiran sang suami dari satu jarinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-6992353794705742129?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/6992353794705742129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=6992353794705742129' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6992353794705742129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6992353794705742129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/lebih-dari-sekedar-angka-dan-medali.html' title='Lebih dari Sekedar Angka dan Medali'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-7559480662735623629</id><published>2007-12-14T09:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T09:24:37.028-08:00</updated><title type='text'>Biaya Pendidikan</title><content type='html'>Ada yang menarik mengenai biaya pendidikan yang pernah di sampaikan oleh Bill Gates&lt;br /&gt;yang pada waktu itu melakukan konferensi pers dalam rangka kegiatan Bill and&lt;br /&gt;Melinda Gates foundation yang menkritisi buruknya 'public school' di Amerika&lt;br /&gt;Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wartawan nyeletuk dengan pertanyaan "menurut anda, berapa biaya ideal&lt;br /&gt;yang harus dikeluarkan supaya seorang anak bisa mendapatkan pendidikan&lt;br /&gt;berkualitas?". Bill Gates tersenyum sambil berpikir, orang-orang tentunya ingin&lt;br /&gt;tahu apa yang dikatakan self-made billionaire, orang terkaya sejagad ini.&lt;br /&gt;Kemudian dia menjawab "dua kali 50 sen sehari, itu biaya untuk pulang pergi ke&lt;br /&gt;perpustakaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sekaliber Bill Gates sangat mengerti esensi pendidikan, tetapi seberapa&lt;br /&gt;sering orang merendahkan/mematahkan semangat/menghina keluarga lain hanya karena&lt;br /&gt;mereka tidak mampu membayar biaya pendidikan yang tinggi....not anymore.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-7559480662735623629?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/7559480662735623629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=7559480662735623629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/7559480662735623629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/7559480662735623629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/ada-yang-menarik-mengenai-biaya.html' title='Biaya Pendidikan'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-6917101104583712729</id><published>2007-12-14T09:18:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T09:21:40.180-08:00</updated><title type='text'>Kamu Bukan koki</title><content type='html'>&lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu bukan koki. Jangan memasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku memang bukan seorang koki tetapi aku tahu apa yang anak-anakku butuhkan. Aku tahu apa yang mereka sukai dan suara mereka didengarkan karena mereka selalu terlibat dalam pemilihan dan penyiapan menu.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu bukan koki. Jangan memasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku memang bukan seorang koki tetapi aku selalu ingin belajar memasak menu-menu baru, dengan bahan-bahan berbeda, dari orang-orang berbeda. Terkadang aku berhasil walaupun anak-anak tidak menyukainya, terkadang pula aku gagal tetapi anak-anak melahap habis makanan tersebut tanpa sisa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu bukan koki. Jangan memasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku memang bukan seorang koki tetapi aku ingin anak-anakku tahu apa arti makanan rumah, apa arti makan bersama dan betapa berharganya sebuah kebersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu bukan koki. Jangan memasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku memang bukan seorang koki tetapi aku ingin anak-anakku tahu dan mencintai tradisi makanannya juga mempelajari dan menghargai segala jenis makanan dari seluruh dunia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu bukan koki. Jangan memasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku memang bukan seorang koki tetapi aku tahu bagaimana mengajar anak-anakku untuk bisa makan bersama bangsawan tetapi tetap ingat kepada mereka yang kelaparan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu bukan koki. Jangan memasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku memang bukan seorang koki tetapi aku tidak hanya memasak, aku mengajar anak-anakku untuk bisa menyiapkan masakannya sendiri supaya kelak ketika aku sudah tidak di sisi mereka, mereka tahu apa yang harus dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu bukan koki. Jangan memasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku memang bukan seorang koki tetapi kenapa aku harus takut memasak padahal aku tahu di saat-saat sulit sekalipun anak-anakku tidak pernah kehilangan rasa lapar dan sangat senang apabila dibebaskan untuk membuat makanannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kamu bukan koki. Jangan memasak. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aku memang bukan seorang koki. Aku seorang ibu yang memilih untuk memasak sendiri makanan untuk anak-anakku. Kenapa? Karena aku mencintai mereka dan mereka patut mendapatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-6917101104583712729?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/6917101104583712729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=6917101104583712729' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6917101104583712729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6917101104583712729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/kamu-bukan-koki.html' title='Kamu Bukan koki'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-9124007842951279535</id><published>2007-12-14T09:15:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T09:16:33.794-08:00</updated><title type='text'>Meredifinisi Guru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Siapa saja sebenarnya guru HSer? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka membaca karya Albert Einstein atau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Newton&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dan mereka      mengerti mengenai suatu konsep, maka para ilmuwan itulah gurunya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka membaca karya Socrates, aristoteles atau      plato dan mereka bisa memetik sesuatu, maka orang-orang yang telah meninggal      ribuan tahun yang lalupun bisa menjadi guru yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka melihat video seminar Bill Gates dan      terinspirasi dengan pemikiran-pemikirannya, maka tanpa harus bersusah      payah, Bill Gates pun bisa menjadi guru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka melihat film dokumenter mengenai suatu topik      tertentu dan pengetahuannya bertambah, maka setiap orang yang telah      bekerja keras mengerjakan film dokumenter tersebut adalah guru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka membuka CD tutorial dan menemukan karakter      virtual menyapa dan kemudian memulai pelajarannya, maka karakter tersebut,      meskipun kadang berupa kelinci adalah guru yang tidak pernah marah atau      kesal meskipun HSer memerintahkan mereka untuk mengulang-ulang pelajaran      yang belum dimengerti.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka membaca teks book dan bisa menangkap inti      pelajaran yang dimaksudkan maka pengarang teks book tersebut adalah guru      yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka mengunjungi suatu website untuk belajar, maka      tim yang telah menyiapkan website tersebut adalah guru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka berdiskusi, berdebat atau berinteraksi      melalaui internet entah itu dengan para ahli, murid lain atau siapa saja      mengenai apa saja maka mereka adalah guru bagi satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka mengunjungi museum, perusahaan, pabrik, pasar      dan tempat-tempat lain dan mendapatkan informasi dari orang-orang yang ada      di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;      maka orang-orang tersebut, tidak perduli apakah direktur perusahaan atau      tukang daging, adalah guru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka ingin tahu bagaimana membuat kulit martabak      dan mendapatkan ilmunya dari abang martabak di pinggir jalan, maka orang      yang biasa kita anggap sebagai warga kelas duapun bisa menjadi guru&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada waktu mereka terfokus pada suatu hal dan dengan segala      kekuatan berkutat memikirkannya seorang diri maka mereka adalah guru bagi      mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Orangtua juga bisa menjadi guru tetapi yang terutama adalah menanamkan pada HSer bahwa segala sesuatu harus bermula dari diri sendiri, setelah itu buka mata dan buka telinga, setiap orang memiliki kelebihan yang bisa kita pelajari. Guru ada dimana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-9124007842951279535?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/9124007842951279535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=9124007842951279535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/9124007842951279535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/9124007842951279535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/meredifinisi-guru.html' title='Meredifinisi Guru'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-4114592338990674606</id><published>2007-12-14T08:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T08:33:26.103-08:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Balon Terbang</title><content type='html'>Hari ini saya pergi ke salah satu supplier dengan mengajak Da Hye. Karena saya perlu berdiskusi cukup lama, Da Hye meminta ijin untuk main sendiri di luar. Tak lama kemudian dia masuk menemui saya sambil berbisik&lt;br /&gt;"Boleh tidak aku pakai budget aku bulan ini untuk beli sesuatu? 1500 saja"&lt;br /&gt;"Mau beli apa?" tanya saya.&lt;br /&gt;"Balon Helium" sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih banyak yang perlu saya urus, saya buru-buru mengijinkan dia padahal hati saya bersuara 'Balon helium..... Bukannya kamu sudah terlalu besar untuk bermain dengan balon terbang? lagi pula apa yang menarik dari balon helium.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah urusan selesai, di luar ruangan saya mendapati da hye dengan balon terbangnya. 'Ah sudahlah...tidak usah komentar' sahut saya dalam hati padahal sebenarnya ingin sekali saya mengomentari keputusannya membeli balon yang menurut saya 'pointless'. ...paling besok juga kempis, tidak bisa terbang lagi, dan pasti berakhir di tong sampah....sudah. .sudah... tarik nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang tiba tiba Da Hye bertanya&lt;br /&gt;"Bagaimana kita bisa mendapat Helium?" entah karena saya yang pemikirannya dangkal atau karena sedang konsentrasi mengemudi, dengan santai dan penuh percaya diri saya menjawab&lt;br /&gt;"Dari tabung, semacam tabung gas di rumah yang dipakai untuk masak."&lt;br /&gt;"Itu aku tahu mom, oksigen yang di rumah sakit juga dari tabung. Maksudku bagaimana manusia bisa mendapat gas helium dan dimasukkan dalam tabung." Saya terdiam&lt;br /&gt;"Wah itu juga mama tidak tahu."&lt;br /&gt;"Ya sudah tidak apa-apa, nanti saya cari sendiri jawabannya." jawabnya santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan pulang saya menyesal telah merendahkan keputusannya untuk membeli balon helium meskipun hanya dalam hati. Kalau saja tadi saya melarangnya membeli atau menasehatinya panjang lebar tentang betapa tidak ada gunanya membeli balon terbang mungkin saya tidak akan pernah tahu bahwa dia memiliki pertanyaan yang menggugah di dalam benaknya, mungkin saya bahkan akan mematikan dorongannya untuk bisa menjadi 'mesin' belajar yang bisa bekerja sendiri dan malah menjadikannya sebagai 'mesin' yang perlu ditendang-tendang hanya supaya bisa nyala sebelum mati lagi dan perlu ditendang lebih keras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini sebelum tidur, setelah membaca cerita, Da Hye bertanya,&lt;br /&gt;"Bencongan ada di mana mom? Bencongan itu dekat tempat tinggal kita lho, tetapi di mana?"&lt;br /&gt;"Iya mama dengar juga dekat sini. Kenapa memangnya?"&lt;br /&gt;"Ah tidak, yang jual balon tadi tinggal di Bencongan. Setelah SMP dia tidak sekolah lagi dan jual balon. Good night mom", hati ini semakin merasa bersalah telah sempat dipenuhi keburukan. Begitu banyak hal-hal kecil yang saya anggap tidak berharga tetapi berharga dan penting di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Da Hye tertidur, saya turun ke dapur untuk mengambil minum. Di meja ruang tamu tergeletak 2 balon kempis. Satu balon berwarna kuning jelas adalah balon bekas helium sedangkan yang satu lagi adalah balon sisa ulang tahun teman. Entah telah diapakan balon-balon tadi. It doesn't matter anymore.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-4114592338990674606?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/4114592338990674606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=4114592338990674606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4114592338990674606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4114592338990674606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/12/refleksi-homeschool-balon-terbang.html' title='Refleksi Homeschool: Balon Terbang'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8898354006900228979</id><published>2007-11-19T00:17:00.000-08:00</published><updated>2008-10-10T07:53:13.063-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 4</title><content type='html'>Pernah seorang rekan berujar, "Sekarang saya tahu, ternyata HS tidak&lt;br /&gt;mahal, tetapi mahal sekali." Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HS sering terlihat mahal karena kita cenderung untuk membandingkan&lt;br /&gt;diri kita dengan keluarga HS lain.Padahal kenyataannya, HS memiliki&lt;br /&gt;bentuk yang sangat beragam sehingga praktik HS yang ideal bagi sebuah&lt;br /&gt;keluarga tertentu tidak bisa diukur dalam satuan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memerdekakan diri dari paradigma 'kalau tidak kaya tidak bisa&lt;br /&gt;HS', maka pada saat memulai HS kita harus melakukannya dalam kerangka&lt;br /&gt;anggaran yang mampu kita tanggung. Kalau kemampuan kita adalah&lt;br /&gt;Rp.10.000 per bulan maka HS akan menjadi baik apabila kita&lt;br /&gt;memaksimalkan nilai Rp.10.000 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap keluarga memiliki keterbatasan. Apapun keterbatasan itu, kita&lt;br /&gt;pasti bisa melakukan yang terbaik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8898354006900228979?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8898354006900228979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8898354006900228979' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8898354006900228979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8898354006900228979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/11/budget-hs-4.html' title='Tip: Budget HS 4'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-9122794851592914954</id><published>2007-11-13T06:09:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T08:37:22.928-08:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Tidak Semudah yang Terlihat</title><content type='html'>Da Hye sangat suka bermain peran tetapi terkadang terlalu menganggap remeh pekerjaan di depan kamera. Malah sering sekali dia berujar "It's easy peasy lemon squeeeeeeezy" (gaaaaaampaaaang sekali). Adakalanya dia mengajak anak-anak tetangga untuk bermain drama dan terlihat sekali percaya dirinya terbang diawang-awang. Tetapi percaya diri yang begitu tinggi berubah menjadi isak tangis beberapa hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu datang sebuah email dari Laurel Springs School California yang berisi pengumuman lomba membuat video dengan tema 'Why do you think homeschool is cool?'. Karena tertarik dengan hadiahnya Da Hye serta merta antusias ingin ikut serta. Seharian dia hanya sibuk menulis 'script'. Kelihatannya semua berjalan lancar karena meskipun dia bilang 'script'nya rahasia, wajahnya tampak berseri-seri. Tiba saatnya pengambilan gambar dengan video. Dia meminta saya untuk berlaku sebagai kameramen sementara dia berada di depan kamera. Beberapa detik setelah pengambilan pertama dia berteriak keras 'cut..cut..cut. ..' terjadi sebuah kesalahan. Pengambilan kedua salah juga, ketiga, keempat sampai ke lima puluh tujuh semuanya salah. Baterai kamera tiba-tiba habis dan saat itu juga Da Hye duduk lesu bercucuran air mata. "Aku benci melihat diriku di depan kamera. Kelihatannya sangat tidak bagus. Kenapa aku tidak bisa mengerjakannya dengan benar?". Karena pegal dan capai&lt;br /&gt;menjadi kameramen dadakan, rasanya ingin sekali saya berujar "Makanya jangan suka menganggap remeh sesuatu." Ah, tetapi kalimat tersebut pasti akan lebih memperburuk suasana. Setelah kejadian itu, Da Hye seakan-akan lupa akan project videonya, mungkin marah, malu atau putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, di saat makan malam, tiba-tiba Da Hye nyeletuk "Aku ingin mencoba membuat video lagi. Deadlinenya masih lama kan? Aku tidak tahu kalau berbicara di depan kamera ternyata susah sekali. Aku mau latihan, mama mau dengar?" Hati ini rasanya senang bukan main mendengar ucapannya. Saya tahu dengan 'script' yang sudah sebagian saya saksikan (yang menurut saya tidak bagus) video buatannya mungkin tidak akan mendapatkan rating tinggi, apalagi juara. Tetapi saya bersyukur pengalaman ini bisa memberikan pelajaran berharga baginya untuk tidak pernah meremehkan suatu pekerjaan dan untuk bisa bangkit lagi dari rasa putus asa. Semoga.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-9122794851592914954?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/9122794851592914954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=9122794851592914954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/9122794851592914954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/9122794851592914954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/11/refleksi-homeschool-tidak-semudah-yang.html' title='Refleksi Homeschool: Tidak Semudah yang Terlihat'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-47169690214889322</id><published>2007-11-13T00:33:00.000-08:00</published><updated>2008-10-10T07:53:27.404-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 3</title><content type='html'>Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan keahlian yang bisa kita pelajari. Kita sering menghalangi diri anak-anak kita untuk mempelajari sesuatu karena keterbatasan finansial padahal banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tanpa mengeluarkan biaya. Kuncinya adalah BARTER KEAHLIAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bertahun-tahun di lingkungan tempat tinggal kami, kami melakukan barter keahlian terutama untuk anak-anak. Syaratnya sangat sederhana dan tidak mengikat. Semua didasarkan pada prinsip memberi dan menerima. Ibu/bapak yang jago bercerita menukar keahliannya dengan ibu/bapak lain yang pintar membuat kue tradisional. Ibu/bapak yang mengerti IT menukar ilmunya dengan ibu/bapak lain yang bisa berenang, dst. Pada akhirnya mereka yang mau terlibat mendapatkan lebih dari satu sama lain dengan biaya yang sangat minimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membiasakan diri untuk bersumbangsih kepada orang lain, tanpa kita sadari kita dan anak-anak kita sebenarnya telah mendapat banyak ilmu-ilmu baru dari banyak orang, tidak terbatas di lingkungan tempat tinggal kita saja. Merasa tidak memiliki keahlian yang bisa disumbangkan? Mungkin ini saatnya bagi kita untuk melihat diri kita lebih dalam lagi, karena betapapun kecilnya itu, kita pasti memiliki kelebihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-47169690214889322?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/47169690214889322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=47169690214889322' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/47169690214889322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/47169690214889322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/11/budget-hs-3.html' title='Tip: Budget HS 3'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-4554581008601034721</id><published>2007-11-13T00:27:00.000-08:00</published><updated>2008-10-10T07:53:41.077-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 2</title><content type='html'>Rata-rata sekolah montessori yang resmi di daerah Jakarta dan&lt;br /&gt;sekitarnya mematok uang sekolah tidak kurang dari Rp. 3 juta per&lt;br /&gt;bulan. Orangtua yang mengerti tentang metode Montessori dan ingin&lt;br /&gt;menjalankan HS dengan metode ini tentu tidak perlu mengeluarkan dana&lt;br /&gt;sebanyak itu setiap bulan untuk mendapatkan efek pembelajaran yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah kreatifitas. Hampir semua alat/materi pembantu&lt;br /&gt;pembelajaran dalam metode Montessori dapat kita temukan dengan mudah&lt;br /&gt;dalam kehidupan sehari-hari atau kita buat sendiri dengan biaya&lt;br /&gt;rendah. Silahkan mendapatkan inspirasinya di:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.montessoriservices.com/store/index.php?main_page=index&amp;amp;cPath=114"&gt;http://www.montessoriservices.com/store/index.php?main_page=index&amp;amp;cPath=114&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.montessorird.com/index2.php?cPath=1"&gt;http://www.montessorird.com/index2.php?cPath=1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.montessoriresources.com/Practical-Life-Curriculum-C4.aspx"&gt;http://www.montessoriresources.com/Practical-Life-Curriculum-C4.aspx&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.montessoriforeveryone.com/"&gt;http://www.montessoriforeveryone.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah lagi bilang kepada buah hati "kita orang tidak mampu",&lt;br /&gt;tetapi katakan "berhemat dan kreatif itu baik"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-4554581008601034721?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/4554581008601034721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=4554581008601034721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4554581008601034721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/4554581008601034721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/11/budget-hs-2.html' title='Tip: Budget HS 2'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1259574641377894046</id><published>2007-11-13T00:04:00.000-08:00</published><updated>2008-10-10T07:53:58.244-07:00</updated><title type='text'>Tip: Budget HS 1</title><content type='html'>Salah satu yang menyenangkan dari HS adalah, tidak ada pihak yang memaksa kita&lt;br /&gt;untuk selalu membeli buku/materi belajar yang baru. Tahun ini kami membeli buku&lt;br /&gt;penunjang kurikulum inti HS dari keluarga lain dengan harga 50% dari harga baru.&lt;br /&gt;Buku-buku sejenis yang telah tidak kami pakai juga telah kami jual dengan harga&lt;br /&gt;50% dari harga baru. Dengan begitu sebenarnya kami tidak mengeluarkan dana lagi&lt;br /&gt;untuk membeli buku penunjang kurikulum inti untuk tahun ini atau tahun-tahun&lt;br /&gt;mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyenangkan bukan? Ayo kita semangat untuk menemukan keluarga HS lain yang&lt;br /&gt;menggunakan kurikulum yang sama sebagai partner tukar menukar materi HS.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1259574641377894046?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1259574641377894046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1259574641377894046' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1259574641377894046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1259574641377894046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/11/budget-hs-1.html' title='Tip: Budget HS 1'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-3856244732156544317</id><published>2007-11-12T02:20:00.000-08:00</published><updated>2007-11-12T02:28:06.163-08:00</updated><title type='text'>Realita 5</title><content type='html'>Pada suatu kesempatan, seorang teman yang menyekolahkan anaknya di sekolah&lt;br /&gt;Montessori memaksa saya untuk ikut seminar yang diadakan salah satu ahli&lt;br /&gt;pendidikan montessori dari Amerika Serikat bernama Mr. Charles karena dia sangat&lt;br /&gt;kuatir dengan homeschooling yang kami jalankan. Demi melegakan hatinya, sayapun&lt;br /&gt;pergi ke seminar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Charles adalah seorang pria setengah baya yang memiliki sikap serta tutur&lt;br /&gt;kata sangat lembut. Aura mukanya sangat kebapakan. Pada awalnya seminar hanya&lt;br /&gt;dipenuhi dengan penjelasan mengenai mainan-mainan edukatif montessori yang&lt;br /&gt;berbeda-beda utuk setiap golongan umur dan mengenai prinsip-prinsip Montessori.&lt;br /&gt;Kemudian tiba saatnya untuk sesi tanya jawab. Tidak ada seorangpun yang&lt;br /&gt;bertanya. Karena suasana hening untuk beberapa saat, saya terdorong untuk&lt;br /&gt;menanyakaan sesuatu yang sebenarnya telah lama mengganjal hati saya. Sekolah&lt;br /&gt;montessori bertujuan untuk menghasilkan anak didik yang mandiri, cinta belajar,&lt;br /&gt;perduli lingkungan dan bersumbangsih terhadap sesama tetapi kenyataan yang&lt;br /&gt;sering saya temui, meskipun ada juga anak-anak yang tumbuh sesuai yang&lt;br /&gt;dicita-citakan, adalah anak-anak manja yang bertutur kata kasar kepada pembantu,&lt;br /&gt;kurang memiliki sopan santun, perusak dan tidak mau belajar kecuali dipaksa.&lt;br /&gt;Pertanyaan saya adalah bagaimana bisa demikian?&lt;br /&gt;padahal mereka mendapatkan pendidikan Montessori yang sama, tetapi kenapa&lt;br /&gt;hasilnya berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Mr.Charles sungguh di luar perkiraan saya. Beliau menjawab, "Ini terjadi&lt;br /&gt;karena mereka memiliki orangtua yang berbeda yang mendidik mereka secara&lt;br /&gt;berbeda. Orangtua yang percaya pada prinsip montessori harus menjalankan prinsip&lt;br /&gt;tersebut di rumah. Adalah salah mengharapkan sekolah untuk 'do the magic' karena&lt;br /&gt;pendidikan yang terutama adalah tanggung jawab orangtua. Itulah salah satu&lt;br /&gt;alasan kenapa seminar ini diadakan untuk para orangtua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya memandang saya dengan senyum masam, mungkin merasa tidak enak karena&lt;br /&gt;terlalu mengkhawatirkan kami dan menganggap bahwa homeschooling adalah ide yang&lt;br /&gt;menakutkan. Terkadang kita merasa bahwa masalah pendidikan hanyalah masalah&lt;br /&gt;seberapa besar kita mampu membayar untuk sebuah pendidikan berkualitas. Kita&lt;br /&gt;beranggapan uang bisa membeli sebuah pendidikan dan mengharapkan orang lain&lt;br /&gt;untuk menyelesaikan tugas yang seharusnya kita pikul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-3856244732156544317?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/3856244732156544317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=3856244732156544317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3856244732156544317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/3856244732156544317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/11/realita-5.html' title='Realita 5'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-2403907495183721146</id><published>2007-09-16T03:47:00.000-07:00</published><updated>2007-09-16T03:51:35.248-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Menjadi Orang Biasa</title><content type='html'>Tetangga depan rumah mendadak meninggal dunia karena radang gusi. Dia adalah seorang pria muda ramah yang baru saja menikah dan pindah di lingkungan kami. Hasil autopsi menyatakan bahwa dia meninggal karena malpraktek. Sedih sekali mengingat yang bersangkutan masih sangat muda. Sebuah kehidupan lenyap begitu saja hanya karena kesalahan seorang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malpraktek bisa terjadi di mana saja di belahan dunia ini tetapi kita tidak bisa menutup mata bahwa kasus malpraktek jumlahnya sangat signifikan di Indonesia. Saya bertanya-tanya dalam hati, jumlah malpraktek tentu akan berkurang apabila kita sebagai orangtua berhenti memaksa anak-anak kita untuk menjadi dokter di luar kehendak mereka. Banyak nyawa yang tidak perlu mati sia-sia apabila kita tetap bangga memiliki anak sebagai tukang masak, montir, pemain sepak bola atau badut sekalipun, meskipun bukan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan hari pernah Da Hye menulis tentang "What I would like to be when I grow up" ("Cita-citaku setelah besar nanti"). Saya menunggu-nunggu hasil tulisannya dengan perasaan bahagia di hati. Da Hye membutuhkan waktu 30 menitan untuk membuat tulisan tersebut, tentu hasilnya akan sangat membanggakan. Setelah selesai, saya membacanya dengan tidak sabar. Hanya ada satu kalimat di sana "I want to be a commoner." ("Aku ingin menjadi orang biasa.") Dalam hati perasaan saya menjadi kecut, 'Setelah segala usaha yang kita lakukan, kamu hanya ingin menjadi orang biasa, Nak'. Tetapi biarlah kalimat itu saya simpan untuk diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian malpraktek dokter yang menimpa tetangga kami mengingatkan saya akan kejadian di atas. Apakah hari itu saya kan merasa bangga seandainya Da Hye menuliskan profesi-profesi gemerlap sebagai cita-citanya? Seandainya dia ingin menjadi orang biasa apakah saya akan menjadikan segalanya lebih baik apabila saya memaksanya untuk menjadi dokter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, sepulang melayat, sambil berjalan kaki saya katakan pada Da Hye "Mama bangga kamu ingin jadi orang biasa." Da Hye melihat saya dengan muka terheran-heran tidak tahu apa yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;Tidak apa-apa, saya ingin katakan kepada seluruh dunia dengan bangga "Anakku ingin jadi orang biasa."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-2403907495183721146?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/2403907495183721146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=2403907495183721146' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2403907495183721146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2403907495183721146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/09/refleksi-homeschool-menjadi-orang-biasa.html' title='Refleksi Homeschool: Menjadi Orang Biasa'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-5553045609361335919</id><published>2007-09-12T05:14:00.001-07:00</published><updated>2007-09-12T05:14:58.546-07:00</updated><title type='text'>Realita 4</title><content type='html'>Kemarin malam di Lativi, dalam acara talkshow mengenai Jakarta hadir komisi&lt;br /&gt;pendidikan DPRD DKI Jakarta yang membahas mengenai sekolah gratis. Salah satu&lt;br /&gt;pernyataan yang dilontarkan anggota DPRD tersebut adalah "Sekolah negeri untuk&lt;br /&gt;anak menengah ke bawah sama sekali tidak diperbolehkan mengadakan pungutan&lt;br /&gt;sedangkan sekolah negeri untuk anak-anak kelas menengah ke atas seperti Lab&lt;br /&gt;School misalnya boleh mengadakan pungutan kepada orangtua karena tentunya&lt;br /&gt;orangtua menginginkan sesuatu yang lebih baik bagi anak-anak mereka" pernyataan&lt;br /&gt;ini disambut dengan hangat tentunya. Sekilas pernyataan ini terdengar sangat&lt;br /&gt;adil, yang kelas menengah bawah tidak boleh dipungut biaya lain-lain sedangkan&lt;br /&gt;yang menengah ke atas diperbolehkan. Yang mengganggu bukanlah masalah&lt;br /&gt;diperbolehkannya pungutan atau tidak tetapi adanya sekolah negeri untuk ANAK&lt;br /&gt;MENENGAH KE BAWAH dan ANAK MENENGAH KE ATAS. Kenapa harus dibedakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari kedua negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia (Finlandia&lt;br /&gt;dan Korea Selatan) dari sekian banyak kriteria penilaian, salah satu kenapa&lt;br /&gt;mereka terbaik adalah penerapan "equal opportunity" (kesempatan yang sama) bagi&lt;br /&gt;setiap anak, setiap warga negara. Tidak ada istilah sekolah negeri&lt;br /&gt;unggulan/favorit karena kualitas sekolah di seluruh negeri baik di daerah elit&lt;br /&gt;maupun di daerah miskin, di perkotaan maupun di daerah terpencil sama. Mereka&lt;br /&gt;menikmati fasilitas yang sama, buku-buku yang sama, pengajar dan bahkan makan&lt;br /&gt;siang dengan kualitas yang sama tidak peduli apakah anak tersebut anak sopir&lt;br /&gt;atau anak konglomerat. Dan tidak ada istilah murid yang tidak mendapatkan&lt;br /&gt;bangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan anak-anak Indonesia akan diberi "stempel kasta" sejak lahir? Kalau&lt;br /&gt;namamu Paiman dari gunung kidul, tidak usah belajar genetika. Kalau bapakmu&lt;br /&gt;gembala kuda di Sumbawa, tidak usah tertarik animasi. Kalau kamu cina tetapi&lt;br /&gt;kulitmu hitam dan penuh noda tidak usah baca buku-buku bagus. Kalau kamu lahir&lt;br /&gt;sebagai gelandangan, tidak perlu tahu not balok. Kalau kamu bisu tuli, tidak&lt;br /&gt;perlu diperkenalkan pada matematika. Kalau kamu keturunan Dayak, orang&lt;br /&gt;pedalaman, tidak usah tahu tentang Internet. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa marah dan menghujat atau pasif menunggu perubahan, tetapi untuk&lt;br /&gt;sebagian keluarga, mereka memutuskan untuk bertindak dan tidak menunggu meskipun&lt;br /&gt;terus melontarkan kritik. Apakah salah memilih homeschooling?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-5553045609361335919?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/5553045609361335919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=5553045609361335919' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5553045609361335919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/5553045609361335919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/09/realita-4.html' title='Realita 4'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-2971918165398274002</id><published>2007-09-12T05:09:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T05:12:25.184-07:00</updated><title type='text'>Realita 3</title><content type='html'>Sepasang kenalan bercerita, dengan kondisi keduanya bekerja sebagai dosen di&lt;br /&gt;Perguruan Tinggi Negeri, bahkan sang suami mengajar di salah satu Universitas&lt;br /&gt;terbaik di Indonesia, setelah memperhitungkan segala pemasukan dan pengeluaran,&lt;br /&gt;mereka memutuskan untuk menganggarkan Rp.300.000 per bulan untuk dana pendidikan&lt;br /&gt;anak semata wayang mereka. Sebenarnya Rp. 300.000/bulan tidaklah kecil untuk&lt;br /&gt;ukuran makro Indonesia tetapi kenyataan berbicara lain. Hidup di Tangerang,&lt;br /&gt;anggaran sebesar Rp. 300.000 per bulan hanya bisa dipakai untuk membayar ongkos&lt;br /&gt;antar jemput anak sekolah di sekolah negeri yang gratis (tetapi tidak gratis).&lt;br /&gt;Karena tergolong sekolah negeri yang tidak unggulan maka tidak perlu kaget kalau&lt;br /&gt;anak bersekolah di gedung yang kotor, jam belajar yang sangat singkat, text book&lt;br /&gt;dengan kualitas buruk, pengajar yang tidak menguasai bahan dan murid, begitu&lt;br /&gt;papar mereka. Ada alternatif sekolah lain yang sedikit lebih mahal dan&lt;br /&gt;kondisinya sedikit lebih baik,&lt;br /&gt;tetapi karena letaknya lebih jauh, biaya antar jemput meningkat. Selain itu&lt;br /&gt;sekolah tersebut mematok uang pangkal sebesar Rp.7 juta untuk SD yang sangat&lt;br /&gt;memberatkan mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan homeschool untuk putra mereka&lt;br /&gt;supaya anak tersebut bisa memperoleh pendidikan yang menjadi haknya, apakah kita&lt;br /&gt;masih akan terus memperdebatkan antara mana yang lebih unggul, sekolah dan&lt;br /&gt;homeschool? Tidak penting siapa yang lebih unggul, reality bites.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-2971918165398274002?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/2971918165398274002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=2971918165398274002' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2971918165398274002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2971918165398274002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/09/realita-3.html' title='Realita 3'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-6461748044142829323</id><published>2007-08-11T19:29:00.001-07:00</published><updated>2007-08-11T19:29:57.230-07:00</updated><title type='text'>Sekolah Penuh Rahasia</title><content type='html'>Ada seorang teman yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta dengan biaya&lt;br /&gt;kurang lebih 40 juta per tahun mengeluh, setelah membayar mahal untuk buku&lt;br /&gt;kebutuhan satu tahun sekolah anaknya, buku tersebut tidak boleh dibawa pulang.&lt;br /&gt;Segala cara dia lakukan untuk mendapatkan penjelasan yang masuk akal akan&lt;br /&gt;kebijakan yang diberlakukan sekolah, tetapi sekolah tidak pernah menanggapi.&lt;br /&gt;Sampai suatu hari seorang guru yang mungkin masih memiliki nurani, memberitahu&lt;br /&gt;secara sembunyi-sembunyi bahwa kebijakan itu dilakukan karena sekolah takut&lt;br /&gt;buku-buku yang mereka pakai akan dicontek oleh pihak lain. Bahkan setelah tahun&lt;br /&gt;ajaran selesaipun buku-buku ini tidak dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga seorang Bapak kritis yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri&lt;br /&gt;unggulan bertanya mengenai rencana pembelajaran sekolah dan memperoleh jawaban&lt;br /&gt;"Wah Pak, kalau itu kan rahasia sekolah." Geli juga mengetahui bahwa sekolah&lt;br /&gt;punya "rahasia" dan orangtua harus berkorban harta dan kadang airmata untuk bisa&lt;br /&gt;mengirim anak-anak ke tempat yang penuh rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah anak dan orangtua berhak tahu tentang apa yang akan dipelajari nanti di&lt;br /&gt;sekolah yang bersangkutan sebelum akhirnya memutuskan untuk belajar di sana?&lt;br /&gt;Bukankah seharusnnya sekolah yang sudah unggul, hebat dan berkualitas justru&lt;br /&gt;membuka dirinya untuk ditiru sehingga tidak hanya ribuan anak menjadi unggul&lt;br /&gt;tetapi seluruh bangsa menjadi bangsa yang unggul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin misterius saja dunia pendidikan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-6461748044142829323?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/6461748044142829323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=6461748044142829323' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6461748044142829323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6461748044142829323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/08/sekolah-penuh-rahasia.html' title='Sekolah Penuh Rahasia'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8785504046732528751</id><published>2007-08-11T19:21:00.000-07:00</published><updated>2007-08-11T19:27:27.278-07:00</updated><title type='text'>Sekolah Internasional</title><content type='html'>International Baccalaureate Oraganization yang bermarkas di Geneva, Swiss mendefinisikan sekolah Internasional sebagai sekolah yang menyelenggarakan "International Education". Kriteria apa saja yang menentukan sebuah penyelenggaraan pendidikan disebut International:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Developing citizens of the world in relation to culture, language and learning to live together (Membangun warga dunia dalam hubungannya dengan budaya, bahasa dan pembelajaran untuk bisa hidup bersama) JADI KALAU ADA SEKOLAH MENGAKU INTERNASIONAL TETAPI MENGHASILKAN ANAK DIDIK DENGAN MENTALITAS MENGHANCURKAN/MERENDAHKAN/MENGEKSPLOITASI NEGARA LAIN/BUDAYA LAIN =  PENYIMPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Building and reinforcing students sense of identity and cultural awareness ( Membangun dan memperkuat identitas diri dan kesadaran budaya siswa) JADI KALAU ADA SEKOLAH MENGAKU INTERNATIONAL TETAPI TIDAK BISA MENJADIKAN SISWANYA SEBAGAI INDIVIDU YANG TAHU AKAN INDENTITAS DIRINYA DAN BUDAYA YANG MELEKAT PADANYA = PENYIMPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fostering students recognition and development of universal human values (Mendorong pengetahuan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan universal) JADI KALAU ADA SEKOLAH MENGAKU INTERNASIONAL TETAPI MENGHASILAKAN SISWA YANG MISALNYA KEJAM/TIDAK BEREMPATI, SERAKAH, TIDAK SOPAN, SUKA MENGHINA, DST = PENYIMPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Stimulating curiosity and inquiry in order to foster a spirit of discovery and enjoyment of learning (Merangsang keingintahuan dan kehausan akan ilmu supaya bisa mendorong tumbuhnya semangat pencarian dan kesenangan akan belajar) JADI KALAU ADA SEKOLAH MENGAKU INTERNASIONAL TETAPI MENGHASILKAN SISWA YANG MENGANGGAP BELAJAR SEBAGAI SIKSAAN = PENYIMPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Equipping students with the skills to learn and acquire knowledge, individually or collaboratively, and to apply these skills and knowledge accordingly across a broad range of areas (Membekali siswa dengan ketrampilan untuk belajar dan memperoleh ilmu secara individu atau berkelompok, dan menerapkan keterampilan dan pengetahuan ini dalam berbagai area) JADI KALAU ADA SEKOLAH MENGAKU INTERNASIONAL TETAPI MENGHASILAKAN SISWA YANG TIDAK MAMPU BELAJAR SENDIRI DAN TIDAK MAMP  MENERAPKAN APA YANG TELAH DIPELAJARINYA DALAM BERBAGAI KONTEKS KEHIDUPAN = PENYIMPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Providing international content while responding to local requirements and interests (Menyediakan konten internasional &lt;melewati&gt; dengan tetap merespon kebutuhan dan kepentingan lokal) JADI KALAU ADA SEKOLAH MENGAKU INTERNASIONAL TETAPI HANYA 'SOK' LUAR NEGERI DAN TIDAK PERNAH SENSITIF TERHADAP ISU-ISU LOKAL = PENYIMPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Encouraging diversity and flexibility in teaching methods (Mendorong keragaman dan fleksibilitas dalam metode pengajarannya) JADI KALAU ADA SEKOLAH MENGAKU INTERNASIONAL TETAPI MEMILIKI METODE PENGAJARAN YANG SAKLEK/KAKU/TIDAK TERBUKA TERHADAP PENINGKATAN = PENYIMPANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Providing appropriate forms of assessment and international benchmarking. (Menyediakan bentuk penilaian yang sesuai dan pembanding internasional) JADI KALAU ADA SEKOLAH MENGAKU INTERNASIONAL TETAPI MENDASARKAN PENILAIAN HANYA DARI HASIL UJIAN SAJA DAN YANG PENILAIANNYA TIDAK BISA DIBANDINGKAN DALAM KONTEKS LINTAS NEGARA = PENYIMPANGAN&lt;/melewati&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8785504046732528751?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8785504046732528751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8785504046732528751' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8785504046732528751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8785504046732528751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/08/sekolah-internasional.html' title='Sekolah Internasional'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-6638970900953500569</id><published>2007-08-11T19:09:00.000-07:00</published><updated>2007-08-11T19:20:44.701-07:00</updated><title type='text'>Inflasi Pendidikan</title><content type='html'>Tentunya kita sering mendengar/membaca laporan mengenai tingkat inflasi total&lt;br /&gt;Indonesia yang masih berada dalam kendali. Tetapi berapa dari kita yang tahu&lt;br /&gt;bahwa selama bertahun-tahun inflasi sektor pendidikan memberikan proporsi&lt;br /&gt;terbesar dalam perhitungan total inflasi Indonesia. Dari bulan Januari 2002&lt;br /&gt;sampai dengan Juli 2007, inflasi pendidikan adalah sebesar 108%, jauh di atas&lt;br /&gt;pemegang peringkat kedua penyumbang terbesar inflasi yaitu sektor makanan&lt;br /&gt;sebesar 77%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau harga minyak goreng yang melambung sudah meresahkan masyarakat, inflasi&lt;br /&gt;di sektor pendidikan ini akan memberikan akibat yang lebih mengerikan.&lt;br /&gt;Undang-undang yang mewajibkan 20% dana APBN, Dana Bantuan Operasional Sekolah,&lt;br /&gt;bahkan sekolah gratis yang sudah diberlakukan di berbagai propinsi di tanah air&lt;br /&gt;tidak bisa meredam laju inflasi di sektor pendidikan ini (tanya kenapa????).&lt;br /&gt;Maka jangan heran kalau semakin hari, masyarakat indonesia akan semakin tidak&lt;br /&gt;mampu membayar biaya pendidikan. Dan masyarakat dalam hal ini, jangan&lt;br /&gt;dibayangkan mereka yang berada di bawah garis kemiskinan yang jelas tidak&lt;br /&gt;memiliki daya beli, keluarga-keluarga dengan pendapatan per bulan di bawah Rp.&lt;br /&gt;5.000.000 yang tinggal di kota-kota besar semakin merasa tidak mampu membayar&lt;br /&gt;biaya pendidikan yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemerintah tidak menyadari hal ini dan mengambil tindakan, babak kedua&lt;br /&gt;generasi yang hilang sudah di ambang pintu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-6638970900953500569?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/6638970900953500569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=6638970900953500569' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6638970900953500569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6638970900953500569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/08/inflasi-pendidikan.html' title='Inflasi Pendidikan'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-2087759072575325679</id><published>2007-08-11T19:00:00.000-07:00</published><updated>2007-08-11T19:08:46.447-07:00</updated><title type='text'>Liburan Homeschool</title><content type='html'>Bill Gates: Life is not divided into semesters. You don't get summers off and very few employers are interested in helping you find yourself (Hidup tidak dibagi dalam semester. Kamu tidak mendapatkan liburan musim panas dan sangat sedikit atasan yang tertarik membantu menemukan jati diri anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah HSer juga punya liburan semester dan liburan kenaikan kelas? Bagaimana dengan&lt;br /&gt;sabtu, minggu dan tanggal merah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau kita memiliki persepsi yang benar terhadap apa itu belajar, pertanyaan di atas mungkin tidak pernah terlontar. Apakah anak tidak boleh berpikir/ bertanya/ berbicara/ tertarik/ membaca/ berkomentar/ berkarya/ berbuat sesuatu atau melakukan apapun juga apabila tanggal merah? Apakah di hari minggu dia tidak boleh menanam bunga atau membaca, memompa ban sepeda atau bernyanyi menirukan suara binatang, membantu memasak atau bertanya mengenai siapa yang lebih berkuasa, Cleopatra atau Nefertiti? Apakah setiap saat liburan tiba kita berpikir bahwa otak mereka secara alamiah mengalami semacam mati suri dan menjadi disfungsional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah di hari senin anak tidak boleh merasa sedih, menyendiri dan membisu? Apakah di tanggal bukan merah anak tidak boleh kecapaian dan duduk-duduk santai? Apakah di hari yang bukan hari libur anak tidak boleh jatuh sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak belajar setiap saat dan mereka tahu kapan mereka membutuhkan istirahat. Hanya saja sering kali kita sebagai orangtua bukannya menfasilitasi kebutuhan belajar anak tetapi justru mengalihkannya, melarangnya atau bahkan mematikannya sama sekali. Bukannya memahami kejenuhan, kecapaian dan kebutuhan istirahat mereka, tetapi justru meremehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih penasaran mengenai liburan homeschool? Sekarang kita tahu jawabannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-2087759072575325679?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/2087759072575325679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=2087759072575325679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2087759072575325679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/2087759072575325679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/08/liburan-homeschool.html' title='Liburan Homeschool'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-6919998507906588902</id><published>2007-08-11T18:58:00.000-07:00</published><updated>2007-08-11T19:00:13.013-07:00</updated><title type='text'>Realita 2</title><content type='html'>Beberapa rekan yang berada di sekolah-sekolah 'mutakhir' (mahal) pernah&lt;br /&gt;bercerita tentang apa yang mereka sebut sebagai 'silent scream' (jeritan yang&lt;br /&gt;tidak terdengar). Sebagian dari kita tentu membayangkan betapa berbahagianya&lt;br /&gt;guru yang mengajar di sekolah-sekolah mahal yang pasti memperoleh kesejahteraan&lt;br /&gt;yang lebih dari cukup. Kenyataannya, sebagian besar guru bekerja dengan gaji&lt;br /&gt;minim/tidak sebanding dengan mahalnya uang sekolah, sistem kontrak tahunan&lt;br /&gt;menyebabkan mereka tidak berani memikirkan masa depan. Segala macam tunjangan&lt;br /&gt;atau bahkan asuransi kesehatan hanyalah mimpi apalagi harapan supaya anak-anak&lt;br /&gt;mereka juga mendapatkan fasilitas untuk bisa belajar di sekolah tersebut. Banyak&lt;br /&gt;hal terjadi di balik pintu tertutup, tetapi berani 'bunyi' berarti 'selamat&lt;br /&gt;tinggal'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan skema seperti ini biasanya guru-guru yang mengajar terbagi menjadi 2&lt;br /&gt;macam: yaitu guru yang memang memiliki dedikasi dan cinta akan pekerjaan dan&lt;br /&gt;muridnya sehingga rela bertahan dengan segala keterbatasan/penekanan dan guru&lt;br /&gt;yang menjadi guru karena tidak diterima kerja di mana-mana, biasanya karena&lt;br /&gt;memiliki kualifikasi buruk, sehingga menjadi guru adalah pilihan terakhir dari&lt;br /&gt;pada menganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, khalayak masih sering memperdebatkan dan membandingkan&lt;br /&gt;keunggulan sekolah vs homeschooling padahal itu bukanlah pokok persoalan yang&lt;br /&gt;sering dihadapi para keluarga. Terkadang ada keluarga yang menolak untuk&lt;br /&gt;dieksploitasi. Mereka menolak untuk mendukung suatu sistem yang buruk dan ini&lt;br /&gt;adalah sebuah pilihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-6919998507906588902?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/6919998507906588902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=6919998507906588902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6919998507906588902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6919998507906588902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/08/realita-2.html' title='Realita 2'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8262270373441892658</id><published>2007-08-11T18:57:00.000-07:00</published><updated>2007-08-11T18:59:36.905-07:00</updated><title type='text'>Realita 1</title><content type='html'>Seorang kenalan mengeluhkan kebijakan sekolah yang mengharuskan anak-anak untuk&lt;br /&gt;membeli dan menggunakan peralatan tulis dari sekolah. Tujuannya sebenarnya tidak&lt;br /&gt;buruk. Penyeragaman ini dilakukan untuk menghindari persaingan peralatan tulis&lt;br /&gt;antar siswa. Saya berkomentar "Lihat sisi baiknya lah, tujuan sekolah kan tidak&lt;br /&gt;buruk" tetapi serta merta kenalan saya tersebut dengan sangat geram menimpali&lt;br /&gt;"apanya yang tidak buruk, masakan untuk uang peralatan tulis kita harus membayar&lt;br /&gt;500 ribu setiap tahun. Itu di luar buku dan uang lain-lain". Dalam hati saya&lt;br /&gt;menggumam, pantas saja dia marah, untuk keperluan HS Da Hye, satu set peralatan&lt;br /&gt;tulis seharga 5 ribu saja selama satu tahun ini tidak habis terpakai. Padahal&lt;br /&gt;sekolah anak kenalan saya tersebut bukan sekolah berlabel 'nasional plus' dan&lt;br /&gt;uang sekolahnya masih berada di kisaran Rp. 1.100.000 per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal kecil realitas, sepertinya pendidikan tidak terdengar seperti HAK.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8262270373441892658?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8262270373441892658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8262270373441892658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8262270373441892658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8262270373441892658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/08/realitas-1.html' title='Realita 1'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8941217509724884042</id><published>2007-04-09T05:30:00.000-07:00</published><updated>2007-12-14T09:12:48.724-08:00</updated><title type='text'>Refleksi Homeschool: Khalil Gibran</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Awalnya tertarik dengan Khalil Gibran karena kenyataan bahwa dia tidak pernah pergi ke sekolah sampai umur 12 tahun, yaitu pada waktu ia bermigrasi dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Lebanon&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ke Amerika Serikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kemudian sampai pada karyanya ‘The Prophet’ (tahun 1923) bab ke 4 tentang ‘Children’, baris demi baris begitu menggigit. Sekian tahun telah menjadi ibu, merasa sudah melakukan segalanya, merasa sudah benar, tetapi sejujurnya hati ini sering lupa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;tulisnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Your children are not your children.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;They are the sons and daughters of Life's longing for itself.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;They come through you but not from you,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;And though they are with you, yet they belong not to you.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;You may give them your love but not your thoughts.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;For they have their own thoughts.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;You may house their bodies but not their souls,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;You may strive to be like them, but seek not to make them like you.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;For life goes not backward nor tarries with yesterday.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Let your bending in the archer's hand be for gladness;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;For even as he loves the arrow that flies, so he loves also the bow that is stable.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8941217509724884042?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8941217509724884042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8941217509724884042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8941217509724884042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8941217509724884042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/04/refleksi-homeschool-khalil-gibran.html' title='Refleksi Homeschool: Khalil Gibran'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-643460151133621105</id><published>2007-04-09T05:22:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T05:25:18.403-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Lee Hee Ah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Masih merasa rendah diri bahwa sebagai orang tua kita tidak mungkin bisa mengajar ini dan itu? &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lee Hee Ah baru saja melakukan konser pianonya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Liputannya disiarkan berkali-kali di berbagai media. Lee Hee Ah adalah gadis &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang tidak hanya lahir dengan cacat fisik, yaitu berjari empat seperti capit kepiting dan tidak memiliki kaki, sehingga tubuhnya terlihat seperti anak balita. Lebih dari itu, ia juga menderita “down syndrome”, yang kalau bahasa awamnya orang sering menyebut anak penderita ini dengan sebutan ‘idiot’.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan segala keterbatasan ini, seorang ibulah yang bisa membawa hidup Lee Hee Ah kecil menjadi berarti seperti sekarang. Seorang ibu yang tidak memiliki gelar, ‘single mother’, bukan dari keluarga berada. Seorang ibu yang memberi kasih sayang, mendidik, mendampingi, mencarikan jalan, memberikan kepercayaan dan semangat.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hendaknya kita tidak menjadi rendah diri atau patah semangat hanya misalnya karena kita tidak merasa cukup mampu untuk mengajar kalkulus atau ilmu perbintangan. Seperti ibu Lee Hee Ah kita mungkin tidak memiliki kemampuan di berbagai bidang, tetapi kalau anak-anak kita memiliki minat di situ, kita harus yakin mereka akan bisa belajar dengan kekuatan mereka sendiri dan kekuatan yang di atas tentunya. Jadi, karena jalan masih panjang, semangat terus!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-643460151133621105?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/643460151133621105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=643460151133621105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/643460151133621105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/643460151133621105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/04/belajar-dari-lee-hee-ah.html' title='Belajar dari Lee Hee Ah'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-572570762327932778</id><published>2007-04-09T05:17:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T05:22:00.477-07:00</updated><title type='text'>Upeti Guru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Karena kehilangan KTP, saya datang melapor ke kantor polisi terdekat. Waktu itu yang melayani adalah seorang polisi setengah baya yang ramah. Bapak polisi bilang beliau baru belajar komputer sehingga agak lama mengetiknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk mengusir kebosanan, saya mengajak beliau berbicara dan dengan semangat bapak polisi tersebut bercerita mengenai tanah kelahirannya, pekerjaannya termasuk keluarganya. Dari situ saya tahu, ternyata istrinya sudah 20 tahun lebih menjadi guru dan sampai sekarang masih aktif mengajar di salah satu SMP Negeri favorit di Tangerang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Sekarang guru diperhatikan ya, Pak, bahkan di berita saya dengar gajinya juga meningkat signifikan. Yah sudah sepantasnya begitu ya Pak.” Komentar saya. Tiba-tiba beliau menghela nafas panjang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“Peraturan sama kenyataan lain Mbak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“Kok begitu Pak?” Sahut saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“Kalau tidak ada uang tidak bisa naik gaji. Harus nyetor kepada yang di atas kalau tidak nyetor ya tidak bisa. Mau memperjuangkan kenaikan gaji sebesar 1 juta sebulan masa harus menyediakan uang 35 juta. Kita dapat uang dari mana? Semua syarat sudah dipenuhi tetap tidak bisa.”&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya telah sering mendengar kasus seperti ini sebelumnya dan kedengaran seperti isapan jempol saja tetapi mendengar langsung dari mereka yang mengalaminya, nada kesedihan itu benar-benar menusuk hati. Kerongkongan saya tiba-tiba serasa kering, tidak tahu harus berkata apa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ngeri sekali membayangkan kalau praktek ini terjadi dari Sabang sampai Merauke. Guru yang masih memiliki hati nurani akan terus tertindas sedangkan yang tidak akan menjadi besar. Kalau guru mendukung praktek upeti, apalagi yang bisa mereka wariskan kepada anak didiknya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; color: purple;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-572570762327932778?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/572570762327932778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=572570762327932778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/572570762327932778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/572570762327932778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/04/upeti-guru.html' title='Upeti Guru'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-6790953604510872819</id><published>2007-03-07T22:39:00.000-08:00</published><updated>2007-03-07T22:47:29.433-08:00</updated><title type='text'>Iklan Sekolah</title><content type='html'>Sore itu jalanan macet sekali. Karena bosan saya melihat-lihat dan membaca spanduk-spanduk yang banyak dipasang di kiri, kanan bahkan atas jalan raya yang selama ini luput dari perhatian saya. Saya baru sadar bahwa spanduk-spanduk tersebut sebagian besar adalah spanduk sekolahan. Ah, tentu saja……setelah sekian lama melakukan homeschool, saya jadi lupa bahwa tahun ajaran baru semakin dekat. Dengan semakin menjamurnya sekolah-sekolah baru, dari yang nasional, nasional plus hingga internasional, berbasis agama tertentu atau sekolah pancasila, apapun bentuknya, tentunya sekolah harus berlomba-lomba menarik sebanyak mungkin calon siswa karena persaingan memang semakin ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu saya takjub. Tidak tahu pasti apa yang sebenarnya saya rasakan ketika membaca spanduk-spanduk sekolahan tersebut, yang jelas perasaan itu sangat tidak enak. Hampir semua spanduk selain berisi informasi sekolahnya juga ketambahan embel-embel seperti:&lt;br /&gt;“Daftar segera, dapatkan diskon 25% untuk 100 pendaftar pertama”&lt;br /&gt;“90% kursi kami telah terisi, jangan sampai ketinggalan.”&lt;br /&gt;“Last enrollment. Last chance.”&lt;br /&gt;“Global education. Enjoy our student get student program.”&lt;br /&gt;“Dapatkan diskon untuk pendaftaran 2 anak atau lebih.”&lt;br /&gt;“School of visionary leaders! One month discount. Pay in advance.”&lt;br /&gt;“Dijamin masuk perguruan tinggi negeri”&lt;br /&gt;“Mau sekolah gratis? Ajak sebanyak-banyaknya teman untuk mendaftar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu meskipun terganggu dengan iklan sekolah yang sebagian besar punya redaksi yang kurang ‘decent’, saya beruntung tidak perlu merasa direpotkan dengan iklan-iklan tersebut. Hanya saja dalam hati saya bertanya-tanya. Apakah pembuat iklan berpikir bahwa memutuskan sekolah anak sama seperti memutuskan apakah berbelanja ke hypermart atau giant? Semoga saja sekolah-sekolah lain di tempat-tempat lain bisa memasarkan dirinya dengan lebih bijaksana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-6790953604510872819?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/6790953604510872819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=6790953604510872819' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6790953604510872819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/6790953604510872819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/03/iklan-sekolah.html' title='Iklan Sekolah'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-1637733608966851144</id><published>2007-02-26T02:42:00.000-08:00</published><updated>2007-02-26T02:43:02.370-08:00</updated><title type='text'>Homeschool: What about PE?</title><content type='html'>Kalau homeschool, bagaimana mata pelajaran olahraganya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, ada tiga tujuan olahraga yaitu untuk kesehatan, untuk menjadi atlit professional dan untuk bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeschooler yang memiliki ketertarikan atau bakat luar biasa di bidang olahraga tertentu memiliki waktu yang lebih banyak untuk bisa dipakai untuk meningkatkan kemampuannya. Orangtua bisa membantu dengan mengikutsertakan anak di klub professional untuk mendapatkan pelatihan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeschooler yang tidak memiliki ketertarikan atau bakat khusus di bidang olahraga tetap bisa berolahraga untuk menjaga kesehatan. Bersepeda, berlarian, lompat-lompat, bermain gobak sodor, petak umpet, berenang, senam, bersepatu roda dan masih banyak lagi. Hal ini bisa dilakukan hampir setiap saat tanpa mengeluarkan biaya atau dengan biaya minimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeschooler tetap bisa menikmati kolam renang ukuran olympic, lapangan sepakbola, tennis, bola basket, bulu tangkis, pacuan kuda, gym dan fasilitas olahraga lain kalau memang mereka memiliki hati di sana. Tetapi bila tidak, apa salahnya membiarkan mereka berkeringat melompat-lompat dan berliuk-liuk melakukan aksi ‘noodle dance’nya sambil tertawa terbahak-bahak….bukankan tertawa juga baik untuk kesehatan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-1637733608966851144?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/1637733608966851144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=1637733608966851144' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1637733608966851144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/1637733608966851144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/02/homeschool-what-about-pe.html' title='Homeschool: What about PE?'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-8570549841584504372</id><published>2007-02-05T09:28:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T09:29:17.828-08:00</updated><title type='text'>Sekolah Berkualitas</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Sekolah yang seperti apa yang sebenarnya disebut ‘berkualitas’?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang gedungnya mentereng?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang muridnya adalah anak-anak orang penting?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang mahal?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang gurunya berasal dari universitas-universitas ternama?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang menerima murid yang nilainya bagus saja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang menerima murid yang berjiwa pemimpin dan berprestasi saja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang sering muncul di media masa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang di dalamnya didukung oleh tokoh-tokoh yang berpengaruh?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang beberapa gelintir muridnya sering menjuarai lomba?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah yang unik?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Apakah ini? Apakah itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pada hari pendidikan nasional beberapa tahun sebelum meninggal, Pater J Drost SJ, salah satu tokoh pendidikan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pernah berbicara di TVRI tentang pandangannya mengenai pendidikan yang berkualitas. Penjelasannya sangat singkat dan sederhana. Sekolah yang berkualitas adalah sekolah yang bisa merubah INPUT yang buruk/belum baik menjadi OUTPUT yang baik, apapun itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Ah, semoga kita juga bisa mewujudkannya dalam rumah masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Selamat hari Pendidikan Nasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Educate yourself and others. There’s a little bit of ‘teacher’ inside everyone of us.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-8570549841584504372?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/8570549841584504372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=8570549841584504372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8570549841584504372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/8570549841584504372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/02/sekolah-berkualitas.html' title='Sekolah Berkualitas'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-117047302425597495</id><published>2007-02-02T19:21:00.000-08:00</published><updated>2007-02-02T19:23:44.696-08:00</updated><title type='text'>Education: The Red Carpet Way</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Who are you wearing?”,&lt;/em&gt; begitulah pertanyaan yang selalu diajukan pemandu acara setiap kali para bintang datang menghampirinya di bentangan karpet merah, entah itu di  acara Grammy Award, Academy Award, atau acara sejenis. Dan dengan berbinar-binar bangga biasanya satu demi satu bintang menjawab “Oscar De La Renta”, “Valentino”,&lt;br /&gt;“Armani”, “Anna Sui”, “Donna Karan” dan sederet perancang ternama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di karpet merah, ternyata banyak sekali orangtua yang memilih pendidikan anak hanya berdasarkan popularitas institusi. Sekolah dipilih supaya bisa ‘dikenakan’ sehingga orangtua boleh mendapatkan kebanggaan, status, atau paling tidak solusi semu atas perasaan ‘&lt;em&gt;insecure&lt;/em&gt;’ yang ada di lubuk hati. Menarik sekali bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-117047302425597495?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/117047302425597495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=117047302425597495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/117047302425597495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/117047302425597495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/02/education-red-carpet-way.html' title='Education: The Red Carpet Way'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-116857898170458257</id><published>2007-01-11T21:14:00.000-08:00</published><updated>2007-01-11T21:16:22.140-08:00</updated><title type='text'>Ibu, Daster dan Homeschool</title><content type='html'>Menjadi seorang ibu memang tidak mudah. Terlebih lagi seorang ibu apabila dikombinasikan dengan selembar daster, sering mengalami ejekan yang mematikan. Yang biasa kita dengar adalah “Pantas saja suaminya memilih wanita lain. Siapa tahan melihat wanita dengan daster setiap hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila seorang ibu, selembar daster dan homeschool digabung menjadi satu, ternyata ejekannya tidak kalah menyayat hati. Peristiwa ini dialami oleh seorang rekan yang memiliki niat untuk meng-HS anaknya. Setelah sekian lama menimbang-nimbang, rupanya keputusannya sudah hampir bulat sampai suatu hari dia menyampaikan keputusannya tersebut secara tidak langsung di suatu acara keluarga. “Masak ada guru pakai daster. Gurunya dasteran lah, anaknya nanti jadi apa?” dan patahlah semua semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya reputasi daster semakin buruk saja. Sekilas sepertinya ini cuma masalah daster padahal lebih dalam ini adalah usaha melemahkan semangat wanita, seorang ibu untuk mendidik anak-anaknya. Waktu demi waktu kita secara tidak sadar dipaksa untuk percaya bahwa orangtua hanya mampu untuk membuat anak tetapi tidak untuk mendidik anak.&lt;br /&gt;Tidak peduli apakah seorang ibu memakai daster, kebaya, celana jeans, jilbab bagi yang muslim atau baju bekas sekalipun, tidak peduli seorang ibu adalah ibu rumah tangga penuh waktu, berkarir atau bekerja sambilan, ibu yang merelakan waktu, pikiran dan tenaganya, yang bahkan menangisi anak-anaknya dengan penuh keputusasaan sendirian di malam hari dimana semua orang tertidur patut diperlakukan dengan hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak adalah penerus dunia dan apa yang ibu (dan ayah tentunya) lakukan untuk mendidik mereka di “rumah” berpengaruh besar dalam membentuk baik buruknya wajah dunia. Masih terpikir untuk mengejek ibu, daster dan homeschool?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-116857898170458257?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/116857898170458257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=116857898170458257' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/116857898170458257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/116857898170458257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2007/01/ibu-daster-dan-homeschool.html' title='Ibu, Daster dan Homeschool'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-116676995987495685</id><published>2006-12-21T22:44:00.000-08:00</published><updated>2006-12-21T22:46:00.043-08:00</updated><title type='text'>Master Card</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Master Card: There are some things money can’t buy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Iklan Master Card seri “There are some things money can’t buy, for everything else there’s MasterCard” pertama kali muncul, dalam hati saya berpikir, ‘hm…pintar sekali tim kreatif mereka bermain dengan kata-kata.’ Klipnya yang sederhana dalam beberapa seri yang berbeda sangat menyentuh hati, kadang mengingatkan kita akan apa yang penting dalam hidup yang mereka beri label ‘priceless’ yang berarti berharga atau tak ternilai dengan uang. Kebersamaan, kenangan manis, semangat membantu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang iklan tetaplah iklan, tetapi ada satu hal menarik pada iklan Master Card seri terakhir yang menggambarkan sebuah keluarga yang sedang berlibur di Mesir. Salah satu kalimat pada scene terakhir adalah “Lessons learned outside school: Priceless”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perusahaan raksasa seperti Master Card, mengeluarkan kalimat “Lessons learned outside school: Priceless” untuk iklan mereka tentulah telah melalui serangkaian pemikiran mendalam oleh tim mereka yang kompeten yang tentu saja bukan orang-orang bodoh. Tetapi tidakkah menggelikan, sewaktu homeschooler ‘learning outside school’, mereka justru dianggap melakukan sesuatu yang tidak berharga oleh banyak orang? Padahal setiap hari homeschooler memiliki banyak sekali waktu untuk belajar dari dunia, susuatu yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau “Lessons learned outside school: Priceless” menurut Master Card, maka jangan takut berkata “Homeschooling: Priceless”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-116676995987495685?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/116676995987495685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=116676995987495685' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/116676995987495685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/116676995987495685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/12/master-card.html' title='Master Card'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115778203431991722</id><published>2006-09-08T23:05:00.000-07:00</published><updated>2006-09-08T23:07:14.613-07:00</updated><title type='text'>Bungaku tidak terbuat dari 0 dan 3</title><content type='html'>Akhirnya si gadis kecil  (anak seorang kenalan) ini menyerah. Wajahnya murung, mungkin karena tidak mendapatkan pembelaan dari mamanya mengenai hasil gambarnya yang diberi nilai jelek oleh ibu guru. Karena si mama lelah mungkin karena seharian bekerja, ia hanya menjawab ringan “Ya lain kali ikutin saja apa kata bu guru, jangan macam-macam.”. Hari itu si gadis kecil (TK nol besar) diharuskan menggambar bunga dengan instruksi buat angka 0 di tengah kemudian angka 3 di sekeliling angka 0 sehingga jadilah bunga. Tetapi si gadis kecil mengikuti nalurinya sendiri dan menggambar bunga ‘versi’ dirinya dimana ada garis-garis, lingkaran-lingkaran dengan warna yang bermacam-macam. Dan dapat jeleklah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan peristiwa seperti itu, ikut sedih juga hati ini. Dalam hati bertanya-tanya: apakah ibu guru tidak tahu ada bunga super besar dan tinggi ada juga yang sangat kecil sehingga butuh mikroskop untuk melihatnya. Ada bunga yang bermahkota ada juga yang tidak. Ada yang merah tetapi juga coklat dan hitam. Bermacam-macam bunga, bermacam-macam bentuk, warna, ukuran, aroma, dll. Kenapa kepercayaan diri dan daya kreativitas anak harus mati perlahan-lahan hanya karena bunga yang terbuat dari angka 0 dan 3?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Drawing is not just a medium or a technique: it is a human activity with a rich and complicated history. Tony Godfrey&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115778203431991722?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115778203431991722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115778203431991722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115778203431991722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115778203431991722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/09/bungaku-tidak-terbuat-dari-0-dan-3.html' title='Bungaku tidak terbuat dari 0 dan 3'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115769125839129923</id><published>2006-09-07T21:51:00.000-07:00</published><updated>2006-09-07T21:54:23.626-07:00</updated><title type='text'>Rapor Homeschooler: Apalah Arti Sebuah Nilai</title><content type='html'>Ini adalah kejadian beberapa bulan lalu tentang seorang ibu yang bercerita kepada ibu-ibu lain tentang perjuangannya ‘mogok pulang’ dari sekolahannya demi memperoleh perubahan nilai dari 5 menjadi 7 di salah satu mata pelajaran. Ibu tersebut bercerita dengan semangat betapa anaknya sungguh patut mendapat nilai 7 dan bahwa sekolah telah bersikap tidak adil. Anak ibu tersebut duduk di kelas satu SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus seperti di atas tentunya bukan ‘barang baru’. Tanpa melihat apakah orang tua atau sekolah yang salah, tidakkah menyedihkan bahwa sebagian besar dari kita tanpa sadar menjadi ‘gila’ akan ‘nilai’ yang berarti ‘score’ bukan ‘value’. Nilai nol tidak selamanya berarti kebodohan dan kegagalan. Nilai seratus juga tidak berarti kesempurnaan dan keberhasilan. Guru yang berbeda bisa jadi memberi nilai yang berbeda, waktu yang berbeda juga memberi nilai yang berbeda. 100 di tempat A belum tentu 100 di tempat B. Kenapa kita begitu terobsesi dengan nilai padahal setiap hari kita dihadapkan pada suatu relitas hidup yang terus berubah? Segala bidang ilmu berkembang setiap detik, dan kita masih meributkan bagaimana anak-anak bisa dapat ‘jurus-jurus sakti’ untuk mendapat nilai 100?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah homeschooling, apakah berbeda dari sekolah biasa homeschooling tidak perlu nilai? Ujian? Rapor? Ada waktu untuk semua itu. Ada waktu juga bagi anak untuk pada akhirnya tumbuh dewasa dan memahami sebuah sistem. Dari situlah dia nanti akan berangkat entah menjadi bagian dari sistem dengan perangkat ujian yang ada atau berani menentang sistem dan mengambil jalan hidupnya sendiri. Tetapi sampai saat itu tiba, tidakkah lebih berarti bagi anak-anak untuk menikmati pembelajarannya tanpa tekanan, kecaman, ancaman, paksaan dan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jadi, anakmu dapat nilai berapa?” Hanya dia yang tahu, bagi kami orangtua cukuplah mendengar dia berkata:&lt;br /&gt;“I am really good in computer. I can do lots of stuff with it”&lt;br /&gt;“I am terrible in piano. I don’t think I will play it right in million years.”&lt;br /&gt;“I love science especially chemistry experiment and biology”&lt;br /&gt;“I have a very bad handwriting ha..ha..ha..”&lt;br /&gt;“I don’t mind doing math but if I have to do the same thing again and again, I am mad”&lt;br /&gt;“My best part of math is counting money”&lt;br /&gt;“I hate swimming. I can’t stand water in my face. But I can’t touch the top of 30m high wall in just few seconds in wall climbing”&lt;br /&gt;“If there’s time, can I learn traditional dance, specially the one from Aceh?”&lt;br /&gt;“What I hate about history is reading things about war. I don’t want it”&lt;br /&gt;“I am good in art, all sorts of art. I can even make animation with my digital image”&lt;br /&gt;“I am interested in making characters and dubbing voices”&lt;br /&gt;“I can only make one poem but that’s it”&lt;br /&gt;“I will never ever try skydiving, don’t make me do it. I am scared of height.”&lt;br /&gt;“I enjoy singing but my vocal is not so good”&lt;br /&gt;and on……..and on……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari akan tiba waktunya bagi dia untuk mengerti dunia hitam di atas putih, suatu hari nanti…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115769125839129923?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115769125839129923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115769125839129923' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115769125839129923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115769125839129923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/09/rapor-homeschooler-apalah-arti-sebuah.html' title='Rapor Homeschooler: Apalah Arti Sebuah Nilai'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115743525234602892</id><published>2006-09-04T21:54:00.000-07:00</published><updated>2006-09-04T22:47:49.766-07:00</updated><title type='text'>Necessity is the Mother of Invention</title><content type='html'>Penemuan-penemuan besar sebenarnya adalah buah dari sesuatu yang sangat sederhana yaitu “kebutuhan” yang kita hadapi setiap hari di dunia nyata, yang kemudian mendorong seseorang untuk berpikir dan terus mencari tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk hidup di dunia nyata? Jadi, kalau anak anda bertanya ‘kenapa lumpur panas di Sidoarjo masih terus menyembur?’, jangan kirim dia ke kamar untuk mengerjakan bank soal. Karena dengan mengerjakan soal-soal tersebut dia mungkin dapat nilai 100 tetapi dengan memupuk keingintahuannya, dia mungkin bisa menjadi berkat bagi berjuta-juta manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115743525234602892?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115743525234602892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115743525234602892' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115743525234602892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115743525234602892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/09/necessity-is-mother-of-invention.html' title='Necessity is the Mother of Invention'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115564404658371623</id><published>2006-08-15T05:07:00.000-07:00</published><updated>2006-08-15T05:14:14.206-07:00</updated><title type='text'>Untuk para orang tua homeschooling yang patah hati</title><content type='html'>Berapa kali kita menyaksikan kegagalan demi kegagalan anak-anakkita? Berapa kali kita merasa putus asa dan patah hati? Berapa kalikita berpikir bahwa usaha kita sia-sia? Semoga sedikit kumpulankegagalan orang lain di bawah ini bisa memberikan sedikit celahharapan bahwa kegagalan kita/anak-anak kita bukan akhir segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Albert Einstein&lt;/strong&gt; : baru bisa berbicara di usia 4 tahun. Hasilbelajarnya sangat jelek di sekolah dasar dan bahkan tidak lulusujian masuk pertamanya di Zurich Polytechnic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Isaac Newton&lt;/strong&gt;: memiliki kinerja buruk di sekolah dasar dan dianggapsebagai murid yang `tidak menjanjikan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Thomas Edison&lt;/strong&gt;: kecil dianggap terlalu bodoh untuk belajar apapunoleh gurunya. Waktu membuat bola lampu, ia harus melakukan sekitar2000 percobaan sebelum akhirnya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Michael Jordan&lt;/strong&gt; (pemain bola basket NBA): pernah diberhentikan daritim bola basket SMAnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Walt Disney&lt;/strong&gt; (pendiri perusahaan "Disney"): pernah dipecat oleh salahseorang editor koran di mana ia bekerja karena dianggap `kurangmemiliki imajinasi dan ide orisinil'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Winston Churchill&lt;/strong&gt; (mantan PM Inggris): tidak bisa naik kelas dikelas 6 karena tidak menyelesaikan ujian persyarat kelulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Beatles&lt;/strong&gt; (grup band kenamaan Inggris): pernah ditolak olehperusahaan rekaman Decca Recording karena suaranya tidak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Elvis Presley&lt;/strong&gt;: pernah dipecat sebagai penyanyi dari Grand Ole Oprydan disarankan untuk menjadi sopir truk saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alexander Graham Bell&lt;/strong&gt;: dengan telepon penemuannya pernah diejek dandilecehkan, bahwa penemuannya tidak akan digunakan orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Chester Carlson&lt;/strong&gt;: penemu mesin fotokopi selama 7 tahun terus ditolakoleh 20 perusahaan yang tidak menginginkan penemuannya. Akhirnyapenemuannya diterima oleh perusahaan bernama Heloid. Perusahaan itusekarang kita kenal dengan nama Xerox Corporation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wilma Rudolph&lt;/strong&gt;: peraih 3 kali medali emas kejuaraan lari diolimpiade, terlahir prematur dan dan divonis tidak bisa hidup lama.Penyakit pneumonia dan demam scarlet menyebabkan kaki kirinyalumpuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Woody Allen&lt;/strong&gt; : penulis, produser dan sutradara pemenang AcademyAward, tidak lulus dalam pelajaran `produksi gambar gerak' di NewYork University dan the City College of New York dan tidak lulusjuga dalam mata pelajaran bahasa inggris di New York University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ed Gibson&lt;/strong&gt;: astronot, pernah tidak naik kelas di kelas satu dan empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gregor Johann Mendel&lt;/strong&gt;: ahli botani dari austria yang menemukan hukum dasar hereditas/pewarisan sifat tidak pernah lulus ujian untuk menjadi guru sains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Paul Ehrlich&lt;/strong&gt; : ahli bakteri dari German, peraih penghargaan Nobel dibidang obat-obatan tahun 1908, kinerjanya sangat buruk di sekolah dan sangat membenci ujian. Kemampuan menulis dan berbicaranya sangat kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;William Faulkner&lt;/strong&gt;: peraih Nobel di bidang literatur tahun 1949 tidak pernah lulus dari sekolah menengah atasnya karena tidak memiliki cukup kredit (nilai) untuk bisa lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Malcolm Forbes&lt;/strong&gt; : sebelumnya adalah editor-in-chief di majalahForbes, salah satu bisnis publikasi yang terbesar di dunia, ditolak sebagai staff oleh koran sekolahnya semasa di Princeton University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Henry Ford&lt;/strong&gt;: gagal dan bangkrut sebanyak 5 kali sebelum akhirnya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daniel Dafoe&lt;/strong&gt;: penulis Robinson Crusoe menawarkan karyanya ke 20penerbit dan ditolak. Tetapi akhirnya karyanya berhasil diterbitkandan telah menjadi best-seller selama lebih dari 250 tahun sampaisekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita semangat lagi, bangkit lagi! Homeschooling terus!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115564404658371623?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115564404658371623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115564404658371623' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115564404658371623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115564404658371623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/untuk-para-orang-tua-homeschooling.html' title='Untuk para orang tua homeschooling yang patah hati'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115545207723771574</id><published>2006-08-12T23:50:00.000-07:00</published><updated>2006-08-12T23:54:37.413-07:00</updated><title type='text'>The Apprentice: Bukan Hanya Milik Donald Trump</title><content type='html'>Mendengar istilah "The Apprentice" petama yang terlintas di benak kita selalu "Donald Trump". Tidak lagi! Kenapa? karena "The Apprentice" juga milik homeschooler. Menjadi "The Apprentice" atau "Anak Didik" sudah menjadi bagian dari homeschooling sejak lama. Apabila di Indonesia, menjadi anak didik/praktek kerja/kuliah kerja nyata hanya dinikmati oleh mereka di semester tinggi perguruan tinggi atau di sekolah-sekolah kejuruan, homeschooler bisa melaksanakannya sejak dini, kapanpun homeschooler ingin dan tertarik, dan kapanpun kesempatan ada (tentu saja harus proporsional sesuai dengan usia masing-masing homeschooler).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari sekedar pengisi potfolio, kegiatan "Apprenticeship" memiliki beberapa keuntungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memperluas kesempatan bersosialisai:&lt;br /&gt;dengan kerja praktek langsung, terutama homeschooler akan banyak bertemu dengan banyak orang lain terutama orang dewasa. Bukankah sosialisasi tidak terbatas dengan teman sebaya saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Learning by Doing:&lt;br /&gt;pernah ingat pepatah Cina: Tell me and I will forget: Show me and I may remember: Involve me and I will understand. Tidak heran kalau kita sering mendengar kalimat-kalimat "tidak ada gunanya belajar, nggak bisa dipakai kerja", "kuliah sama kerja beda sekali", dsb. Banyak hal yang bisa dipelajari dalam praktek di dunia nyata, yang jelas homeschooler tidak lagi ‘mengerjakan soal’ tetapi ‘menyelesaikan persoalan’, tidak hanya ‘book smart’ tetapi juga ‘street smart’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengembangan diri:&lt;br /&gt;Homeschooler bisa mendapatkan esensi bekerja baik secara fisik maupun emosional. Bisa mengalami berbagai macam tipe pekerjaan dengan berbagai macam tingkat kesulitan dan ‘financial return’. Input ini sangat penting dalam proses pendewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Inspirasi:&lt;br /&gt;Homeschooler bisa jadiakan terinspirasi oleh satu jenis pekerjaan setelah ia memperoleh kesempatan untuk mengenalnya. Sangat beralasan bukan? Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita akan mencintai suatu pekerjaan/bidang tertentu kalau apa dan bagaimananya kita tidak tahu sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cara pandang baru:&lt;br /&gt;Kalaupun akhirnya homeschooler tidak ‘into’ pekerjaan dimana dia terlibat, paling tidak homeschooler secara tidak sadar telah belajar mengenai kehidupan orang lain, talenta orang lain, sehingga bisa timbul cara pandang baru, sikap menghargai. (lagipula, kita sering tidak terpikir untuk menghargai tempe yang murah sampai kita tahu kalau membuatnya tidak mudah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sikap terhadap uang:&lt;br /&gt;Dengan bekerja (apalagi kalau orangtua bisa berkolaborasi supaya homeschooler digaji sesuai dengan jenis pekerjaannya), homeschooler jadi bisa lebih menghargai nilai uang. Bahwa yang selama ini mereka peroleh secara gratis adalah hasil kerja keras. Semoga dengan pengalaman tersebut, sikapnya terhadap uang bisa lebih bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang apa saja yang baik untuk kegiatan ini? Bidang pekerjaan apapun sama baiknya (tentu saja dalam ruang lingkup yang sesuai dengan nilai/norma yang dianut masing-masing keluarga). Kita yang mungkin berasal dari keluarga berada ada baiknya tidak memandang rendah pekerjaan seperti pertukangan, perbengkelan, masak-memasak, pertanian, dan pekerjaan lain yang diasosiasikan sebagai pekerjaan orang susah. Pernahkah kita bertanya-tanya kenapa teknologi terbaru di bidang cat, bahan bangunan, permesinan, bahkan panci dapur dan bahan membuat kue jarang yang berasal dari negeri kita? Mungkin sudah waktunya kita memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak-anak kita untuk mengenal berbagai macam hal di dunia ini. Karena hanya melalui pengenalan timbul minat, melalui minat timbul pemahaman, melalui pemahaman timbul kreatifitas, melalui kreatifitas terasah pikiran kritis dan inovasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115545207723771574?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115545207723771574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115545207723771574' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115545207723771574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115545207723771574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/apprentice-bukan-hanya-milik-donald.html' title='The Apprentice: Bukan Hanya Milik Donald Trump'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115496701226422880</id><published>2006-08-07T09:09:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T09:10:18.923-07:00</updated><title type='text'>What is Hard in Homeschooling?</title><content type='html'>People tend to believe that what is hard in homeschooling is time, money, certificate/diploma and difficult subjects.&lt;br /&gt;These are what have been hard in our homeschooling:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Unconditional love&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;loving the kid even though she couldn't convert kg to pound. Not expecting anything from her after all I've done.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Believing the kid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;I often forget the fact that everyone learns given the right environment. It's a continuing struggle not to force-fed her with materials for the sake of my own security.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Accepting and respecting her stand&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;After all the things, I must be proud and supportive if one daylet's say she will say "mommy I want to be a tailor" or "I want tolive as a fisherman". I keep preparing myself for any possibilitiesand try to be proud that she finally find her moment of truth to make up her choice and not to be judgemental. It's difficult.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Witnesing her failure&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;everyone makes a mistake but when it comes to your child you'll feel frustrated and angry. You always want to correct the mistake right away and preach them all day. This is the thing in my 'don't' list which I hope to remember everytime&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Not to be crazy for perfection&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Homeschooling is not a happily ever after scenerio. I must tell myself all the time and be easy on imperfection.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Being able to nurture her soul &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;forget about academic for a minute, above of all I want her to have a beautiful soul so she can be a fulfiled and happy person first then give what she has to others. And that she one day in her life may say: "my god given live is worth living". I don't know if I can do that knowing that as human I am imperfect.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115496701226422880?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115496701226422880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115496701226422880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115496701226422880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115496701226422880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/what-is-hard-in-homeschooling.html' title='What is Hard in Homeschooling?'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115495601973877646</id><published>2006-08-07T05:51:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T06:06:59.960-07:00</updated><title type='text'>Put the Blame on Homeschooler</title><content type='html'>We started homeschooling as a need rather than as a way to criticize present schools or to withdraw ourselves from mainstream society or worse to create a super kid. We have always been great with the decision. We feel liberated from poor system and experience freedom in learning. But then come along the hazels. We always believe that some people can be rude to homeschooler or anybody without any particular reasons or intentions but to a new homeschooling family it can create a shaky ground, doubts and frustration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here are some things that we have experienced concerning this issue. Hope it is useful for homeschooling families to be:&lt;br /&gt;- When my kid was engaged in particular books for hours, people said that she was diluted.&lt;br /&gt;- When she spent the whole day (or many days sometimes) playing with friends, biking, going outside exploring the bushes and the meadows, people said that homeschooler didn’t study anything.&lt;br /&gt;- When she said that she didn’t like playing piano and violin, people said that her brain would not develop properly and they didn’t consider ‘angklung’ as instrument worth learning. To them angklung sounded ‘kampungan’.&lt;br /&gt;- When she spent the whole morning busy with her pottery and clay work, people said ‘uuuhh..look at you, you are so dirty’. They didn’t know that she tried to make dishes replicating those from the Ming dynasty.&lt;br /&gt;- When she was feeling unwell, sad, tired, angry or bored, people would directly associate those feelings with homeschooling, like homeschooler is not a normal human being with all sorts of feeling.&lt;br /&gt;- When she refused to play with friends at certain time, it was a bad score but people didn’t score her for spending an afternoon chatting with a lonely elderly living few blocks from us or from reading for and taking care of toddlers in our neighborhood.&lt;br /&gt;- When she was just busy with her cat and dog, sometimes people said “you will smell like a dog”. They were not interested in her knowledge about dog or cat breeds and their characteristics.&lt;br /&gt;- When she spent days (because she was too excited so once was not enough) going to nearby ‘city farm’ learning stuffs and harvesting vegetables, people said “why do you spend the whole hot day in the farm when you can buy vegetables in supermarket”&lt;br /&gt;- When she was so involved in electricity tools, people said “how come you let girls play with those stuffs. Anyway, she can be electrocuted.”&lt;br /&gt;- When she was not interested in ‘counting fast’, people said that homeschoolers needed to be drilled. They didn’t think that she being responsible with her own financial budget as math, measuring materials for her baking projects was not considered math too. They thought math merely as an entertainment, not a problem solving, math as a way to ‘show off’ not as a tool to solve everyday problem from cooking to building space station.&lt;br /&gt;- When she inspired other neighboring kids to catch insect specimens for preservation, people said that she was a bad influence making the kids refuse to do their home works.&lt;br /&gt;- When she learnt about Indonesian spices and herbs, people mockingly said to me “why is she doing house maid job?” little did they know that we are rich in spices but never have power in spice world trade. How can we, as a country ever win? More and more children don’t even know the difference between ginger and turmeric.&lt;br /&gt;- When she did chores like throwing garbage, or folding clothes, etc, people seriously advised me not to make her as a closed minded woman. They thought that I have put her in danger of being an uneducated woman, that now more than ever woman had unlimited opportunity. However when there was a butterfly from the bird-winged type fluttering and she shouted to me “mommy…papilio memnon...it’s papilio memnon I know it” They still didn’t think that she was educated. Instead they thought that she was weird. The reason: they didn’t even know that papilio memnon was a latin name for a certain species of butterfly. The fact that she by herself started to put interest in latin name when she was barely seven years old didn’t mean anything. - ETC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bottom line, people rarely applaud us for homeschooling. In most of the time, they tend to put us under an electron microscope to find any possible spot like we were not just an ordinary people. People bombarded us with tons of destructive questions to satisfy their own insecurity about their children’s education. Anyway above of all, we are doing fine. Good Luck!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115495601973877646?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115495601973877646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115495601973877646' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115495601973877646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115495601973877646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/put-blame-on-homeschooler.html' title='Put the Blame on Homeschooler'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115495478329030687</id><published>2006-08-07T05:29:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T06:11:26.833-07:00</updated><title type='text'>Mitos Keliru Tentang Homeschool</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1. Homeschooler kurang bersosialisasi, tidak realistis terhadap dunia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bersosialisasi berarti berinteraksi dengan individu individu lain tidak harus dengan mereka yang sebaya saja. Homeschooler berinteraksi dengan siapa saja, baik teman sebaya, mereka yang lebih tua maupun yang jauh lebih muda sekalipun. Mereka diajar untuk bisa menempatkan diri di lingkungan manapun dengan siapapun dan menjalin hubungan/interaksi bukan karena diharuskan atau dipaksakan tetapi karena kesadaran bahwa hubungan antar manusia itu memiliki makna. Apakah sekolah menjamin keberhasilan sosialisasi anak? Jarang sekali ada sekolah yang bisa menyediakan tempat dimana jiwa anak anak bisa tumbuh dengan sehat (sebagai dasar sosialisasi yang baik). Konflik yang tidak diselesaikan dengan baik, kesedihan yang tidak didengarkan, kelebihan dan kekurangan yang tidak diperhatikan. Dan kalau boleh jujur, berapa lama anak anak bisa berinteraksi dengan teman sebayanya karena begitu masuk kelas itu berarti ‘shut up’. We can hardly communicate when we ‘shut up’. Belum lagi sekolah sekolah yang mengeksklusifkan diri sehingga kalangan tertentu saja yang bisa masuk, misalnya yang mampu saja, yang miskin saja atau yang beragama tertentu saja, Inikah sosialisasi? Homeschooler tidak realistis terhadap dunia? Di dunia nyata, kita hidup berinteraksi dengan berbagai macam orang dari berbagai macam usia dan latar belakang. Apakah mungkin kita bersikap ‘aku hanya mau berinteraksi dengan orang orang yang seusia dengan aku dengan latar belakang yang sama’. Who’s being unrealistic? Memang stress atau konflik yang sering terjadi di sekolah tidak selamanya jelek, hal hal negative kadang justru bisa menjadi pelatihan diri yang baik. Tapi melihat mejamurnya sekolah sekolah sebagi profit center sekarang, apakah kita perlu membayar puluhan bahkan ratusan juta supaya anak kita mendapatkan konflik dan stress yang sebenarnya bisa kita dapatkan secara gratis dimana saja. Untuk sosialisasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Orang tua tidak bisa menjadi guru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang tua dianggap tidak bisa menjadi guru, itu karena selama ini kita berpandangan keliru mengenai guru. Bahwa guru itu tahu segalanya dan tidak pernah salah, berdiri di depan murid (anak) dan berceloteh. Murid dianggap pasif sebagai penerima informasi. Dalam homeschool, tugas orangtua yang terutama adalah menanamkan sikap mental learning. You don’t teach the kids calculus or the law of gravity, you teach them how to teach themselves. Guru adalah siapa saja yang memberikan ilmunya. Sewaktu anak bertanya-tanya bagaimana adonan semen untuk bangunan dibuat dan dia mendapatkan jawabannya dari seorang tukang bangunan, maka tukang tersebut adalah guru. Ketika dia berinteraksi dengan peneliti musik etnik di pedalaman afrika dan dia memperoleh suatu pengetahuan baru, maka peneliti itu adalah guru. Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, ahli apa yang tidak bisa kita temui di internet, dari ahli pembuat permen sampai astrobiology bisa kita jangkau dalam hitungan detik. Mereka semua adalah guru guru yang sangat ahli di bidang masing-masing, yang bisa diajak bertukar pikiran dan berdebat sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Orang tua harus tahu segalanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orangtua tidak harus tahu segalanya untuk bisa melakukan homeschool. Belajar dari keberhasilan para orang tua yang sejak beberapa dekade lalu telah melakukan homeschool, bahkan pasangan petanipun bisa menghasilkan anak anak yang diterima di universitas universitas papan atas di fakultas kedokteran, hukum, dll. Apakah orangtua orangtua ini duduk sepanjang hari di depan anak-anaknya dan mengajari mereka ini dan itu? Tidak! Mereka bekerja di ladang, memerah susu dan mengurusi ternak yang lain. Bagaimana itu bisa terjadi? Contoh orang tua di atas tidak tahu segalanya tetapi mereka tahu bagaimana menanamkan nilai dan sikap mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Orang tua harus meluangkan waktu 8 jam sehari untuk homeschool seperti di sekolah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anggapan yang sangat keliru, pertama karena homeschooler dibiasakan untuk mandiri sehingga dominasi orangtua dan pengkebirian otoritas anak dalam pembelajaran sangat tidak diharapkan. Kedua, kalaupun pada saat tertentu atau pada tahapan usia tertentu keterlibatan orangtua sangat didiperlukan, waktunya tidak selama di sekolah. Kenapa? Kebanyakan sekolah tidak efisien, topic yang seharusnya bisa dikuasai dalam beberapa menit harus dipelajari selama berjam jam, bukan karena “in depth learning” tetapi karena terlalu banyak noise, misalnya guru marah, murid ribut, dan gangguan-gangguan lain. Project yang sangat berguna bagi murid kadang tidak bisa terlaksana karena sekolah terlalu birokratis dan kaku. It’s simply a waste of time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Homeschooling tidak cukup belajar karena tidak meluangkan waktu sebanyak waktu belajar di sekolah. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Homeschooler bisa saja meluangkan cuma beberapa menit misalnya untuk mengerjakan beberapa lembar kerja matematika tetapi bisa terlibat asyik dalam penelitian spesies kupu-kupu selama berbulan bulan. Jumlah waktu tidak menjadi tolok ukur pembelajaran apalagi kalau jumlah waktu itu ditetapkan sebagai bentuk pemaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Homeschooler tidak disiplin dan seenaknya sendiri karena terbiasa bebas.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semangat dari homeschooling adalah melibatkan anak dalam proses pembelajaran mereka dan menghormati talenta dan pilihan mereka dengan catatan, mereka tahu bahwa ada suatu tanggung jawab besar terhadap setiap keputusan mereka. Mereka juga diharapkan menyadari bahwa ada persyaratan tertentu yang harus mereka penuhi untuk mencapai suatu tujuan. Tentu saja homeschooler bebas untuk menentukan apa yang dia ingin pelajari, seberapa dalam dan kapan dan bagaimana dia ingin belajar tetapi bukan berarti homeschooler bebas dalam arti negatif dan destruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Homeschooler tidak bisa mendapatkan ijasah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di negara dengan populasi homeschooler terbesar, Amerika Serikat, mitos ini tentunya sangat mendekati kenyataan di era 70an. Sekarang ijasah bukan menjadi masalah lagi karena banyaknya inovasi di bidang pendidikan. Homeschooler yang tinggal di dalam hutan Kalimantan atau gurun Gobi sekalipun dapat memperoleh diploma berakreditas internasional. Di Indonesia, karena belum ada peraturan khusus yang mengatur tentang keberadaan homeschooler, sebagai warga negara homeschooler berhak memperoleh ujian persamaan yang diadakan oleh depdiknas secara berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Homeschooler tidak bisa masuk universitas ternama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah seorang homeschooler bisa masuk sebuah universitas sangat tergantung pada kemampuan masing masing homeschooler serta kebutuhan mereka. (kenapa kebutuhan? Karena apabila homeschooler memutuskan bahwa dia ingin menjadi pemain sepak bola pro tentunya dia tidak perlu mencurahkan waktunya untuk memenuhi prasyarat penerimaan universitas) Secara teknis, tidak ada kendala bagi homeschooler untuk memasuki universitas. Belum ada data pasti di Indonesia mengenai jumlah homeschooler yang pernah atau sedang belajar di universitas-univesitas dalam negeri tetapi di Amerika Serikat, sebagai contoh, homeschooler bisa ditemui di setiap Ivy League Universities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Homeschooler tidak mampu berkompetisi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam homeschooling, kompetisi terberat yang dihadapi seseorang adalah kompetisi melawan diri sendiri. Kompetisi tidak dipandang sebagai usaha menjatuhkan siapa saja tetapi lebih kepada usaha melihat kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan orang lain sehingga dengan bekal penerimaan ini anak sadar akan pentingnya sinergi dengan orang lain. Kompetisi bertaraf internasional sebagai ajang menilai kemampuan juga bebas diikuti oleh homeschooler, sebagai contoh kecil, National Geographic Bee, Spelling Bee beberapa tahun berturut turut dimenangkan oleh homeschooler. Iya, anak-anak yang tidak pernah “menginjakkan” kakinya di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Tidak ada orang orang besar yang homeschooler, sekolah adalah satu satunya jalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengan nama nama: Albert Einstein, Alexander Graham Bell, Pearl Buck, Agatha Christie, Thomas Edison, C.S. Lewis, George Bernard Shaw, Woodrow Wilson, Andrew Wyeth, Galileo Galilei, Gen. George Patton,Abigail Adams,James Madison,Franklin Delano Roosevelt,Cyrus McCormick,Theodore Roosevelt,Hans Christian Andersen,Daniel Webster,Claude Monet,C.S. Lewis, John Stuart Mill, John Quincy Adams,Ben Franklin, Douglas MacArthur,James Monroe,Patrick Henry, Andrew Carnegie,Brett Harte,Wolfgang Mozart,Wilbur &amp;amp; Orville, Wright,Florence Nightingale,Stonewall Jackson,George Washington, Carver,Abraham Lincoln,Blaise Pascal,Mark Twain,Charlie Chaplin,Charles Dickens, Winston, Churchill,Leo Tolstoy,William Penn, George Rogers, Clark,Phyllis Wheatley,Pierre Curie,John, Wesley,Pierre DuPont,Albert Schweitzer. Dari Indonesia: K. H. Agus Salim. Persamaan dari mereka selain mereka orang orang besar yang membuat perubahan besar di dalam sejarah peradaban manusia? Mereka homeschooler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Homeschooler tidak bisa menikmati inovasi dan kemajuan dunia pendidikan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hampir tidak ada inovasi di dunia pendidikan yang tidak bisa dinikmati oleh homeschooler. Apabila di sebagian besar sekolah, sekolah sekolah elit sekalipun, setiap inovasi pendidikan harus melalui tahapan yang sangat panjang untuk bisa dinikmati siswa, misalnya pembentukan wacana dulu, rapat ini itu, planning, dan kadang tidak terlaksana karena terbentur berbagai masalah, homeschooler dapat melakukan langsung tanpa birokrasi yang berbelit belit. Ambil beberapa contoh, homeschooler bisa membantu para ilmuwan NASA untuk mempelajari batuan di mars atau berinteraksi langsung dengan para astronot bahkan terlibat dalam penamaan space station yang sekarang tengah dibangun. Homeschooler dapat menikmati digital library yang berisi beribu ribu literature dari karya aristoteles sampai mahabarata. Homeschooler yang tidak memiliki alat alat laboratorium di rumah bisa menggunakan virtual lab dengan alat dan berbagai macam bahan kimia. Homeschooler bisa menjelajah berbagai belahan dunia dari puncak tertinggi everest sampai palung terdalam mariana trench di lautan pasifik. Contoh di atas Cuma sebagian kecil saja dari kemungkinana yang tidak terbatas. Dan berapa harga yang harus dibayar untuk itu semua? Tidak lebih dari 10.000 rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Homeschooling mahal Standard mahal atau murah sangat relatif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Yang terpenting adalah apakah materi yang kita korbankan setara dengan kualitas yang kita dapatkan. Kalau biaya homeschool dibandingkan dengan SPP sekolah inpres, jelas homeschool akan dianggap sebagai alternatif pendidikan yang mahal. Tetapi misalnya dengan biaya 20% dari sekolah elite di Jakarta kita bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang setara dengan sekolah sekolah terbaik di Jepang, Inggris, Amerika, Jerman, atau negara negara maju lainnya, apakah pengorbanan itu masih dianggap mahal? Pada prakteknya homeschool akan menjadi mahal kalau kita sebagai orangtua malas dan tidak kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13. Homeschooling hanya bisa dilakukan oleh masyarakat dari kalangan tertentu saja&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berjuta juta keluarga yang melakukan homeschooling di seluruh dunia memiliki karakteristik demografi yang beragam. Ada yang tinggal di perkotaan, di dalam hutan atau di kutub sekalipun. Ada yang dari keluarga menengah ke atas atau dari keluarga yang secara financial masih prihatin. Ada keluarga homeschooling yang hanya memiliki satu anak, ada juga yang meng-homeschol 19 orang anak anak mereka sekaligus. Ada yang orangtuanya bekerja sebagai professional atau memiliki usaha sendiri. Ada yang ibunya tinggal di rumah atau memiliki karir. Ada yang orantuanya memiliki gelar Phd tetapi ada juga yang cuma lulusan SMA, dan lain lain. Keluarga keluarga yang melakukan homeschooling sangat beragam sehingga anggapan bahwa homeschooler adalah masyarakat elite baru sangat tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;14. Homeschooler tidak nasionalis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Homeschooling tidak menyebabkan seorang individu menjadi nasionalis atau tidak. Tumbuhnya nasionalisme sangat tergantung dari apa dan bagaimana rasa nasionalisme tersebut ditanamkan. Sudah menjadi kenyataan dan hendaknya tidak disangkal atau ditutup tutupi lagi bahwa sekolah sekolah kita (di Indonesia) sudah sejak lama gagal menumbuhkan rasa nasionalisme. Homeschooler memiliki kesempatan yang tidak terbatas untuk mempelajari berbagai aspek dari negeri tercinta ini tanpa harus berpikir “nanti kalau tidak hafal dapat nilai berapa ya?”. Homeschooler diajar untuk memengerti dan mencintai negeri ini bukan menghafal dan terus mengumpat. Dan homeschooler bisa lantang berbicara untuk menolak menghafal misalnya bahwa Tembagapura di Irianjaya adalah penghasil tembaga padahal kenyataannya berton-ton emas juga di tambang di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115495478329030687?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115495478329030687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115495478329030687' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115495478329030687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115495478329030687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/mitos-keliru-tentang-homeschool.html' title='Mitos Keliru Tentang Homeschool'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115495363436265921</id><published>2006-08-07T05:26:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T05:27:14.513-07:00</updated><title type='text'>Alasan Melakukan Homeschooling</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Beberapa alasan yang sering melatarbelakangi sebuah keluarga melakukan homeschooling: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak puas dengan sistem pendidikan di sekolah&lt;br /&gt;2. Supaya anak punya lebih banyak waktu untuk bersosialisasi&lt;br /&gt;3. Supaya anak bisa memperoleh materi akademis yang lebih baik&lt;br /&gt;4. Untuk menjalankan nilai-nilai keagamaan tertentu&lt;br /&gt;5. Anak anak highly gifted and talented&lt;br /&gt;6. Anak anak yang membutuhkan perhatian khusus (penderita autisme, hiperaktifitas,dll)&lt;br /&gt;7. Anak-anak yang memiliki karir (artis, atlit, dll)&lt;br /&gt;8. Anak-anak yang menderita sakit parah&lt;br /&gt;9. Kendala geografis&lt;br /&gt;10. Fleksibilitas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115495363436265921?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115495363436265921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115495363436265921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115495363436265921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115495363436265921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/alasan-melakukan-homeschooling.html' title='Alasan Melakukan Homeschooling'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115495272544902154</id><published>2006-08-07T05:09:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T05:42:30.723-07:00</updated><title type='text'>Location....Location....Location</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/1600/semangatHS5.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/320/semangatHS5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai lokasi, pertanyaan klasik yang orang sering lontarkan kepada saya selama lebih dari 5 tahun homeschooling adalah "Apakah perlu disediakan tempat/ruang khusus untuk kegiatan homeschooling?" Sempat bingung juga menjawab pertanyaan ini karena jawabannya antara iya dan tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya tempat/ruang khusus untuk homeschooling sangat tergantung pada preferensi masing masing keluarga. Belajar dari satu statement 'learning anywhere', bukan tempat yang menjadi masalah atau kendala tetapi sensitifitas homeschooler untuk dapat memetik suatu pelajaran dimanapun dia berada. Homeschooler bisa saja membaca buku di taman, mengerjakan soal hitungan di lantai, menggambar di mobil, berdiskusi atau berdebat dengan keluarga sambil bersepeda, mengarang buku di bawah kolong tempat tidur, praktikum kimia di dapur, belajar di pasar, di sawah, di sungai, dimanapun termasuk di dunia maya. Di dunia maya homeschooler bisa berada di submersible dengan Robert Ballard penemu bangkai titanic, berinteraksi dengan astronot di space station, pergi ke louvre museum di perancis, berjalan jalan di dalam khufu pyramid of giza, mengunjungi suku suku terasing, etc you name it. Di virtual lab homeschooler bisa melakukan eksperimen pembuatan vaksin, melakukan pembedahan, bermain main dengan mikroskop elektron. Di dunia ini juga homeschooler bisa berinteraksi, berdiskusi bahkan bekerja sama dengan teman teman di canada, inggris, jepang, korea, alaska bahkan pedalaman hutan hujan tropis di afrika barat melalui web conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeschooler juga bisa berinteraksi dengan berbagai macam ahli dimanapun mereka berada. Jadi mengenai tempat, memakai apa yang sudah ada adalah keputusan bijaksana...lagipula, menjadi seorang homeschooler, anak-anak harus dibiasakan untuk menjadi a man of production not a man of over consumption. Meminjam istilah real estate mengenai pentingnya location..location..location..bagi homeschooler classroom is wherever learning happens. So location? It's so unlimited.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115495272544902154?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115495272544902154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115495272544902154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115495272544902154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115495272544902154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/locationlocationlocation.html' title='Location....Location....Location'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115488024921974226</id><published>2006-08-06T09:00:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T09:04:09.320-07:00</updated><title type='text'>Referensi Belajar tentang Indonesia</title><content type='html'>Untuk keluarga yang menggunakan kurikulum dari luar Indonesia, pelajaran mengenai Indonesia (civic, culture, heritage, dll) biasanya harus dirancang sendiri. Berikut adalah salah satu referensi yang bagus dan lengkap untuk memenuhi kebutuhan di atas.&lt;br /&gt;Seri "Indonesian Heritage" yang terdiri dari 15 volume:&lt;br /&gt;1. Wildlife&lt;br /&gt;2. Plants&lt;br /&gt;3. Seas&lt;br /&gt;4. Volcanoes&lt;br /&gt;5. Ancient History&lt;br /&gt;6. Early Modern History&lt;br /&gt;7. Modern History&lt;br /&gt;8. Economy&lt;br /&gt;9. Human Environment&lt;br /&gt;10. Religions and Rituals&lt;br /&gt;11. Languages and Literatures&lt;br /&gt;12. Performing Arts&lt;br /&gt;13. Jewellery and Textiles&lt;br /&gt;14. Architecture&lt;br /&gt;15. Art&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bahasannya setingkat perguruan tinggi tetapi mudah dicerna untuk anak-anak usia sekolah dasar, terutama karena tampilannya yang sangat menarik. Bisa dipilah-pilah menjadi ribuan lesson plan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115488024921974226?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115488024921974226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115488024921974226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115488024921974226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115488024921974226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/referensi-belajar-tentang-indonesia.html' title='Referensi Belajar tentang Indonesia'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487997652308940</id><published>2006-08-06T08:55:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T08:59:36.716-07:00</updated><title type='text'>Keluarga adalah Aset Bangsa</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/1600/semangatHS3.0.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/320/semangatHS3.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah Aset Bangsa&lt;br /&gt;Setiap keluarga adalah penting&lt;br /&gt;Setiap keluarga memiliki potensi baik&lt;br /&gt;Setiap keluarga memiliki peran membentuk kualitas bangsa&lt;br /&gt;Setiap keluarga adalah berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah lagi berkata "kita cuma keluarga kecil yang tidak berdaya" karena ibarat mahakarya gambar digital yang tersusun daripixel-pixel kecil, kita adalah pixel-pixel penting penyusun bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487997652308940?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487997652308940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487997652308940' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487997652308940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487997652308940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/keluarga-adalah-aset-bangsa.html' title='Keluarga adalah Aset Bangsa'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487967512014885</id><published>2006-08-06T08:46:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T08:54:35.186-07:00</updated><title type='text'>Resep Homeschooling</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/1600/semangatHS4.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/320/semangatHS4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. Waktu anak-anak frustasi dengan hitungan matematika yang membingungkan dan tidak mau menyentuh bukunya lagi, ambillah bahan-bahan terbaik yang tersedia dan masakkan mereka makanan kesukaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Waktu mereka gagal mengerjakan project mereka, berilah banyak senyuman termanis dan aduk dengan kata-kata `masih ada esokdan esok dan esok'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Waktu mereka melupakan kewajibannya, tambahkan jadwal jalan-jalan sore bersama mereka dan jangan lupa gandeng tangannya erat-erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Waktu mereka membuat kesalahan, beri berkilo-kilo maaf segar dan setelah itu lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Waktu mereka serius menentukan topik belajar pilihannya, biarkan saja, jangan diganti dengan bahan-bahan pilihan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Waktu mereka masih saja tidak bisa membaca/menulis denganbenar, godok lagi lebih lama dengan api kesabaran maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Waktu mereka menolak apapun yang berhubungan dengan akademis, tambahkan porsi besar bermain bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Waktu mereka berseberangan dengan pendirian kita, tiriskan diri kita sampai amarah benar-benar terbuang kemudian taburi dengan toleransi sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Waktu mereka hanyalah anak biasa bukan seorang jenius, pasang timer masak dengan bunyi terkencang pas di telinga kita supaya kita ingat bahwa apapun mereka, mereka adalah mahluk berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Waktu mereka mengacak-acak seisi rumah dan mengaku sedang membuat penemuan baru, jangan pelit pujian tetapi SURUH MEREKAMEMBERESKAN SENDIRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Paling sulit mencintai seseorang di saat mereka tidak pantas mendapatkannya, tetapi di saat itulah cinta paling sangat dibutuhkan. Selamat mencoba di dapur homeschool masing-masing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487967512014885?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487967512014885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487967512014885' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487967512014885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487967512014885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/resep-homeschooling.html' title='Resep Homeschooling'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487879104767589</id><published>2006-08-06T08:35:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T08:39:57.860-07:00</updated><title type='text'>Bilingual/Multilangual Homeschooling</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Haruskah? Mampukah?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak orang menganggap bahwa penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris sangat penting. Alasannya biasanya seputar persaingan di dunia kerja walaupun ada juga yang motivasinya cuma supaya terlihat `keren'. Pihak yang mengkhawatirkan penggunaan bahasa asing ini juga tidak sedikit. Mereka terutama mencemaskanakan kelestarian Bahasa Indonesia dan budaya yang menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang homeschooling dengan menggunakan kurikulum dari luarIndonesia dapat dipastikan menggunakan bahasa inggris/bahasa lainselain Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Kalau materi yang digunakan berbahasa inggris misalnya, otomatis homeschooler harus berbahasa inggris. Bagaimana kalau seandainya homeschooling dilakukan dengan kurikulum dalam negeri? Haruskah (berbahasa asing)? Kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa inggris seharusnya tidak hanya dilihat sebagai sarana untuk mendapat poin plus di dunia kerja atau untuk terlihat gaya. Ada dua hal penting kenapa penguasaan bahasa inggris ini perlu. Pertama,banyak sekali sumber ilmu dan informasi yang tersedia dalam bahasa inggris tetapi tidak tersedia terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.Dalam hal ini kita harus mengakui dan tidak perlu merasa rendah diri dengan Bahasa Indonesia atau malah menjadi defensif menolak/membenci bahasa inggris/asing lainnya. Tidakkah lebih baik apabila kita kuasai bahasanya kita pelajari ilmu dan hal baiknya dan kita hibahkan ilmu dan hal baik tersebut ke dalam negeri. Kedua, bagaimana kita bisa berdiri sama tinggi duduk sama rendah,mengemukakan pendapat dan ide dan menunjukkan siapa diri kita kepada dunia Internasional kalau kita tidak mengerti bahasanya. Tentu saja mereka tidak akan repot-repot mau mempelajari Bahasa Indonesia kalau tidak berkepentingan. Jadi, haruskan homeschooling secara bilingual/multilangual? Pilihannya kembali kepada masing-masing keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah? Manusia sejak lahir memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap bahasa. Sebenarnya kita di Indonesia sudah sangat terbiasa dengan bilingualisme/multilingualisme. Orang sunda bisa berbahasa Sunda dan Indonesia. Orang Bali bisa berbahasa Bali dan Indonesia. Mereka yang lahir dan besar di pantai utara Jawa Timur bisa dipastikan fasih berbahasa Indonesia, Jawa dan Madura. Saya sendiri berbahasa Jawa, Banyuwangi dan Indonesia secara natural padahal ketiga bahasa tersebut memiliki kosa kata, dialek bahkan struktur yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jurnal ilmiah dan buku yang mengulas tentang kemampuan manusia dalam menyerap berbagai bahasa. Ada alasan ilmiah kenapa bilingualisme/multilingualisme sejak usia dini mungkin dilakukan.Kalau kita mengerti pentingnya penguasaan bahasa asing ini, sekarang giliran kita berbagi ide dan pengalaman homeschooling untuk mewujudkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487879104767589?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487879104767589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487879104767589' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487879104767589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487879104767589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/bilingualmultilangual-homeschooling.html' title='Bilingual/Multilangual Homeschooling'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487668474750515</id><published>2006-08-06T07:53:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T08:04:44.960-07:00</updated><title type='text'>FAQ: Homeschool Portfolio</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1. Apakah homeschooler memiliki rapor?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar tidak tetapi mereka memiliki portfolio. Maka dari itu kurang tepat apabila dikatakan orangtua akan sangat subjektif dalam menilai anak sehingga anak yang tidak mampu di beri nilai baik oleh orangtuanya sendiri/ orangtua bertindak curang dalam penilaian. Pada saat usia tertentu (kelas 7 ke atas – setara dengan SMP ke atas), sesuai dengan kemampuan dan kesiapan masing-masing anak, mereka mulai bisa mengambil ujian yang diselenggarakan oleh lembaga penguji independen yang berkualifikasi. Biasanya hasil ujian ini yang dipakai sebagai salah satu syarat masuk universitas (selain syarat khusus lain dari universitas misalnya `placement test' universitas itu sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Apa itu portfolio?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Porfolio bisa diibaratkan seperti `learning journey scrapbook' darihomeschooler. Perjalanan belajar dari homeschooler terekam di sana, kelebihan dan kekurangan homeschooler, kehebatan dan kesalahannya, kemajuan dan kemundurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Apa guna portfolio?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada jenjang pendidikan dasar, portfolio selain berfungsi sebagai buku kenangan, juga berfungsi untuk menginventarisasi proses belajar homeschooler untuk kepentingan internal orangtua atau untuk kepentingan eksternal, misalnya pindah ke sekolah biasa, atau barangkali untuk kebutuhan pelaporan pada instansi tertentu (diI ndonesia belum ada aturan khusus). Pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, portfolio ini akan lebih berbentuk seperti Curriculum Vitae (CV) dari homeschooler. Biasanya beberapa universitas ada yang mensyaratkan adanya portfolio ini selain hasil ujian berstandar dari lembaga independen dan `placement test'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Apa saja yang perlu dicantumkan dalam portfolio?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena setiap homeschooler memiliki karakteristik berbeda, isi portfolio juga sangat bervariasi. Beberapa poin yang biasanya adadalam portfolio:&lt;br /&gt;a. Lembar kerja homeschool (beberapa sample atau keseluruhan)&lt;br /&gt;b. Daftar buku yang telah dibaca&lt;br /&gt;c. Daftar majalah/koran yang dibaca secara regular.&lt;br /&gt;d. Daftar software/CD/DVD/Video yg pernah dipakai sbg media belajar&lt;br /&gt;e. Kegiatan "hands on" yang pernah dilakukan (dokumentasi dan report)&lt;br /&gt;f. Project yang pernah di buat (dokumentasi dan report)&lt;br /&gt;g. Field trip yang pernah dilakukan (dokumentasi dan report)&lt;br /&gt;h. Buku/karangan/essay/puisi yang pernah ditulisi. Hasil karya seni/keterampilan&lt;br /&gt;j. Rekaman audio/video: kemampuan vocal, musik yang pernahdimainkan, lagu yg pernah dikarang, kemampuan membaca berita,membaca puisi, mengisi suara, menjadi penyiar/reporter, bercerita,bermain drama, olah gerak, dll&lt;br /&gt;k. Klub yang diikuti: misal sepakbola, menari, musik, drama,bahasa, dsb&lt;br /&gt;l. Course yg pernah diikuti: misal memasak, menjahit, distance learning chemistry course, rainforest course, menyelam, dll&lt;br /&gt;m. Penghargaan yang pernah diperoleh&lt;br /&gt;n. Organisasi dimana homeschooler terlibat&lt;br /&gt;o. Kerja praktek: nama perusahaan/badan, lama kerja, deskripsi pekerjaan&lt;br /&gt;p. Kewirausahaan: misalnya berjualan/berdagang, babysitting, penitipan binatang peliharaan, mencuci mobil, beternak ikan hias, dll&lt;br /&gt;q. Kerja sosial (community service): misalnya pernah membantu di penjara, panti asuhan, ikut kegiatan kebersihan lingkungan, menggalang dana, dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Untuk periode berapa lama portfolio di buat?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap keluarga memiliki preferensi yang berbeda, tetapi biasanyaportfolio ini di buat setiap tahun secara terpisah. Dari masa satutahun tersebut, ada yang memilah portfolionya berdasarkan satuanwaktu yg lebih kecil, misal minggu/bulan ada yang lebih sukamemilahnya berdasarkan subyek pelajaran atau bahkan tema pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Seperti apa bentuk fisik portfolio?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bentuk yang paling umum adalah `file binder' biasa atau lembaran-lembaran yang dijilid seperti buku. Seiring dengan perkembanganteknologi, banyak juga keluarga yang membuat portfolio ini dalambentuk CD/DVD/Flashdisk juga webpage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Apa keuntungan penggunaan teknologi dalam pembuatan portfolio?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tampilan bisa dirubah-rubah sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;Bisa digandakan dengan biaya sangat murah untuk berbagai kepentingan.&lt;br /&gt;Sangat mengakomodasi bagian dari portfolio yg berbentuk gambar bergerak, suara, digital art, animasi.&lt;br /&gt;Transfer/pengiriman ke institusi terkait atau bahkan untuk sekedar dibagi kepada kakek dan nenek mudah dilakukan, cepat dan murah.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan portfolio bisa disajikan dengan lebih menarik dandengan sistem `back up' yang baik portfolio bisa sesering mungkin dibuka tanpa takut robek, basah, lecek atau hilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487668474750515?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487668474750515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487668474750515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487668474750515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487668474750515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/faq-homeschool-portfolio.html' title='FAQ: Homeschool Portfolio'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487596569131056</id><published>2006-08-06T07:47:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T07:52:45.776-07:00</updated><title type='text'>Kurikulum Siap Pakai ("Ready Made")</title><content type='html'>Kebanyakan calon keluarga homeschooling yang sudah yakin untuk mengadopsi suatu standar pendidikan tertentu (Indonesia,Internasional atau negara lain) biasanya masih harus dihadapkan pada dilemma yaitu apakah lebih baik membeli kurikulum yang siap pakai atau merancang dan menyiapkan kurikulum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, penyedia kurikulum siap pakai khusus untuk homeschooler memang belum ada. Di luar Indonesia penyedia kurikulum untuk homeschool ada berpuluh-puluh dan apa yang ditawarkan sangat beragam baik dari segi isi maupun harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun penyedia kurikulum luar negeri ini berbeda satu sama lain,secara garis besar apa yang diberikan dalam satu paket kurikulum kurang lebihnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- manual mengajar bagi orangtua&lt;br /&gt;- lesson plan satu tahun untuk semua pelajaran&lt;br /&gt;- buku buku bacaan&lt;br /&gt;- buku kerja (work book)&lt;br /&gt;- kaset/CD/DVD/Video&lt;br /&gt;- perlengkapan seni dan keterampilan&lt;br /&gt;- portfolio binder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perbedaan antara satu penyedia kurikulum dengan yang lain sering kali sangat signifikan, ada baiknya kalau keluarga mempertimbangkan setiap pilihan yang ada dengan baik. Yang terpenting, apapun yang menjadi pilihan, tidak membeli kurikulum siap pakai sekalipun, harus dapat mengakomodasi kepentingan anak-anak dan keluarga sehingga belajar tidak lagi menjadi belenggu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487596569131056?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487596569131056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487596569131056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487596569131056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487596569131056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/kurikulum-siap-pakai-ready-made.html' title='Kurikulum Siap Pakai (&quot;Ready Made&quot;)'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487539010829036</id><published>2006-08-06T07:39:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T07:43:10.190-07:00</updated><title type='text'>Homeschooling with Great Books</title><content type='html'>Sebagian keluarga memilih homeschooling dengan menggunakan "GreatBooks". Great Books adalah sejumlah buku yang ditulis dalam 3milenia terakhir yg dianggap paling berpengaruh dalam pembentukan peradaban barat. Sekolah seperti Eton di Inggris yg terkenal sebagai sekolah para bangsawan dan orang-orang berpengaruh di Inggris danEropa juga menggunakan "Great Books".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Great Books dengan harga ribuan dollar bisa dibeli di beberapa curriculum provider, tampilannya sangat bagus. Tetapi apabila para homeschooler mau sedikit repot untuk men-download, semuanya bisa didapat GRATIS di www.gutenberg.org . Beberapa penulis yg termasuk dalam daftar great books adalah: Homer, Aeschylus, Sophocles,Euriphides, Aristophanes, Herodotus, Thucydides, Plato, Aristotle,Hippocrates, Archimedes, sampai Ptolemy, Keppler, Copernicus,Machiavelli, Hobbes, Shakespeare, Hemmingway, Galileo Galilei,Descartes, Pascal, Newton, Karl max, Adam Smith, Einstein, Goethe,Darwin, Freud, dll ( yang tertarik dgn daftar lengkapnya, bisa email saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan dari penggunaan 'Great Books', homeschooler bisa belajar disiplin ilmu/ide besar langsung dari penulisnya bukan bahasan orangl ain dan dari situ bisa mengembangkan pemikiran atau pendapat mereka sendiri tentang pemikiran-pemikiran besar. (Tulisan dalam bahasa asli maupun terjemahan dalam bahasa inggrisnya juga tersedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja setiap anak berbeda dan orientasi setiap keluarga juga berbeda. Kalaupun "Great Books" ini tidak menjadi pilihan, paling tidak kita sebagai keluarga homeschooling punya masukan baru untuk studi perbandingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487539010829036?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487539010829036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487539010829036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487539010829036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487539010829036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/homeschooling-with-great-books.html' title='Homeschooling with Great Books'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487496288379955</id><published>2006-08-06T07:27:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T07:36:03.016-07:00</updated><title type='text'>Tanya Kenapa?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/1600/semangatHS1.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/320/semangatHS1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenapa begitu banyak kelaparan di tanah yang serba berkelimpahan?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa perbedaan selalu berujung pada pertikaian, perpecahan dan pertumpahan darah?Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa korupsi begitu mendarah daging dan kita tidak berani berubah?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa jurang antara kaya dan miskin begitu dalam?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa ideology bangsa yang indah hanya ada dihafalan tidak dalam kehidupan sehari-hari?Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mereka yang lulus perguruan tinggi keluar tanpa ilmu, tanpa daya?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa mereka yang bahkan bergelar S1, S2 bahkan S3 bermuka sayu bingung mencari lapangan pekerjaan yang sulit dicari?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa dengan spesifikasi yang sama kita selalu diberi hak lebih rendah dari rekan dari negara lain?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak didik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa kadang kita bekerja kurang giat, kurang gigih dan bahkan bermalas-malasan tapi tidak mau mengakuinya?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hampir dalam semua aspek kehidupan kita tertinggal?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa sampah berserakan dimana-mana?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa hutan menjadi gundul dan banjir melanda?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa dengan laut begitu luas hanya segelintir saja dari kita yang tahu apa yang ada di dalamnya?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa minyak ditambang tetapi lumpur panas meluap?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa kita hanya puas melihat piala dan medali padahal kedelai kitakecil dan kering, listrik kita kekurangan, dll?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa nyawa manusia begitu murah harganya?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sesama saudara sebangsa kita saling bersaing dan membenci bukan saling membantu dan mencintai?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa bahkan anak-anak yang terlahir dengan kekhususan dicap cacatdan disingkirkan?Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa belajarpun dianggap sebagai kewajiban, bukan hak?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;Kenapa lebih banyak suara-suara pelemah semangat daripada pembangkit semangat?&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak dididik dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Kenapa? Kenapa?Mungkin lebih baik berhenti bertanya dan mulai melakukan sesuatu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487496288379955?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487496288379955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487496288379955' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487496288379955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487496288379955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/tanya-kenapa.html' title='Tanya Kenapa?'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487440390789203</id><published>2006-08-06T07:13:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T07:26:43.960-07:00</updated><title type='text'>Kurikulum FAQ</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1. Apakah kurikulum perlu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti nilai dan ijasah yang merupakan alat, bukan tujuan homeschooling (HS), kurikulum juga diperlukan sebagai alat untuk membantu proses HS. Peran utamanya adalah memberikan kerangka acuan bagi orangtua/homeschooler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Apakah bisa HS tanpa kurikulum?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orangtua dengan kepercayaan diri tinggi atau mereka yang telah berpengalaman menjalankan HS banyak yang tidak terpaku pada kurikulum tertentu. Mereka hidup dan belajar dan tidak sedikit dari mereka yang juga bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau akhirnya hidup mandiri. Jadi HS tanpa kurikulum mungkin saja dilakukan. Meskipun demikian kurikulum akan sangat membantu para orangtua yang baru menjalankan HS, yang sibuk, yang tidak memiliki banyak waktu atau resource.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Yang perlu diperhatikan sebelum memilih kurikulum?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orientasi akademis: dalam negeri, luar negeri atau internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Keluarga: Ada beberapa keluarga yang melakukan HS karena alasan nilai-nilai agama tertentu atau nilai-nilai lain. Ada berbagai macam kurikulum yang di desain untuk memenuhi kebutuhan ini. Kurikulum yang berbasis agama yg ada di luar Indonesia misalnya(yang sampai saat ini ada) kurikulum berdasarkan ajaran agama Kristen, Islam, Yahudi dan Katholik. Ada juga kurikulum yang memuat nilai-nilai kebikan universal dan menyerahkan pendidikan spiritual sepenuhnya kepada orangtua, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Learning Style keluarga/Homeschooler: Belajar seperti apakah yang paling sesuai dengan homeschooler/keluarga? Ada HSer yang antusias belajar secara tematik (unit study) yang mata pelajaran tidak dipisah-pisahkan tetapi diintegrasi. Ada yang lebih menyukai belajar dengan penekanan kuat di literature. Ada yang cocok belajar dengan dasar alam. Ada yg merasa pentingnya mempelajari `Great Books' sebagai fondasi pemikiran. Ada yang mengutamakan kebebasan HSer untuk bisa mempelajari apapun yang mereka sukai, ada pula yang menggabung kesemuanya. Tersedia banyak sekali kurikulum yang bisa mengakomodasi kebutuhan setiap HSer yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Finansial: Kalau orangtua memutuskan untuk membeli kurikulum jadi (ready made curriculum), perlu dipertimbangkan juga masalah kemampuan financial karena kurikulum jadi ini harganya bervariasi. Kurikulum gratis tidak kalah kualitasnya dengan yang tidak gratis. Banyak lembaga di luar Indonesia yang didanai jutaan dollar untuk menyediakan kurikulum sehingga bisa dimanfaatkan untuk siapa saja tetapi tentu saja orangtua perlu mendedikasikan waktu lebih banyak untuk melaksanakan kurikulum gratis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Apakah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dari diknasbaik/buruk?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya berbeda dari sebagian besar anggapan masyarakat bahwa kurikulum dari diknas sangat jelek dan tidak bermutu, KBK tidaklah demikian. KBK tidak dilaksanakan dengan baik di hampir semua sekolah akibatnya KBK dianggap rendah, tertinggal, cuma mencetak generasi kejar nilai, dan atribut negative lainnya. Dari segi isi dancakupan, KBK cukup kompetitif (walaupun tidak bisa dikatakan terbaik/termaju di dunia). Apabila KBK ini dieksekusi dengan baik oleh orangtua HS, sesuai dengan visi diknas, tentu hasilnya akan baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Bagaimana menjalankan KBK dari diknas?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Media apa saja yangdiperlukan?KBK memberikan keleluasaan dalam eksekusinya. Kreatifitas sangat memegang peran penting disini. KBK tidak berjalan dengan baik disekolah-sekolah karena sebagain besar sekolah hanya mengandalkan satu buku saja untuk pelajaran selama satu tahun. Satu topic dibahas dalam satu bab, satu bacaan, murid disuruh menghafal, ujian diberikan dan nilai keluar. Padahal pelaksanaan KBK seharusnya tidakbegitu. Banyak media yang bisa dipakai untuk mempelajari satu topic:berbagai buku bacaan/referensi, media cetak, multimedia, internet,diskusi, presentasi, keterlibatan/pengalaman langsung, kerja nyata,dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Apakah ada KBK jadi yang bisa dibeli?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini tidak ada. KBK bisa diperoleh gratis di &lt;a href="http://www.puskur.or.id"&gt;http://www.puskur.or.id&lt;/a&gt; Tentu saja orangtua harus menyiapkan, memilih dan membeli sendiri apapun media yang nantinya dipakai untuk menunjang KBK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Apakah kurikulum `impor' lebih baik dari KBK?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik atau tidak sangat relatif bagi setiap keluarga/HSer. Yang terpenting di sini apapun kurikulum yang dipilih bisa sesuai dan dapat mengakomodasi kebutuhan masing-masing keluarga/HSer yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487440390789203?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487440390789203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487440390789203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487440390789203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487440390789203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/kurikulum-faq.html' title='Kurikulum FAQ'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487282994013653</id><published>2006-08-06T06:52:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T09:14:38.283-07:00</updated><title type='text'>Einstein dan Homeschooling</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/1600/semangatHS2.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2000/1420/320/semangatHS2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sepanjang kita hidup entah berapa kali kita mendengar nama Einstein disebut-sebut. Produk susu, makanan otak, sekolah dan lembaga pendidikan lain sering menggunakan nama Einstain sebagai janji keberhasilan. Lalu apa kaitan Einstein dengan homeschooling? Ada dua hal menarik, orang yang pernah dengan seksama mendalami Einstein baik lewat buku-bukunya, pernyataan atau kisah hidupnya, mereka tahu bahwa Einstein partially homeschooled dan tidak pernah merendahkan homeschooler. Mereka yang cuma mengagungi Einstein karena pernah dengar bahwa Einstein itu jenius biasanya melihat homeschooling dengan sebelah mata, bahwa homeschooling hanya akan mampu menghasilkan manusia standar atau dibawah standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orangtua yang telah melakukan homeschool pasti akrab dengan perlakuan merendahkan, meragukan dan mematahkan semangat yang diberikan baik oleh keluarga besar, tetangga, kenalan, pihak akademisi dan masyarakat pada umumnya.Pertanyaan atau pernyataan seperti berikut akan sangat akrab dilontarkan kepada orangtua yg melakukan homeschooling: ‘Memangnya anda guru?’ ‘Ibu rumah tangga mana mungkin bisa ngajar kimia waktu SMU’ ‘Anda lulusan apa? Apa tidak takut kalau anak anda kalah bersaing. Sekolah sekarang banyak yang mempekerjakan Phd lho.’, dll. Para orangtua yang baru tertarik dengan homeschooling biasanya langsung ambruk mentalnya dan serta merta mempercayai bahwa mereka tidak mampu.Mereka yang telah melalui semua itu dan terus menjalankannya mungkin akan tersenyum dan merasa geli. Lalu apa hubungannya dengan Einstein?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak orang memuja-muja Einstein (walaupun memang Einstein dan begitu banyak orang lain pantas diberikan acungan jempol). Produk susu, makanan otak,olimpiade ilmu pengatuhuan bahkan sekolahan sering memberikan janji untuk membentuk generasi Einstein tetapi jarang ada yang tahu mengenai pemikiran Einstein sendiri mengenai hidup dan pembelajaran. Berikut adalah beberapa quoteEinstein mengenai hidup dan pembelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The only thing that interferes with my learning is my education in school&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Education is what remains after one has forgotten everything he learned in school&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teaching should be such that what is offered is perceived as a valuable giftand not as a hard duty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I never teach my pupils; I only attempt to provide the conditions in whichthey can learn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never regard study as a duty, but as the enviable opportunity to learn toknow the liberating influence of beauty in the realm of the spirit for your ownpersonal joy and to the profit of the community to which your later work belongs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One should guard against preaching to young people success in the customary form as the main aim in life. The most important motive for work in school andin life is pleasure in work, pleasure in its result, and the knowledge of thevalue of the result to the community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imagination is more important than knowledge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The only source of knowledge is experience&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The whole of science is nothing more than a refinement of everyday thinking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try not to become a man of success but rather to become a man of value&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weakness of attitude becomes weakness of character&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A hundred times every day I remind myself that my inner and outer life arebased on the labors of others&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Great spirits have always found violent opposition from mediocre minds&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyone who has never made a mistake has never tried anything new&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peace cannot be achieved through violence, it can only be attained throughunderstanding(Catatan: Buku-buku Einstein bisa didownload gratis di &lt;a href="http://www.gutenberg.org)"&gt;www.gutenberg.org)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga apa yang pernah dikatakan Einstein bisa menguatkan para orangtua homeschooling yang mungkin merasa tidak cukup baik, tidak mampu dan merasa rendah. Jadi jangan pernah malu berdiri bahwa anda sebagai orangtua homeschooling mungkin hanya bisa satu keahlian yaitu membuat kue apem dan tidak akan mungkin mengajar teori rekayasa genetika tetapi kita harus yakin bahwa kita mampu mendidik anak-anak kita untuk mampu belajar sendiri dari apapun dan siapapun juga. We don’t teach algebra, we teach them how to teach themselves whenever they need it.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487282994013653?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487282994013653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487282994013653' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487282994013653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487282994013653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/einstein-dan-homeschooling.html' title='Einstein dan Homeschooling'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487217299278557</id><published>2006-08-06T06:42:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T07:06:15.136-07:00</updated><title type='text'>PERUSAHAAN ITU BERNAMA SEKOLAHAN Inc.</title><content type='html'>Dikala masyarakat masih menganggap institusi sekolah sebagai institusi sakral dan merasa tabu untuk mengritik atau sekedar menyampaikan uneg uneg, banyak sekolah sekolah yang telah bergeser sebagai "money making machine". Sebagian masyarakat resah tetapi masih merasa takut untuk angkat bicara karena sekolah masih tetap menjadi tumpuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolahan Inc. bermunculan tidak terbendung. Mereka dibangun untuk menjawab permintaan pasar. Slogan-slogan seperti `mencerdaskan bangsa', `mempersiapkan pemimpin masa depan', `menjadikan manusia yang siap bekompetisi secara global' mulai dikumandangkan untuk menggugah para calon konsumen (orangtua). Tentu saja dari kaca mata bisnis saja gebrakan ini tidak bisa disalahkan. Tidak peduli betapapun buruknya produk tetapi karena bungkusnya bagus dan mereknya terkenal ditambah dengan strategi pemasaran yang dasyat dan sering kali over positioning konsumen berbondong-bondong membeli jualan `Sekolahan Inc.' ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolahan Inc. ini memang hebat, karena walaupun secara rea lperformance, moral dan etika perusahaan ini tidak bisa dikatakan sebagai good corporation tetapi secara financial mereka berhasil mencapai target profit yang substansial. Kalau tidak tentu mereka tidak akan repot repot buka cabang dimana mana bahkan ada yang menggunakan sistem waralaba. Suatu kombinasi sempurna untuk bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya: orangtua yang insecure sebagai target pasar, produk yang alakadarnya tetapi dikemas dengan baik dan strategi pemasaran yang heboh untuk menjamin terjualnya produk dengan harga premium, karyawan (guru) yang sering dicomo tsembarangan atau yang tidak semabranganpun digaji minim untuk menekan biaya (akibatnya sebagian besar guru malas atau bahkan tidakterpikir untuk meningkatkan kualitas diri), dengan bendera yayasanSekolah Inc. bisa menghindari pajak atas profit, konsumen tidak berhak mengajukan keluhan atau tuntutan atas kekecewaan terhadap produk apalagi malpraktek. Terlebih lagi, sewaktu kita membeli barang elektronik dibawah 1 juta rupiah saja kita mendapatkan garansi, diSekolah Inc. yang harganya puluhan bahkan ratusan juta, garansi ataujaminan tidak pernah diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaminan apa saja yang tidak diberikan walaupun konsumen sudah membayar dengan harga mahal?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Akademi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Murid bisa atau tidak bukan menjadi urusan sekolahan, yang pentingpelajaran sudah diberikan. Akibatnya murid masih harus mengikuti lesatau pelajaran tambahan yang tentu saja tidak gratis. Dari segisubstansi, program akademis `bertaraf internasional' yang dijualmelalui iklan-iklannya yang sering membuat para orangtua minder danketakutan SANGAT JAUH tertinggal dibandingkan sekolah sekolahunggulan di negara-negara maju. Contoh: di sini, murid-murid SMUmelakukan praktikum kimia asam basa sedangkan di negara-negara majumurid-murid SMU sudah tahu bagaimana mengekstraksi DNA.Kesimpulan: Sekolah Inc. tidak menjamin penguasaan akademikonsumennya dan tidak memberikan substansi akademi dengankualitas/standar tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Psikologi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak penelitian telah membuktikan bahwa bukan IQ sajayang penting tetapi EQ (Emotional Quotient) jugamenentukan `keberhasilan' manusia, Sekolahan Inc. hampir tidakpernah menaruh minat pada hal ini. Emotional Intelligence muridseperti etos kerja, kepercayaan diri, ketekunan, keberanian,determinasi, tanggung jawab, kemampuan menyelesaikan konflik,beradaptasi, bangkit dari depresi, berempati, dsb jarang sekalidiperolah murid di Sekolahan Inc. Murid-murid jarang sekali diberimotivasi, keteguhan, atau inspirasi yang membuka mata dan hati .Kesimpulan: Perkembangan psikologi/emosi anak adalah sepenuhnyatanggung jawab orangtua. Layanan tersebut tidak termasuk dalam hargayang dibayar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Harga mahal yang telah dibayar untuk membeli kursi di Sekolahan Inc.tidak bisa dikatakan sebagai investasi di masa depan. Kenapa? KarenaSekolahan Inc tidak menjamin bahwa suatu hari nanti lulusannya pasti akan menjadi professional yang memiliki penghasilan baik atau pengusaha yang berhasil, apalagi bisa mengungguli rekan rekannya didunia internasional.Kesimpulan: Keberhasilan financial ditentukan kualitas pribadimasing-masing murid dan tentu saja keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Kultur/Nasional&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekolahan Inc. sering sekali mengadakan perayaan yang bersifatnasional/ `budaya sendiri' tetapi tutup mata bahwa hampir semualulusannya tidak memiliki rasa nasionalisme dan tidak cinta akanwarisan budayanya. Dengan alasan perkembangan jaman dan lainsebagainya biasanya Sekolahan Inc. balik menyalahkan orang tua dalamkasus ini.Kesimpulan: Menimbulkan rasa nasionalisme dan cinta budaya sendiriadalah tugas orangtua. Tugas Sekolahan Inc. adalah memberi kondepada murid-murid perempuannya pada Hari Kartini.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Spiritual&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Inc. bahkan yang menggunakan nama yang berbau religius(apapun agamanya) sekalipun tidak memberikan jaminan bahwa anak-anakyang dididik disana akan memiliki akhlak yang baik sesuai denganajaran agama yang diterapkan.Kesimpulan: akhlak, moral dan kualitas spiritual anak adalahpekerjaan orangtua. Sekolahan Inc. tidak boleh disalahkan samasekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolahan Inc. memang hebat. Tatkala berbagai industri mengalamikelesuan luar biasa dan perusahaan-perusahaan lain banyak yang sulitbertahan hidup dan bahkan gulung tikar, Sekolahan Inc. tetapberjaya. Tidak mengherankan konglomerasi di republic ini padaberlomba membuat sekolahan unggulan karena sector pendidikandianggap menguntungkan. Entah sampai kapan trend ini mencapaitahap "maturity" , tetapi sepertinya tidak dalam waktu dekat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487217299278557?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487217299278557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487217299278557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487217299278557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487217299278557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/perusahaan-itu-bernama-sekolahan-inc.html' title='PERUSAHAAN ITU BERNAMA SEKOLAHAN Inc.'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32274913.post-115487052827641502</id><published>2006-08-06T06:19:00.000-07:00</published><updated>2006-08-06T07:12:34.440-07:00</updated><title type='text'>Homeschool di Tahun Pertama</title><content type='html'>Tahun pertama selalu saja menjadi tahun tersulit bagi keluarga yang baru memulai homeschooling. Apa yang terjadi di tahun pertama inibiasanya akan sangat menentukan apakah sebuah keluarga akan terusmelakukan homeschooling atau menyerah di tengah jalan. Ada beberapahal yang sering kali dibuat orangtua (ehm..iya orang tua bukan anak-anak) yang menyebabkan homeschooling hancur lebur di tahun pertamadan menjadi mimpi buruk dalam keluarga seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Homeschooling dianggap sebagai "memindahkan sekolah ke rumah"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Homeschooling dibuat sebagai replika sekolah dan kadang tanpa sadarkarena merasa kewalahan, orangtua mulai memperlakukan anak sepertisebagian besar guru memperlakukan murid murid di sekolah. Orangtuacuma memberikan tugas bertumpuk tumpuk dan berharap anak bisa dengansegera menguasainya. Orangtua tidak pernah lagimemotivasi ,mengapresiasi, menggugah hati, menginspirasi, menjaditeman diskusi atau bahkan sekedar teman curahan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Anak hanya dinilai dari kemampuannya menghafal dan mengerjakan matematika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dalam homeschooling anak lebih memiliki kebebasan untuk merasakan menjadi manusia yang utuh dengan segala kelebihan dankekurangannya, bukan "half human" karena ketidakmampuannya, orangtua cenderung cuma menghargai anak kalau mereka cepat menghafal,pandai mengerjakan matematika dan kalau mereka bisa mengerjakan soal-soal dengan baik. Natural interest anak-anak misalnya pada binatang,sepak bola, bersepeda, atau bahkan memasak tidak dipupuk malahdiremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Ijasah menjadi satu satunya tujuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orangtua yang telah melakukan homeschoolingpun banyak yang tidak percaya bahwa apabila kita sebagai orang tua menciptakan lingkungan di mana anak bisa tumbuh menjadi "independent learner" maka ujian macam apapun juga dari dalam atau luar negeri tidak akan menjadi kendala. Orangtua yang hanya menganggap ujian dan ijasah sebagai hal terpenting melupakan banyak hal yang seharusnya lebih penting ditanamkan misalnya, tanggung jawab, determinasi, persistensi dalam berkarya, sikap tidak menyerah, percaya diri, mampu menerima kegagalan, bangkit dari depresi, dll. Orangtua yang hanya menanamkan bahwa ijasah adalah satu satunya tujuan pembelajaran akan memangkas segala potensi yang dimiliki anak dan menghapus cakrawala berpikir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Melakukan homeschooling hanya karena sekolah mahal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Walaupun memang dengan homeschooling banyak sekali biaya yang bisa dihemat tanpa mengurangi kualitas belajar anak, orangtua yang melakukan homeschooling dengan "mentality" bahwa "seandainya saya punya uang saya tidak akan homeschooling" tanpa sadar menanamkan rasa rendah diri kepada anak-anak. Anak-anak akan melihat homeschooling sebagai tanda ketidakberdayaan, dan ketidakmampuan dan selama meraka masih di-homeschool selama itu pula mereka tahu mereka adalah masyarakat KELAS DUA. Ini sangat TIDAK BENAR. Jangan tanamkan "Kita homeschooling karena kita tidak punya uang"tetapi "Kita homeschooling karena kita sadar bahwa pendidikan yang berkualitas tidak ada hubungannya dengan seberapa banyak kita menghambur hamburkan uang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Melakukan homeschooling dengan obsesi menjadikan anak `SUPERKID'&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak lahir baik dan memiliki talenta yang berbeda beda.Orangtua yang terobsesi menjadikan anaknya yang "TER-" dengan homeschooling biasanya tidak akan bertahan di tahun pertama dan homeschooling akan menjadi sejarah. Karena bukannya `celebrating my child as a unique human being with his own strengths and weaknesses' orangtua akan menghabiskan hari demi hari marah, tidak puas dan frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Mengaitkan homeschooling dengan cinta dan perhatian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan perhatian adalah hak anak betapapun buruknya kinerja mereka di mata orangtua. Orangtua yang tidak menyadari ini dan malah mengancam / mengucilkan / merendahkan anak apabila tidak bisa mengerjakan soal tertentu misalnya, akan mempercepat bubarnya homeschooling. Sebaliknya orang tua yang tetap menunjukkan cinta,penerimaan dan perhatiannya kepada anak meskipun mereka gagal akan terus bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Tidak menerima anak apa adanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak belajar tetapi tidak pada waktu yang sama, kecepatanyang sama atau hal yang sama. Ada anak yang membaca pada usia 2tahun ada yang baru mulai membaca umur 9 tahun. Ada anak yang sangat mencintai bermain musik tetapi merasa tersiksa kalau harus melukis. Ada anak yang tidak menyukai matematika di usia SD tetapi sangat menonjol matematikanya di usai SMU. Ada anak yang memiliki kemampuan bermain bola tetapi tidak menyukai science. Orangtua yang ingin bertahan dalam homeschooling harus belajar menerima anak-anak seperti adanya mereka, memupuk dan menumbuhkembangkan apa yang ada di diri mereka bukannya malah mencekoki mereka dengan berbagai halyang sebenarnya hanya untuk memuaskan ego orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Mengharapkan kesempuranaanHomeschooling&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, homeschooling sangat jauh dari kesempurnaan. Orangtua yang berharap terlalu besa rbahwa dalam homeschooling segalanya adalah indah dan sempurna akan lebih mudah putus asa. Harus disadari bahwa baik orangtua dan anak-anak tidak terhindar dari perasaan-perasaan negatif seperti capai,stress, bosan, marah, sedih, kecewa, dll. Orangtua yang lebih terbuka dengan perasaan-perasaan tersebut akan lebih berhasil dalam homeschooling.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32274913-115487052827641502?l=homeeducationspirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/feeds/115487052827641502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32274913&amp;postID=115487052827641502' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487052827641502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32274913/posts/default/115487052827641502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://homeeducationspirit.blogspot.com/2006/08/homeschool-di-tahun-pertama.html' title='Homeschool di Tahun Pertama'/><author><name>Choi Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04618194991449055904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp2.blogger.com/_CWQgw58A1_Y/R9zYzByU1MI/AAAAAAAAAoY/4h4N5-rzusU/S220/DV00124.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
